Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Rumah makan 3


Cincin komunikasi Long Tian bercahaya dan langsung diberikan sedikit Qi olehnya.


"Gege, bisakah Gege menarikku ke tempat Gege saat ini, karena aku ingin mengenalnya, aku tau karena hati ku yang mengatakannya, tidak apa apa bukankah sudah terjadi" ucap Hao Ling melalui cincin komunikasi dan terdengar sangat mesra.


"Gege, maafkan aku" ucap Li Lian sambil menunduk.


Long Tian menarik nafas panjang dan langsung menteleportasikan Hao Ling ke hadapan mereka berdua.


"Ling-er, maafkan Gege" ucap Long Tian sambil tersenyum mesra ke Hao Ling.


"Kaka maafkan aku" ucap Li Lian.


Hao Ling tersenyum dan duduk di depan mereka berdua tidak ada sedikitpun amarah terlihat di wajahnya.


"Adik siapa namamu" ucap Hao Ling pelan namun ramah


"Kakak, namaku Li Lian" ucap Li Lian dengan masih menundukkan kepalanya.


"Lian-er nama kakak Hao Ling, biasa di panggil dewi bulan, kau bisa memanggilku Kakak ling-er saja ya" ucap Hao Ling dengan ramah.


"Gege sudah tidak apa apa, dan segera adakah pernikahan, nanti aku bantu mempersiapkan kamar untuk kalian di istana naga dan istana merah, setidaknya sekarang ada yang bisa menemani Gege sampai aku bisa kembali berkultivasi" ucap Hao Ling dengan ramah dan berpindah tempat duduk ke sebelah kanan Li lian karena di sebelah kirinya ada Long Tian.


Long Tian masih diam dia tidak mempercayai hal ini karena Hao Ling sama sekali tidak memarahi nya, meski dia tau jika Hao Ling tidak pernah marah dengannya.


"Lian-er kau bukan manusia dan bukan juga iblis serta bukan siluman jadi kau pasti Ras Peri" ucap Hao Ling sambil memainkan rambut Li Lian dan melihat Telinga Li Lian.


"Kakak ling-er bisa mengetahui nya, Gege saja tidak tau" ucap Li Lian dan Long Tian tampak kaget dengan mendengar hal ini.


"Gege dan kakak Ling-er iya sebenarnya aku Ras Peri" ucap Li Lian sambil tersenyum dan tampak jika telinga nya meruncing.


"Jadi tebakanku benar" ucap Hao Ling sambil tertawa ringan


"Lian-er" ucap Long Tian pelan sambil memundurkan badannya dan menyender di dinding dengan kaki yang di luruskan.


"Gege maaf aku tidak memberi tahu gege semuanya" ucap Li Lian sambil memutar badannya.


Hao Ling juga sama namun dia berpindah tiduran di paha Long Tian dan rambutnya langsung dimainkan oleh Long Tian.


"Gege, ayah dan ibuku berasal dari galaksi surgawi namun karena era kekacauan terjadi mereka meninggalkan Galaksi surgawi dan memilih dunia di galaksi ke dua puluh dua ini namun disini banyak ras iblis darah sehingga peperangan sering terjadi" ucap Li Lian sambil tersenyum melihat Hao Ling yang asik sendiri dengan Tombak Long Tian.


"Apakah di semua benua ada ras iblis darah, bagaimana kekuatan mereka" ucap Long Tian sambil meminta Li Lian duduk di sebelah kirinya.


"Gege, ras iblis masih dibawah Lian-er, di dunia ini lian-er yang paling kuat loh, tapi lian-er tidak bisa bergerak banyak karena memikirkan ayah dan ibu" ucap nya sambil bersandar di bahu Long Tian dan bukit Giok nya mengenai pipi Hao Ling yang tiduran di paha Long Tian.


"Gege Apa rencana Gege, jangan bilang mau terus di ruangan ini saja" ucap Hao Ling sambil membalikan wajah nya dan tertutup Bukit Giok Li Lian yang memang sedang bermain di luar.


