Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Nenek Tua, Zan Lie


Long Tian menghilang dari pandangan mereka semua, dan kini melayang di angkasa di atas dunia Zan.


"Semoga dengan musnahnya ras iblis darah di semesta ini dan adanya mata pencaharian baru penduduk dunia Zan ini bisa menjadi makmur" ucap Long Tian berbicara sendiri.


Long Tian kemudian melesat ke arah timur laut dan dia masih menggunakan kekuatan Galaksi


Long Tian Memasuki langit sebuah Dunia yang besar dan hanya ada satu benua disini.


"dunia ini merupakan Dunia terbesar di semesta ini dan tidak ada ras Iblis darah di Dunia ini." Ucap Long Tian berbicara sendiri dam kemudian dia menghentikan kekuatan galaksi dan berteleportasi ke sebuah pantai disana yang memiliki banyak kapal bersandar.


"Desa nelayan ini cukup hidup dan makmur" ucap Long Tian dalam hatinya sambil berjalan di pinggir pantai menuju ke sebuah kedai makan di jarak satu kilometer darinya.


…..


Long Tian memasuki kedai tersebut dan kemudian dia duduk di dekat jendela satu satunya yang ada di kedai itu. Kedai itu tidak memiliki pengunjung lain selain dirinya.


"Tuan muda apakah anda ingin memesan makanan kami" ucap seorang Nenek Tua yang merupakan satu satunya orang disana selain Long Tian.


" Benar Nek, saya habis perjalanan jauh jadi sangat lapar Nek, bisakah nenek memasakan makanan yang banyak untukku" jawab Long Tian dengan ramah.


" Tuan muda tunggulah sebentar" ucap Nenek Tua tersebut sambil tersenyum dan melangkah pelan ke arah dalam kedai.


Empat puluh menit kemudian, Nenek itu kembali dan membawa beberapa piring makanan yang semuanya adalah hasil laut.


"Tuan muda silahkan, maaf hanya ada hasil laut di kedai nenek, dan maaf nenek tidak menjual arak" ucap Nenek Tua tersebut.


"Terimakasih Nek, saja juga memang tidak meminum arak, jika boleh saya minta di buatkan Teh saja Nek" ucap Long Tian kembali.


"Baik sebentar Tuan muda" Nenek Tua tersebut masuk kembali kedalam dan kembali lagi dengan membawa sebuah Poci Teh yang masih panas dan satu gelas nya.


Long Tian yang memang sudah sangat lama tidak makan makanan laut hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk menghabiskan semuanya dan lagi dikarenakan masakan nenek ini mengalahkan rasa masahan Hao Wenji di kediamannya atau para koki istana.


"Nek bisakah saya memesan lagi makanannya yang isi sudah habis soalnya" ucap Long Tian sambil tersenyum ke nenek Tua pemilik kedai tersebut yang duduk di dekatnya


"Sebentar Tuan Muda" ucap Nenek Tua itu dan langsung melangkah menuju ruang dapur nya.


Long Tian menuang teh nya dan dia mencobanya meminumnya……. 


"Teh ini sangat nikmat dan teh ini bisa mengembalikan stamina dengan cepat, kultivasi nenek itu juga sudah di Penguasa bumi tahap akhir, pasti ada rahasia besar disini" ucap Long Tian sambil menikmati teh tersebut.


Lima puluh menit Long Tian menanti pesanan keduanya dan Nenek itu kembali dengan membawa pesanannya dan dengan jumlah banyak dan juga mengganti Poci Teh dengan yang lebih besar.


Long Tian benar benar memanjakan perutnya karena makanan ini adalah makanan terenak yang dia rasakan sejak di berjuang sendirian.


Meski suaranya pelan tapi Nenek Tua tersebut mendengarnya dengan jelas.


"Tuan Muda , kenangan masa lalu yang kembali adalah pertanda bahwa Ibunda Tuan muda juga sedang mengingat Tuan muda, Yakinlah bahwa orang tua tuan muda akan sangat bangga dengan Tuan Muda sekarang" ucap Nenek Tua tersebut.


Long Tian tersenyum ramah dan menghapus air matanya dengan tangan nya.


"Nek, kemana suami dan anak anak Nenek" Ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan Muda anak dan suami Nenek sudah lama meninggalkan dunia, dan Nenek sekarang hidup sendiri di kedai ini" Jawab Nenek Tua tersebut sambil membereskan piring bekas makanan Long Tian dan menyimpannya didalam.


Nenek Tua tersebut kembali dan duduk di depan Long Tian.


"Nek, Teh buatan Nenek ini sangar berbeda karena sangat cepat mengembalikan stamina, boleh saya membeli dalam jumlah yang banyak untuk saya bawa.


"Tuan Muda maaf semua Teh sudah habis dan hanya tersisa yang ada di depan tuan muda saja, Teh itu terbuat dari rumput jiwa dan teratai lima warna yang semuanya berusia 100 tahun dan itu yang terakhir kali Nenek Tua ini bisa membuatnya karena kini sudah tidak memiliki bahan lagi" ucap Nenek Tua Tersebut sambil tersenyum.


" Nek makanan masakan nenek sangat enak bahkan mengingatkan ku tentang masakan ibuku yang telah wafat, tapi kenapa kedai nenek ini sepi" ucap Long Tian.


" Tuan muda saat ini penduduk desa ini sedang dalam kondisi kesusahan jadi mungkin mereka semua makan di rumah mereka masing masing" ucap Nenek Tua tersebut.


" Kesusahan apa Nek, jika mungkin saya akan membantunya" ucap Long Tian.


" Tuan Muda namanyu Zan Lie dan aku berasal dari Dunia Zan, dan karena suami orang dunia ini maka aku memilih ikut ke Dunia ini, tetapi 10 tahun  yang lalu Penguasa dunia ini meninggal dunia dan pangeran pertama naik tahta akan tetapi kebijakan Penguasa baru dunia ini tidak berpihak lagi kepada kami, kami semua yang dulunya tinggal di ibukota di usir oleh istana dan kami semua membuka desa ini dan desa desa lainnya, tetapi masalah tidak berhenti disana , Raja dunia ini bahkan memasang pajak senilai 100 koin emas perdesa dan 250 koin emas per kota, setiap awal bulan prajurit datang untuk mengambil uang pajak dan jika tidak maka mereka akan mengambil barang berharga bernilai lebih dan didesa ini mereka mengambil kapal nelayan" ucap Zan Lie.


" Apakah nenek kenal dengan Zan Wo" ucap Long Tian


"Zan Wo adik saya Tuan Muda, dia penguasa dunia Zan" ucap Zan Lie dengan bersedih


" seandainya Aku bisa kembali ke Dunia Zan" ucap Zan Lie kembali.


Long Tian hanya diam dan menuang teh nya dan meminumnya perlahan sambil bertelepati ke Zan Wo.


"Zan Wo, siapa Zan Lie untukmu?" Ucap Long Tian melalui telepati.


"Penguasa Zan Lie kakak hamba dan sudah hampir 100 tahun kami tidak bertemu" jawab Zan Wo.


"Apa kau sedang sibuk" ucap Long Tian kembali melalui telepati.


"Tidak  Penguasa, saya hanya sedang berbincang dengan Paman Yu kami baru selesai memasang Gerbang Dimensi untuk ke dunia naga dan saya juga sudah memasang menara 250 dunia" jawab Zan Wo.