
Waktu berlalu dan kapal Kerajaan Long Tian sudah sampai di dunia Dewa Takdir, Long Tian sengaja tidak menurunkan kapalnya tetapi tetap melayang di atas langit sebelum ibukota Istana Dewa Takdir.
"Penguasa, kita sudah dekat dengan istana Dewa Takdir, kenapa kita berhenti?" Long Dang yang penasaran bertanya kepada Long Tian.
"Paman Dang, kita sebaiknya menunggu mereka mengizinkan kita untuk turun, meski mereka mengenal Paman tapi mereka tidak mengenalku dan kapal kerajaan ku" Jawab Long Tian dengan santai dan masih duduk di kursinya.
"Baik Penguasa" Jawab Long Dang dengan bangga akan sikap sopan dan santai Long Tian.
Beberapa saat kemudian tampak satu kapal perang mendekati mereka…..
"Mohon perkenalkan diri anda dan tujuan anda" ucap seorang pria paruh baya berpakaian Jenderal perang.
Long Dang hendak berbicara tapi di tahan oleh Long Tian.
"Saya Long Tian, Penguasa Semesta Penciptaan" Jawab Long Tian sambil melayang dan mengeluarkan aura penguasa dan cahaya beraneka warna kembali mengelilingi nya.
Jenderal tersebut mengenali cahaya tersebut dan langsung berlutut di angkasa.
"Hormat kepada Penguasa" ucap Jenderal tersebut.
"Jenderal saya ingin bertemu dengan pemimpin dunia ini" ucap Long Tian dan tampak Mahkota Penguasa yang terbuat dari emas dan permata melingkar di kepalanya.
Long Tian tampak sangat gagah dan mendominasi sebagai seorang Penguasa sampai Long Yu dan Long Dang ikut terpesona.
"Penguasa silahkan anda mengikuti kami ke Istana" ucap Jenderal tersebut. Sambil kembali ke Kapal perangnya dan bergerak menuju istana dewa Takdir.
Long Tian kembali ke Kapal Kerajaan nya dan kapalnya langsung bergerak mengikuti kapal perang tersebut.
"Penguasa kenapa anda jarang sekali menggunakan mahkota anda" Ucap Long Yu yang masih terpukau dengan Sosok Long Tian.
"Paman Yu, jika aku selalu menggunakan mahkota ku maka aku takutnya Paman Yu akan menyukai ku, sedangkan aku sudah beristri dan tidak menyukai laki laki" jawab Long Tian dengan polos mencandai Long Yu.
Long Dang yang mendengarnya langsung tertawa lepas dan Long Yu tersenyum masam.
Kapal mereka memasuki ibukota dunia itu dan terus bergerak menuju Istana.
Beberapa saat kemudian mereka sampai di Istana Dewa Takdir, dan kapal mereka pun turun di halaman istana.
Long Tian memerintahkan prajurit perang untuk tetap berada di dalam kapal kerajaannya, dia kemudian turun bersama Long Yu dan Long Dang.
"Penguasa silahkan ikuti saya, Yang Mulia Dewa Takdir sudah menunggu anda di aula utama Istana" Ucap Jenderal tersebut meminta Long Tian mengikuti nya dengan nada yang sopan dan ramah.
Long Tian mengangguk dan mengikuti Jenderal tersebut dan di belakangnya tampak Long Yu dan Long Dang mengikutinya.
Mereka sampai di aula utama istana dewa Takdir, dan Long Tian masih dalam kondisi menggunakan kekuatan semesta dan mahkota nya.
Long Tian berjalan memasuki aula utama istana itu dan saat dia memasukinya semua yang ada didalam ruangan itu langsung berlutut dan memberikan sujud tiga kali kepada Long Tian sebagai penghormatan.
"Salam Hormat untuk Penguasa Semesta" ucap Dewa Takdir dan juga yang lainnya yang ada di ruangan itu.
Semua bangkit kecuali Dewa Takdir yang sudah membuka pertahanan jiwa nya.
Long Tian yang menyadari ini langsung memberikan kontrak jiwa kepada Dewa Takdir.
