Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 30 part 1


Kapal dunia Naga melesat memasuki poros langit kembali dan menuju ke galaksi ke 30 dengan kecepatan penuhnya.


Sudah hampir satu jam dan kini kapal dunia naga terlihat keluar dari gerbang dimensi di poros langit galaksi ke tiga puluh itu.


Long Tian yang tidak ingin membuang waktu langsung meninggalkan kapal dunia naga dengan berteleportasi ke atas awan satu satunya dunia di galaksi ke tiga puluh itu yang juga hanya memiliki satu semesta.


"Hari ini sudah mulai malam, sebaiknya aku beristirahat di dunia ini dulu" ucap Long Tian sambil berteleportasi ke depan sebuah kota yang dilihatnya dan muncul tiga ratus meter di depan gerbang kota itu.


"Kota ini sangat ramai dan bahkan banyak sekali yang masih ingin memasuki kota ini" ucap Long Tian sambil melihat ke arah gerbang kota dan melihat antrian orang orang yang hendak memasuki kota itu dengan menggunakan pakaian sekte sekte.


Bahkan banyak yang menggunakan kereta kuda dengan bendera bendera sekte yang di kibarkan.


"Tuan muda apakah anda ingin mengikuti turnamen beladiri" ucap prajurit yang berjaga di gerbang kota itu dengan ramah saat sudah giliran Long Tian untuk masuk.


"Tuan, saya lewat dan berniat menginap di kota ini" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda, saya tidak tahu apakah masih ada penginapan yang masih kosong namun jika anda hendak masuk kota maka ada biayanya lima keping koin emas" ucap prajurit itu dengan ramah.


"Saya akan mencobanya, dan kelebihannya untuk anda saja" ucap Long Tian sambil memberikan sepuluh keping koin emas.


Sudah delapan penginapan dimasuki oleh Long Tian namun semuanya telah penuh.


"Semua penginapan kecil sudah penuh, semoga penginapan besar ini masih ada kamar kosong" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melangkah memasuki penginapan mewah yang cukup sepi.


"Tuan muda apakah anda ingin menginap atau hendak ke rumah makan" ucap seorang wanita muda yang berjaga di depan pintu masuk penginapan mewah itu.


"Nona apakah masih ada kamar terbaik anda yang kosong" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda kamar terbaik kami masih kosong dan untuk kamar itu dikenakan dua ratus lima puluh keping koin emas sudah termasuk hidangan terbaik kami untuk malam ini" ucap wanita muda itu dengan ramah.


"Nona saya akan mengambil kamar itu" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.


"Tuan mari silahkan ikuti saya untuk anda membayarnya terlebih dahulu" ucap wanita muda itu sambil tersenyum ramah dan berjalan memasuki bagian dalam penginapan itu menuju tempat pembayaran.


Long Tian mengikuti wanita muda itu dan membayar senilai 250 keping emas di tempat pembayaran penginapan mewah itu.


"Tuan muda mari ikuti saja saya" ucap wanita muda itu setelah mendapatkan kunci kamar untuk Long Tian.


Long Tian mengikuti wanita muda itu ke lantai tiga dan dan memasuki sebuah kamar yang sangat mewah dan besar.


"Tuan muda ini kamar anda, apakah anda ingin saya membawakan makanan anda kesini atau anda hendak ke bagian rumah makan kami" ucap wanita muda itu sambil tersenyum ramah.


"Tuan muda terima kasih, hanya sedikit yang telah saya ketahui tentang turnamen itu" ucap wanita muda itu sambil tersenyum dan menyimpan kantong penyimpanan pemberian Long Tian.


"Nona duduklah, mohon ceritakan semua yang anda ketahui" ucap Long Tian dengan ramah dan wanita muda itu langsung duduk di kursi yang ada di depan Long Tian dengan sopan.


"Tuan muda, turnamen ini diadakan oleh istana, dan ini turnamen pertama setahu saya karena selama ini tidak pernah ada turnamen beladiri sehingga banyak peminatnya, bahkan saya dengar jika Raja sudah hadir di kota ini" ucap wanita muda itu dengan ramah.


"Nona apa yang diperebutkan di turnamen ini" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.


"Tuan muda turnamen ini dari apa yang sangat dengar akan berhadiah sepuluh juta keping koin emas serta akan mendapatkan banyak sumber daya untuk para kultivator dan pemenangnya akan menjadi pelindung Dunia ini yang mendapatkan banyak manfaat dari istana" ucap wanita muda itu dengan ramah.


"Nona, apakah ada pergunjingan dari tamu penginapan mengenai turnamen ini" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda yang saya dengar jika turnamen ini merupakan turnamen hidup dan mati jadi banyak tamu yang menyayangkan hal ini karena akan membuat banyak kultivator yang tewas percuma" ucap wanita muda itu dengan ramah.


"Nona satu hal lagi yang ingin saya tanyakan apakah anda mengetahui sekte sekte aliran hitam di dunia ini ikut serta dalam turnamen" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda ada mungkin lupa, bukankah Raja sudah menghapus sebutan itu dan tidak lagi memperbolehkan penyebutan seperti itu, karena sesuai titah Raja jika sekte semua dianggap sama dan di sebut nama sektenya saja" ucap wanita muda itu dengan ramah.


"Nona terima kasih, untuk hidangan nya mohon besok pagi saja diantar kesini" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menguap.


"Tuan muda saya permisi, besok pagi saya akan kesini untuk mengantarkan sarapan anda, selamat istirahat" ucap wanita muda itu dengan sopan dan meninggalkan kamar Long Tian.


Long Tian langsung mengunci pintu kamarnya dan memilih untuk langsung membersihkan dirinya sendiri.


Long Tian yang sudah membersihkan dirinya kini kembali duduk di kursi yang ada di ruang tamu kamar itu sambil menikmati Teh Herbal buatannya sendiri.


"Penguasa, apakah anda sudah beristirahat" ucap Leiji melalui telepati.


Long Tian pun langsung menarik Leiji kehadapannya.


"Leiji ada apa?, Duduklah dulu" ucap Long Tian sambil menuang teh herbal ke gelas nya dan gelas untuk Leiji.


"Penguasa, apakah anda memiliki sumber daya untuk kami berkultivasi selain buah buahan itu" ucap Leiji dengan suara merdunya dan tersenyum mesra ke Long Tian.


"Leiji minumlah dulu dan sampaikan apa yang kau rasakan dari teh buatan ku ini" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat.


Leiji langsung mengangkat gelas itu dan meminum teh herbal buatan Long Tian itu sedikit demi sedikit sampai gelas itu benar benar kosong.


"Penguasa, ini benar benar hebat, tubuh ku menjadi semakin terasa sehat dan lautan Qi ku menjadi tenang, ini sumber daya yang paling bagus yang pernah aku coba, bahkan kulit ku juga terasa semakin halus saja" ucap Leiji dengan suara merdunya dan tersenyum mesra ke Long Tian dan memegang kedua pipinya.