
"Kalian para wanita iblis darah kenapa meminta anak anak perempuan penduduk dunia ini" ucap Long Tian dengan ramah.
"Dewa naga emas apakah kau lihat ada laki laki di tempat kami ini, kami memerlukan mereka untuk kami rawat agar menjadi pasukan kami tentunya, kami juga tidak setiap saat meminta mereka mengirimkan anak anak perempuan mereka hanya setiap lima ratus tahun saja" ucap ratu iblis darah itu dengan mesra dan mulai menggigil karena hujan terus membasahinya.
"Jadi untuk itu bukankah kalian membutuhkan anak anak perempuan itu untuk pengorbanan darah" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum ramah dan menghentikan hujan yang mengguyur ratu iblis darah itu dia bahkan mengarahkan sinar matahari agar menyoroti ratu iblis darah itu.
"Angin kering kan tubuhnya" ucap Long Tian kemudian dalam hatinya.
"Dewa naga emas, kami kaum wanita iblis darah tidak membutuhkan hal itu, hanya para raja saja yang memerlukan pengorbanan darah sebagai ganti dari kultivasi ganda dengan kami para wanita ras iblis darah" ucap Ratu iblis darah itu dengan pakaian yang kini terbuka karena angin yang terus berhembus kencang dan memperlihatkan dengan jelas jurang merahnya ke Long Tian.
Ratu iblis darah itu sama sekali tidak menahan pakaiannya dan membiarkan Long Tian melihat nya dengan jelas.
"Apa tujuanmu ke dunia ini dan apakah ada raja iblis di dunia ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum
"Kami kaum wanita iblis darah melarikan diri dari galaksi terkutuk karena kami tidak mau jika hanya di gunakan sebagai alat kultivasi ganda oleh mereka apalagi kaisar iblis darah itu" ucap ratu iblis darah itu sambil menghela nafas panjang.
"Setahuku tidak ada raja iblis di dunia ini" ucap ratu iblis darah itu lagi.
Long Tian menghentikan hembusan angin dan dia membiarkan sinar matahari tetap fokus menyinari ratu iblis darah itu.
"Dewa naga emas biarkan anginnya agar pakaian ku cepat kering" ucap ratu iblis darah itu dengan ramah dan langsung di kabulkan oleh Long Tian.
"Kenapa kalian tidak membaur dengan manusia selama ini malah sembunyi di hutan ini" ucap Long Tian dengan ramah dan sambil memakan apel emas kesukaannya.
"Bisakah aku meminta apel emas itu, sudah ratusan juta tahun aku tidak merasakan nikmatnya apel emas" ucap ratu iblis darah itu dengan ramah dan Long Tian langsung melemparkan satu apel emas ke dalam segel buatannya yang langsung ditangkap oleh ratu iblis darah.
"Terima kasih" ucap ratu iblis darah dengan ramah dan menikmati apel emas itu dengan santai sambil tetap melayang menjauhi tanah yang tertutup segel buatan Long Tian.
Lima menit sudah dan apel emas itu kini sudah habis di lahap oleh ratu iblis darah itu.
"Kami sudah coba membaur dengan mereka semua yang merupakan manusia asli dunia ini namun karena ada salah satu dari kami yang ketahuan jika kami merupakan ras iblis darah mereka mengusir kami ke hutan ini, tapi kami tidak melawan mereka dan juga tidak menyerang mereka selama ini karena yang kami minta adalah hanya anak perempuan untuk kami rawat saja" ucap ratu iblis darah itu dengan ramah.
"Apa kau akan membalas karena semuanya kini sudah tiada" ucap Long Tian dengan ramah.
"Dewa naga emas apa kau lupa jika kami kaum wanita iblis darah tidak memiliki dendam tidak seperti kaum laki laki kami" ucap ratu iblis darah itu dengan ramah.
"Apakah sesama manusia bisa saling bunuh, kami juga sama aku dan yang lain selama ini sembunyi disini karena kami membunuh salah satu putra mahkota kaisar iblis, waktu itu aku bersama lima ratus wanita iblis darah yang masih sangat muda akan dijadikan sebagai alat untuk kultivasi ganda putra mahkota dan kami menolak lalu kami menghabisi putra mahkota" ucap Ratu iblis darah itu dengan ramah.
"Saat kami melarikan diri ada satu artefak kapal perang yang kami temukan dan kami menggunakan nya sampai kami tiba di dunia ini" ucap ratu iblis darah itu sambil memperlihatkan sebuah artefak kapal perang ke Long Tian.
Long Tian hanya tersenyum dan kemudian melemparkan bola kristal kenangan tingkat pencipta yang langsung melayang di depan ratu iblis darah itu.
"Berikanlah kekuatan jiwamu ke bola kristal itu" ucap Long Tian dengan ramah.
Ratu iblis darah itu mengikuti perintah Long Tian dan langsung memberikan kekuatan jiwanya ke bola kristal kenangan.
Bola kristal kenangan yang sudah mendapatkan kekuatan jiwa ratu iblis darah itu langsung membesar dan memperlihatkan semua ingatan ratu iblis darah.
Memerlukan waktu tiga jam untuk Long Tian melihat semua ingatan ratu iblis darah itu dan melihat kebenaran dari ucapan ratu iblis darah itu, bola kristal kenangan yang sudah mengecil itu kembali ke Long Tian menembus segel buatan Long Tian.
"Jadi kau adalah ratu dari dunia kecil, ada berapa dunia kecil di galaksi terkutuk" ucap Long Tian dengan ramah.
"Dulu ada seratus dunia kecil dan hanya ada lima puluh dunia besar tapi aku tidak tahu jika sekarang karena kaisar iblis sangat ingin menguasai semua dunia di galaksi terkutuk itu" ucap Ratu iblis darah itu dengan ramah.
"Jadi seperti itu, kau adalah buronan kaisar iblis dan jika demikian semua raja iblis yang datang itu selain ingin menguasai dunia di 100 galaksi juga karena mencari mu juga semua teman teman mu yang sudah menjadi abu" ucap Long Tian dengan ramah.
"Benar" ucap ratu iblis darah itu dengan ramah sambil mengangguk pelan.
"Apakah semua anak buahku kau hancurkan juga jiwanya" ucap ratu iblis darah itu kemudian.
"Tidak, mereka semua masih bisa bereinkarnasi, anggap saja aku memberikan mereka kesempatan kedua untuk berbuat kebaikan" ucap Long Tian dengan ramah.
"Dewa naga emas, bisakah aku ikut dengan mu" ucap ratu iblis darah itu sambil berlutut dalam kondisi melayang dan membuka pertahanan jiwanya.
"Kau itu seorang Ratu dan penguasa dari sebuah dunia, kenapa kau mau jadi pengikutku jika alasanmu untuk mengambil alih dunia mu yang diambil alih Kaisar iblis maka lupakan saja" ucap Long Tian dengan ramah.
"Dewa naga emas, aku tidak tahu sampai kapan usiaku ini meskipun aku sudah abadi dan tidak menua sepertimu namun aku juga masih bisa mati, jika boleh aku ingin bisa hidup normal dan menikmati hidupku ini, aku bosan di hutan ini terus selama ratusan tahun" ucap ratu iblis darah itu dengan ramah dengan tetap berlutut dan masih membuka pertahanan jiwanya.