"Terima kasih Penguasa, Hamba Long Ma Memberi hormat kepada Penguasa" Ucap Hong Ma Sang Dewa Takdir.
" Bangunlah Hong Ma" Ucap Long Tian.
Hong Ma pun berdiri dan mempersilahkan Long Tian duduk di singgasana nya dan ditolak oleh Long Tian.
"Hong Ma, meski ini dunia ku, tapi kau adalah pemimpin yang ku pilih duduklah" ucap Long Tian dan duduk di kursi terdeat dengan Singgasana.
Hong Ma sang Dewa Takdir kemudian duduk di sebelah Long Tian dan di ikuti oleh Long Yu dan Long Dang yang duduk di samping nya.
"Saya Long Tian, keturunan terakhir dari Leluhur Long Xi dan sebagai Penguasa Semesta Penciptaan berharap semua yang ada disini bisa membantuku terutama dirimu Hong Ma" ucap Long Tian pelan dan sopan namun sangat berwibawa dan terdengar oleh semuanya.
"Penguasa, apakah ada yang kami bisa lakukan untuk anda" jawab Hong Ma dengan ramah.
"Dewa Takdir, apakah bisa reinkarnasi di diketahui?" Ucap Long Tian sambil memandang hangat ke Dewa Takdir Hong Ma
"Penguasa, Benang merah sudah tertulis dan kita bisa melihatnya, jika hamba boleh mengetahui Reinkarnasi siapakah yang Penguasa ingin ketahui?" Ucap Dewa Takdir Hong Ma.
" Ayah dan Ibu ku, setidaknya hanya ini yang bisa ku lakukan untuk mereka." Jawab Long Tian dan terlihat kesedihan mendalam dimatanya.
Hong Ma membuat gerakan tangan dengan sangat cepat dan bahkan Long Tian tidak dapat mengetahui semua gerakannya, Sebuah bola cahaya sebesar telapak tangan terlihat melayang di depan Hong Ma
"Penguasa mohon berikan setetes darah anda" Ucap Hong Ma dengan Sopan.
Long Tian menggigit ujung jari nya dan setetes darah emasnya langsung melayang ke arah bola cahaya di kirim dengan kekuatan Qi emasnya.
Long Yu dan Long Dang tampak takjub dengan hal ini.
Bola cahaya tersebut bersinar terang dan kemudian membesar, dan terlihat jelas di dalam bola cahaya tersebut orang tua dari Long Tian dan Long Tian sendiri saat baru lahir bagaimana orang tuanya sangat menyayanginya dan terlihat bagaimana usaha orang tuanya yang benar benar berusaha keras agar Long Tian mendapatkan hal hal yang selalu dia dapatkan selama dia bersama orang tuanya.
Kemudian dia melihat saat dia berpamitan kepada orang tuanya untuk bermain dan mencari ikan di sungai.
Itu adalah saat saat Long Tian terakhir kalinya melihat kedua orang tuanya masih hidup.
Long tian melihat bahwa pada saat para perampok tengkorak mendatangi desa nya kedua orang tuanya berusaha melawan para perampok tengkorak dan ayahnya berhasil melukai beberapa orang perampok tengkorak.
Long Tian melihat ayah ibunya terluka sangat parah akibat hal tersebut.
Kemudian terlihat adegan bagaimana para perampok tengkorak menyiksa kedua orang tuanya yang sudah tergeletak tak berdaya di tanah dan menghabisi nyawa kedua orang tuanya dengan sangat sadis.
Long Tian sendiri tampak bersedih melihat hal ini, dia bersedih karena dia tidak cukup memiliki keberanian untuk kembali ke masa lalu untuk merubah takdir ini karena akan merubah banyak hal jika ia melakukannya.
Adegan demi adegan pertanggungjawaban amal keburukan dan kebaikan kedua orang tuanya pun terlihat dan kini terlihat bahwa kedua orang tuanya sedang berdiri bersama jutaan orang lainnya dan leluhur Long Xi dan Leluhur Long Wang juga ada di sebelah orang tuanya yang sedang sama sama menanti proses Reinkarnasi.