
"Leiji apakah sumber daya itu yang kau butuhkan" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat.
"Penguasa bolehkan saya meminta untuk yang lainnya" ucap Leiji dengan mesra.
"Leiji ini untukmu" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi 1000 drum kayu dan seratus poci besar teh herbal buatannya.
"Penguasa, Terima kasih" ucap Leiji dengan gembira sambil menyimpan cincin dimensi itu ke dalam cincin dimensi miliknya.
"Leiji apakah ada lagi" ucap Long Tian dengan ramah dan hangat.
"Penguasa bolehkan saya disini dulu malam ini" ucap Leiji dengan suara merdunya dan tersenyum mesra ke Long Tian.
"Leiji di kamar ini ada dua tempat tidur, kau pakailah yang di situ" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menunjuk ke kamar yang di sebelah kanannya.
"Penguasa di kamar mana, kenapa kita berbeda kamar" ucap Leiji dengan polosnya.
"Leiji kita sudah seharusnya berbeda kamar" ucap Long Tian dengan ramah dan hangat.
"Penguasa bukankah anda sudah melihat tubuh polosku jadi bukankah itu sudah menjadikan aku sepenuhnya milik anda" ucap Leiji dengan polosnya.
Long Tian hanya tersenyum dan membuat segel perlindungan di area kamar itu agar tidak mendapatkan gangguan apapun.
"Leiji beristirahatlah, aku akan tidur di kamarku" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah dan melangkah memasuki kamar tidurnya meninggalkan Leiji sendirian di ruang tamu kamarnya itu.
Long Tian tidak mengunci kamarnya dan memilih langsung tidur.
Waktu berlalu dan matahari pagi pun kembali bersinar, Long Tian sudah duduk kembali di ruang tamu kamarnya sedangkan Leiji masih tertidur di kamar Long Tian.
"Turnamen ini ada yang aneh dan tindakan Raja juga aneh dengan memperbolehkan sekte aliran hitam pengikut ras iblis darah itu membesar di dunia ini" ucap Long Tian sambil menghilangkan segel perlindungannya yang dia pasang di kamar itu lalu melangkah menuju jendela kamar ruang tamunya itu.
Long Tian langsung menunjuk ke bawah dan terlihat jika cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat ke arah tanah dan langsung menyebar, menutup bagian atas Tanah itu dengan sangat cepat bahkan ikut menutup semua lantai bangunan.
Hanya lantai satu yang tertutup segel kutukan darah dan segel penghapus jiwa buatan Long Tian sedangkan lantai dua dan seterusnya tidak terlapisi oleh segel itu.
Jutaan bola bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat di udara dan terlihat jelas oleh Long Tian.
"Ternyata dunia yang sangat tenang ini pun memiliki banyak sekali manusia manusia pengikut ras iblis darah" ucap Long Tian sambil berjalan kembali ke kursinya dan terlihat jika Leiji keluar dari kamarnya dengan sudah berganti pakaian.
"Penguasa, kenapa tidak membangunkan ku" ucap Leiji dengan suara merdunya.
"Leiji duduklah, kau itu tidur sangat pulas jadi aku tidak membangunkanmu" ucap Long Tian.
Tok
Tok
Terdengar suara pintu kamarnya di ketuk, dan Leiji langsung bangun untuk membuka pintu kamar itu.
"Nona saya mengantar sarapan" ucap wanita muda yang semalam mengantar Long Tian ke kamar itu dan sedikit kaget dengan kehadiran Leiji.
"Nona silahkan masuk" ucap Long Tian sambil tersenyum dari tempat duduknya.
Wanita muda itu langsung masuk dan menyajikan hidangan untuk Long Tian dan bahkan sampai dua kali bolak balik karena harus menyajikan hidangan itu.
Leiji langsung membereskan piring piring kosong dan menyimpannya di depan kamar mereka agar nanti dibersihkan oleh para pelayan penginapan itu.
"Leiji kenapa semalam kau tidur bersamaku" ucap Long Tian sambil meminum teh herbal buatannya yang sudah di tuangkan oleh Leiji.
"Penguasa, aku tidak bisa tidur sendiri, kan aku biasa tidur dengan saudari saudariku" ucap Leiji sambil kemudian meminum teh herbal di gelasnya.
"Penguasa apakah aku mengganggu tidurmu" ucap Leiji kemudian.
"Leiji ingatlah untuk tidak tidur dengan laki laki selain aku, dan biasakan mengetuk pintu dulu bukan langsung masuk dan tidur di sebelahku" ucap Long Tian dengan ramah.
"Iya penguasa maaf, semalam aku sudah ketuk pintu tapi penguasa tidak membalasnya jadi aku langsung masuk saja, lagipula penguasa saja yang ada di dalam kamar itu dan aku tidak apa apa meski penguasa melakukan hal itu dengan ku" ucap Leiji dengan suara merdunya dan sangat mesra.
"Leiji apakah kau tau apa yang kau magsudkan" ucap Long Tian
"Penguasa, saya tentu saja tahu, Kan ada tertulis di salah satu kitab di menara ilmu tentang kewajiban seorang istri terhadap suaminya, di kitab itu kan dituliskan jika yang boleh melihat tubuh kita tanpa sehelai benang pun hanya suami saja jadi kami semua menganggap penguasa sebagai suami kami" ucap Leiji dengan polosnya dan sangat mesra.
Uhuk
Uhuk
Uhuk
Long Tian terbatuk batuk mendengar ucapan Leiji.
"Jadi kalian semua sekarang menganggap jika aku ini suami kalian semua" ucap Long Tian setelah meminum teh herbal buatannya yang dituangkan oleh Leiji.
"Itu benar penguasa, jadi kapanpun penguasa mau tidur bersama kami, kami siap koq" ucap Leiji dengan sangat polos sambil tertawa ringan.
"Leiji oh Leiji" ucap Long Tian sambil menggelengkan kepalanya.
"Ling-er bisa benar benar marah jika dia mendengar perkataan Leiji ini meski sudah aku jelaskan tentang 100 wanita jelmaan kuda terbang ini" ucap Long Tian dalam hatinya.
"Leiji kembalilah dulu ke dunia kecil dan nanti aku akan memanggilmu kembali jika aku sudah santai" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.
"Baik Penguasa" ucap Leiji sambil berdiri dan langsung di kirim oleh Long Tian ke dunia kecil.
"Leiji ini niatku menjadikan mereka sebagai pasukan khusus untuk menjaga Ling-er nanti di dunia bulan galaksi surgawi malah jadi seperti ini, berarti hanya pasukan Li Lian dan Li Mei saja sementara ini yang bisa untuk menjaga Ling-er, semoga saja seiring waktu dan sering nya mereka membaca di menara ilmu Leiji dan semua saudari angkatnya bisa lebih berperilaku layaknya manusia." Ucap Long Tian sambil berjalan ke arah jendela dan melihat kegaduhan di luar penginapan.
"Sepertinya pembersihan dunia ini telah berjalan lancar" ucap Long Tian yang melihat banyaknya prajurit kota yang meminta semua orang untuk kembali masuk ke dalam penginapan dan mengosongkan jalanan kota itu.
Tok
Tok
Pintu kamar Long Tian kembali ada yang mengetuknya dan Long Tian langsung membuka pintu kamar itu.
"Nona ada apa?" Tanya Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda, sesuatu terjadi dan Raja telah tiada bahkan menjadi abu, demikian juga banyak penduduk dan orang orang istana serta sekte sekte, jadi prajurit kota meminta agar tidak ada yang meninggalkan kota ini sampai besok pagi" ucap wanita muda itu dengan ramah menjelaskan.