"Ling-er kau sedang apa, sini duduk" ucap Long Tian melihat mulut Hao Ling yang penuh dengan pucak bukit, dan terlihat jika Li Lian menarik nafas panjang.


"Gege aku lupa ini sudah waktunya Chen-er minum susu jadi cepat kirim aku kembali ke istana merah" ucap Hao Ling dengan panik


"Ling-er nanti jika sudah selesai gege akan pulang" ucap Long Tian sambil tersenyum


"Iya ajak sekalian adik Lian-er" ucap Hao Ling mesra


Long Tian langsung menteleportasikan Hao Ling kembali ke istana merah dan dia kemudian berdiri dan mendekati jendela.


"Lian-er apakah peperangan ini melawan ras iblis darah atau perang lainnya" ucap Long Tian sambil tersenyum dan berdiri melihat keluar jendela.


"Gege, perang ini perang perebutan wilayah, dan banyak terjadi di benua ini sejak raja tiba tiba mundur dan melepaskan semua hak atas kota dan wilayah karena raja tidak memiliki anak" jawab Li Lian sambil berdiri mendekati Long Tian.


"Lian-er apakah tidak ada pakaian yang pantas kau gunakan sebagai istriku" ucap Long Tian sambil tersenyum mesra.


"Gege, baiklah lian-er akan menggunakan pakaian yang benar" ucap Li Lian sambil tersenyum dan mengganti pakaiannya di samping Long Tian.


"Bagaimana dengan penduduk disini apakah mereka berhati baik" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat tingkah Li Lian yang sedang berganti pakaian.


"Di kota ini penduduknya bisa dibilang baik, jika lian-er ingin ikut campur dalam perang maka akan membela kota ini, karena tuan kota juga sangat peduli dengan penduduk disini" jawab Li Lian yang sudah berganti pakaian.


"Lian-er kau lebih bagus berpakaian seperti ini, sekarang kau benar benar seperti permaisuri untukku" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat Li Lian.


"Iya Gege, lian-er janji pakai pakaian itu ke depan hanya untuk Gege seorang saja" jawab Li Lian sambil tersenyum dan berdiri di samping Long Tian.


"Lian-er apa pendapatmu tentang Penguasa 100 galaksi yang namanya sama denganku" ucap Long Tian pelan namun terdengar oleh Li Lian.


"Gege penguasa 100 galaksi adalah sosok yang disegani di dunia ini bahkan olehku dan kedua orang tuaku, bahkan setiap saat aku berdoa agar Penguasa 100 Galaksi menjemputku dan membawaku pergi dari sini" ucap Li Lian sambil tersenyum mesra.


Long Tian kemudian mengaktifkan kekuatan 100 galaksi dan membuat Li Lian langsung terpana selama beberapa saat dan langsung memeluk Long Tian dengan sangat erat.


"Lian-er, Gege tidak bisa bernafas" ucap Long Tian sambil berusaha melepaskan diri.


"Gege maaf, makasih sudah mengabulkan doa Lian-er" ucap Li Lian sambil melepaskan pelukannya.


"Lian-er bagaimana kau bisa naik tingkat setinggi ini" ucap Long Tian sambil kembali melihat jendela.


"Gege sebenarnya usia lian-er sudah tidak seperti sekarang, karena ayahanda memiliki dunia kecil dan waktu disana berbeda 500 tahun, jadi lian-er suka berlatih disana" jawab Li Lian.


"Lian-er ingat tidak ada lagi berpakaian seperti itu, mulai hari ini berpakaianlah layaknya istriku" ucap Long Tian dengan tegas.


"Iya Gege, lalu apa yang akan kita lakukan sekarang" ucap Li Lian dengan mesra.


"Lian-er dengan kultivasi mu di Tingkat Pencipta surgawi tahap akhir bukankah mudah untukmu menghabisi semua menyerang kota ini" ucap Long Tian sambil melihat kubah segel kuno di atas langit kota.