Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
kurang berolahraga


"Ras iblis darah ini benar benar bukan ahli strategi, mereka mengirim pasukan terkuat untuk menginvasi dunia lain tapi mereka tidak mengamankan dunianya sendiri" ucap Long Tian berbicara sendiri karena sejak mereka datang tidak ada satupun yang benar benar menjadi lawan dari pasukan perangnya.


Lima jam sudah berlalu dan kini di dunia ini sudah tidak ada lagi ras iblis darah ataupun manusia pengikutnya, yang ada hanya Long Tian dan bawahannya saja.


"Penguasa, sudah beres apakah anda bisa membuatkan jalan untuk kami membersihkan dunia kecil di dalam artefak menara, karena saya sudah mendapatkan enam artefak menara" ucap Xuan Li bertelepati ke Long Tian sambil duduk di reruntuhan istana.


Long Tian langsung berteleportasi ke dekat Xuan Li dan kali ini tidak ada yang kaget karena mereka semua tau jika yang muncul adalah penguasa mereka.


"Mana menara yang kau temukan" ucap Long Tian sambil duduk di sebelah Xuan Li


Xuan Li tidak menjawabnya namun memberikan enam artefak menara.


Satu persatu di periksa oleh Long Tian dengan mata emasnya dan hanya empat dunia kecil didalam artefak menara itu yang berisi ras iblis darah.


"Yang dua ini berisi dunia kecil yang kosong, sedangkan yang empat ini penuh dengan ras Iblis darah" ucap Long Tian sambil memberikan kedua artefak menara yang isi dunia kecilnya kosong tanpa adanya makhluk hidup apapun.


Xuan Li menerimanya dan langsung menyimpannya di cincin dimensi miliknya.


"Xuan Li apa kau masih mau mengosongkan empat dunia kecil ini, bukankah kau sudah memiliki dua dunia kecil sekarang" ucap Long Tian sambil tetap melihat isi dunia kecil di dalam artefak menara dengan mata emasnya.


"Penguasa, saya hanya mau satu saja, yang lima nantinya buat bawahan mu yang lain, jadi bisa membawa pasukan mereka kemanapun mereka pergi, tidak harus semua berkumpul di dunia naga lagi" ucap Xuan Li sambil tersenyum melihat Shi Ju dan Hu Qiu yang duduk bersama para prajurit di dekatnya.


"Baiklah jika demikian, mau kau yang kosongkan apa aku yang kosongkan dunia dunia kecil ini" ucap Long Tian sambil memainkan empat artefak menara yang masih menjadi miniatur itu.


"Pasukaaaaaaan, yang masih mau berolahraga segera berbaris di depan ku" ucap Xuan Li pelan namun dengan menggunakan Qi mendalamnya sambil tetap duduk di samping Long Tian.


Tidak ada satupun yang tidak merespon ucapan Xuan Li, semuanya kini bergerak dan berbaris, bahkan yang berada di kapal perang juga semua turun dan ikut berbaris setelah Mereka mengecilkan kapal perang dan menyimpannya di cincin dimensi mereka.


Tidak sampai 10 menit semua pasukan sudah berbaris dengan rapi dan terlihat jika Shi Ju dan Hu Qiu berdiri paling depan.


"Penguasa sudah lihat sendiri, mereka masih kurang olahraga" ucap Xuan Li sambil tertawa ringan


"Shi Ju dan Hu Qiu kalian masih mau ikut apa mau menemani ku disini" ucap Long Tian yang masih duduk di samping Xuan Li


"Penguasa, tentu saja kami akan ikut berolahraga" ucap Shi Ju dan Hu Qiu mengangguk anggukkan kepalanya.


Long Tian tersenyum dan berdiri lalu mengeluarkan Gerbang dimensi lintas galaksi, dia memasang gebang dimensi itu di samping kirinya yang kosong dan dia kemudian menghubungkan Gerbang dimensi nya itu dengan Dunia kecil di salah satu artefak menara.


Xuan Li langsung berdiri dan mendekati Gerbang dimensi itu dan bersiap memasuki nya.


"Pasang ini di sana jika kalian sudah selesai agar bisa kembali kesini" ucap Long Tian sambil menyimpan empat artefak menara dan memberikan satu artefak gerbang dimensi yang terhubung dengan gerbang dimensi di depannya namun masih menjadi miniatur.


Long Tian menggerakkan tangannya dan kini gerbang dimensi bersinar pertanda siap digunakan.


"Kalian berhati hatilah, aku akan menunggu disini" ucap Long Tian dengan ramah dan menggunakan Qi mendalamnya.


"Pasukan, ikuti aku, kita akan berolahraga" ucap Xuan Li dengan menggunakan Qi mendalamnya sambil melangkah memasuki Gerbang dimensi.


Di ikuti oleh Shi Ju dan Hu Qiu baru Kemudian 50 juta prajurit bawahan Xuan Li juga secara rapi memasuki gerbang dimensi itu.


Memerlukan waktu tiga puluh menit untuk semua pasukan itu memasuki gerbang dimensi dan kini gerbang dimensi sudah meredup pertanda bahwa tidak ada yang menggunakan.


Long Tian melihat sekelilingnya dan mencoba mencari tahu apakah ada harta tertinggal yang belum dibersihkan oleh pasukan perangnya namun tidak mendapatkannya apapun.


"Mereka benar benar melakukan pembersihan" ucap Long Tian yang masih berdiri di samping gerbang dimensi dan ia kemudian mulai melayang naik ke atas dan berhenti 500 meter di atas gerbang dimensi.


"Pengendalian Alam, Tanah telanlah" ucap Long Tian sambil menggerakkan tangannya dan terlihat jika kini tanah mulai bergerak dan merobohkan semua yang ada di atasnya, namun tanah sekitar gerbang dimensi tidak sama sekali bergerak.


Perlahan namun pasti, kini semua bangunan buatan ras iblis darah dan manusia pengikutnya roboh dan hancur dan mulai tertelan oleh tanah.


Long Tian melesat ke atas awan dan kini dia 100 meter di atas Awan.


"Pengendalian Alam, hujan turunlah" ucap Long Tian sambil menggerakkan tangannya.


Awan mulai menghitam dan langit langsung menjadi gelap, siang itu hujan turun di dunia itu dengan derasnya, memberikan ketenangan untuk dunia itu.


Long Tian kemudian mengeluarkan satu artefak menara dari empat artefak menara, dia melihat memegang artefak menara itu dan melihat isinya dengan ilmu mata emas dan melihat jika Xuan Li dan semua pasukan nya sedang menghapus semua ras iblis darah di dunia kecil itu satu persatu.


"Dendam kalian semua terhadap ras iblis darah benar benar menjadi pemicu semangat kalian" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil kembali menyimpan artefak menara itu di dalam cincin dimensinya, karena sudah ada Gerbang dimensi yang terpasang jadi artefak menara itu tidak perlu selalu diluar atau di pegang.


Sudah dua jam hujan yang sangat deras terjadi di semua bagian dunia itu dan tanah benar benar sudah basah oleh air hujan.


"Hujan berhentilah" ucap Long Tian pelan.


Perlahan awan kembali membiru dan hujan pun berhenti, Langit pun kembali cerah dengan sinar matahari menyinari dunia itu.


Dunia ini sangat besar semoga nantinya dunia ini bisa menjadi dunia yang tenang untuk manusia yang berhati baik dan tidak membuat kerusakan yang terlalu parah terhadap dunia ini.


Tapi sebaiknya aku membiarkan sementara dunia ini tetap kosong dan biarkan takdir langit saja yang menentukan siapa yang akan mengisi dunia ini nantinya.