
"Long Tian dengarkan baik baik,
Sang Pencipta telah memilihmu untuk membantunya untuk menyelesaikan masalah penduduk di dunia dunia yang ada di seluruh galaksi ini.
Tugasmu akan semakin berat dan akan memiliki banyak rintangan namun tetaplah jalani dengan semangat.
Ras iblis darah telah merubah tatanan kehidupan manusia saat ini dan kedepannya menjadi tugasmu untuk kembali membuat ras iblis darah itu tetap hanya berada di galaksi mereka sendiri tidak bercampur dengan galaksi manusia.
Garis merah kehidupan tidak bisa dilanggar dan diubah, kebaikan dan keburukan akan selalu ada namun keseimbangan seluruh semesta harus selalu di jaga, manusia hidup di galaksi manusia dan ras iblis darah hidup di galaksi mereka"
Terdengar suara yang sangat menenangkan di telinga Long TianĀ seakan bahwa pemberi suara itu ada di depannya.
"Jika memang ini takdirku untuk membersihkan ras iblis darah dari semua galaksi dan menyegel kembali ras iblis darah di galaksi mereka maka akan aku lakukan untuk memperbaiki tatanan kehidupan semua umat manusia" ucap Long Tian pelan.
Cahaya emas itu menghilang demikian juga dengan petir petir emas semuanya menghilang namun jubah cahaya emas di bagian luar jubah cahayanya tidak menghilang bahkan kini tubuhnya memancarkan aura cahaya emas yang sangat menyejukkan siapapun yang melihatnya atau berada di dekatnya.
"Aku tidak tahu itu suara siapa dan apa yang akan terjadi kedepannya namun apapun yang terjadi kesempatan ini tidak akan aku sia siakan karena apapun yang terjadi ras iblis darah harus hilang dari 100 galaksi demikian juga dengan para pengikutnya, jadi inilah awal yang sebenarnya." Ucap Long Tian sambil berdiri dan menghilangkan kekuatan 100 galaksi.
Kini dia berdiri di atas tanah di pulau terlarang itu dan kakinya benar benar menginjak tanah.
"Malam sudah mulai terlihat dan sebaiknya aku beristirahat disini saja, sambil mencoba artefak kuil kuno buatanku" ucap Long Tian sambil tersenyum dan mengeluarkan sebuah artefak istana kecil yang lebih mirip dengan kuil kuno dengan bentuk hexagonal.
Long Tian melempar artefak itu dan perlahan artefak itu membesar dan membentuk sebuah bangunan kuno dengan hanya memiliki satu ruangan sebagai kamar tidur untuk Long Tian lengkap dengan kamar mandi dan ruang tamu yang cukup luasĀ dan memiliki teras yang sangat luas melingkari kamar nya dengan beberapa kursi dan meja terlihat, di teras itu juga memiliki pagar setinggi satu meter dengan dilingkari patung naga yang terbuat dari emas di bagian luarnya.
Dan antara mulut dan ekor naga yang melingkar itulah satu satunya akses masuk ke kuil kuno buatannya.
"Ternyata aku terlalu berlebihan sampai kuil kuno buatanku ini bisa seluas lima ratus meter" ucap Long Tian sambil melesat menaiki artefak kuil kuno buatannya yang melayang 10 meter di atas tanah dan duduk di teras nya.
Long Tian duduk di salah satu kursi yang ada disana dan di belakang kursi itu adalah ruangan yang menjadi kamarnya.
"Kuil kuno ini aku beri nama Kuil Naga emas sesuai dengan ukiran naga emas yang ku buat mengelilingi kuil ini" ucap Long Tian sambil mengarahkan kuil kuno untuk naik ke arah langit secara perlahan sehingga kini kuil naga emas sudah melayang lima ratus meter di atas tanah pulau terlarang dan bergerak melayang ke arah selatan dengan sangat pelan seakan terbawa angin.
"Sebaiknya aku mengaktifkan segel perlindungan kuil kuno ini, jangan sampai nanti aku lagi enak tidur ada yang menyerangku" ucapnya sambil mengaktifkan segel perlindungan dan segel pembalik serangan yang memang ada di kuil naga emas, selain itu juga kuil naga emas memiliki segel penyerangan dan segel ilusi yang jika diaktifkan akan membuat kuil Naga Emas tidak terlihat oleh siapapun.
"Sepertinya lebih baik aku mandi dan istirahat, meregenerasi lautan sangat membuatku lelah" ucapnya sambil melangkah ke kamar mandi nya.
Waktu berlalu dan kini matahari pagi kembali bersinar, Long Tian sendiri sudah duduk di teras kuil naga emas memandangi lautan, dan dia melihat jika di jarah 10 kilogram di depannya ada sebuah benua yang sangat hijau dengan banyaknya pegunungan disana.
"Sebaiknya aku menyimpan kuil naga emas ini, entah kenapa seperti berjalan jalan di benua ini sangat menarik minatku" ucap Long Tian sambil berdiri dan melayang ke luar kuil naga emas.
Long tian kini sudah melayang di luar kuil naga emas dan dia memandang kuil naga emas lalu tangan kanannya diangkat lurus ke depan dengan telapak tangan menghadap ke atas dan terlihat jika kuil naga kuno kini mulai mengecil dan melayang ke arah telapak tangannya.
Long tian menyimpan artefak kuil naga emas di cincin dimensinya dan kemudian berteleportasi ke pantai terdekat dengan posisinya saat ini.
Kini dia berdiri di pantai seorang diri dan mulai berjalan memasuki hutan yang sangat lebat dengan pepohonan besar yang ada disana.
"Hutan ini benar benar asri namun entah kenapa aura kematian ini sangat mendominasi seakan akan banyak terjadi pembunuhan disini atau ada seseorang yang telah membunuh jutaan jiwa" ucap Long Tian sambil terus melangkah memasuki bagian dalam hutan itu.
Beberapa kali Long Tian menggunakan pengendalian Alam untuk membuat jalan untuknya mengingat hutan itu sangat lebat dan banyaknya ilalang di antara pepohonan disana.
"Hutan ini seakan tidak pernah terjamah oleh manusia setidaknya area yang aku masuki ini, dan semakin kedalam aura kematian itu semakin kuat bahkan aura naga ku saja sedikit tertekan oleh aura kematian ini." Ucap Long Tian berbicara sendiri sambil terus berjalan seorang diri di hutan itu.
Cincin komunikasi bersinar dan Long Tian langsung mengalirkan sedikit qi nya.
"Penguasa apakah para jenderal harus membawa para pemimpin dunia ke dunia naga untuk menunggu anda" ucap Long Yu melalui cincin komunikasi.
"Kakek Yu, sampaikan bahwa nanti jika kita sampai di galaksi ke lima puluh baru akan ada pertemuan untuk yang belum melakukan kontrak jiwa dengan ku" ucap Long Tian membalas pesan melalui cincin dimensi.
"Baik Penguasa, dan dilaporkan bahwa saya sudah mematikan gerbang dimensi lintas galaksi yang menuju dunia jiwa anda menyimpan gerbangnya, dikarenakan sudah tidak ada bawahan shi ju disana" ucap Long Yu.
"Kakek Yu terima kasih, semoga apa yang saya lakukan bisa membawa perubahan untuk semuanya" balas Long Tian berbicara melalui cincin komunikasi.
"Baik Penguasa hamba mohon diri" ucap Long Yu melalui cincin komunikasi.
Long Tian kini duduk di sebuah batang pohon yang tumbang di tengah hutan itu dan dia merasakan bahwa aura kematian itu sudah semakin menekannya.