
"Tuan maaf apakah nama desa ini, dan kultivasi anda saat ini sudah di dao surgawi tahap akhir apakah semua warga desa ini memiliki kultivasi seperti anda" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda, sejak anda datang saya sama sekali tidak merasakan aura jika anda berkultivasi namun dengan anda memberikan saya Pil Penyembuh tingkat dewa dan Teh Herbal yang merupakan sumber daya tingkat tinggi saya yakin anda ada di atas saya, dan Nama desa ini adalah Desa sungai naga, karena desa ini awalannya dikelilingi oleh dua sungai yang jika dilihat dari atas maka akan seperti dua naga yang sedang menjaga desa ini, mengenai warga desa ini, iya kami semua adalah kultivator namun kami berjuang begini dengan satu tujuan hidup saja sesuai pesan para leluhur kami" ucap pria sepuh itu sambil tersenyum ramah.
"Jika demikian apakah saya boleh mengetahui apa itu Tuan" ucap Long Tian dengan ramah sambil meminum sedikit teh nya.
"Leluhur kami berpesan agar kami memiliki kultivasi setinggi tingginya agar jika suatu hari nanti penguasa 100 galaksi datang kami bisa menjadi benteng pertahanan terluar untuk penguasa, itulah pesan para leluhur kami selama ratusan juta tahun" ucap pria sepuh itu dengan ramah dan terlihat jika seorang wanita sepuh mulai memasuki halaman rumah itu dan mendekati mereka berdua dengan membawa dua ayam hutan yang sudah diikat, Wanita sepuh ini juga memiliki kultivasi dao surgawi tahap akhir.
"Suami ku ternyata ada tamu, Tuan muda maaf jika sambutan keluarga kami tidak membuat anda berkenan, tunggulah sebentar biar saya masak dulu ayam ini" ucap wanita sepuh itu dengan sangat ramah dan langsung melesat masuk kedalam rumahnya.
"Istriku masak yang enak buat kita dan Tuan muda ini" ucap pria sepuh itu.
"Tuan, Jadi semua warga desa disini mempersiapkan diri untuk menjadi pasukan Penguasa 100 galaksi" ucap Long Tian dengan ramah.
"Benar tuan muda, disini semuanya mempunyai tingkatan yang sama meskipun demikian kami sangat kompak dalam pertarungan jadi bisa melawan satu atau dua tingkat di atas kami" ucap pria sepuh itu dengan ramah.
"Hari ini sudah mulai malam, padahal rencana saya ingin melihat aliran sungai itu" ucap Long Tian sambil tersenyum.
"Tuan muda jika anda berkenan malam ini boleh menginap di kamar bekas anak saya" ucap pria sepuh itu dengan ramah.
"Tuan kemana anak anda" ucap Long Tian sambil tersenyum.
"Anak saya ada di rumah nya di kampung para junior di bagian belakang desa ini" ucap pria sepuh itu dengan ramah.
"Tuan tidak mengenal saya namun anda menerima saya dengan baik, sungguh anda berjiwa baik, dengan kultivasi tinggi kalian semua di desa ini malah memilih tetap bertahan disini, saya sangat bangga dengan kalian semua" ucap Long Tian dengan penuh penghormatan.
"Tuan muda, dunia ini sangat kacau dan hanya di desa ini saja yang tidak dimasuki oleh aliran hitam, dan kami disini memiliki segel perlindungan peninggalan leluhur kami siapapun yang berniat jahat yang memasuki areal desa desa kami ini mulai pinggir sungai maka lonceng desa ini akan berbunyi dan saat anda kesini lonceng itu tidak berbunyi jadi saya pun tahu jika Tuan muda adalah orang baik" ucap Pria sepuh itu dengan ramah.
"Tuan saya akan kabulkan keinginan kalian semua tentang hujan itu, mohon tunggu sebentar" ucap Long Tian sambil tersenyum dan berdiri lalu melayang ke halaman rumah itu.
Long Tian kini sudah di halaman rumah itu dan dia melayang satu meter di atas tanah dengan kekuatan 100 galaksi yang sudah digunakan.
Pria sepuh itu melihat Long Tian dengan kekuatan 100 galaksi langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian.
Langit sore itu mendadak sangat gelap, dan petir bersahut sahutan pertanda akan turun hujan, semua penduduk desa itu keluar dari rumah mereka dan sebagian melihat Long Tian yang sedang melayang satu meter di atas tanah dengan menggunakan kekuatan 100 galaksi persis dalam cerita leluhur mereka namun memiliki aura emas yang sangat menyejukan dan langsung berlutut serta bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian.
Air mulai menetes dan terus menetes, dunia itu semuanya mengalami hujan dengan derasnya, semua penduduk desa kini bersorak gembira karena dua hal yaitu kedatangan Long Tian dan juga karena turunnya hujan.
Long Tian mengatur agar hujan itu turun setiap hari selama dua jam tiap harinya untuk dunia itu dengan waktu yang berbeda karena dia menginginkan hujan turun hanya di saat semua penduduk sedang beristirahat.
Long Tian sama sekali tidak basah terkena hujan itu karena aura cahayanya melindungi dirinya, dia langsung kembali melayang ke teras rumah pria sepuh dan melihat jika istri pria sepuh juga sudah berlutut di samping pria sepuh itu menunggu Long Tian.
"Kalian berdua bangunlah, dan bukankah Nyonya tadi sedang memasak ayam untuk kita nikmati bersama" ucap Long Tian dengan ramah sambil duduk kembali di kursinya dengan kembali menghilangkan kekuatan 100 galaksinya.
"Penguasa hamba pamit, melanjutkan masaknya" ucap istri pria sepuh itu dengan ramah dan langsung berdiri lalu melesat ke dalam rumahnya.
Pria sepuh itu juga kembali duduk di depan Long Tian dengan hormat.
"Tuan siapa nama anda, saya rasa anda sudah tahu siapa nama saya" ucap Long Tian dengan ramah.
"Penguasa nama saya Ren Tu dan istri saya Ren Ni, saya juga kepala desa di desa ini, maaf kedatangan penguasa tidak mendapatkan penghormatan dari kami semua" ucap pria sepuh itu dengan ramah dan sangat sopan.
"Ren Tu bukalah pertahanan jiwamu" ucap Long Tian dengan ramah dan Ren Tu langsung membuka pertahanan jiwanya.
Long Tian memberikan kontrak jiwa kepada Ren Tu karena Ren Tu sudah diketahui mempunyai jiwa yang baik dan kultivasi tinggi serta sangat percaya dengannya.
"Terima kasih Penguasa sudah berkenan menjadikan hamba bawahan penguasa, kami di desa ini akan selalu menjadi benteng pertahanan terluar untuk penguasa dan kami juga akan ikut kemanapun anda pergi, kami semua rela mengorbankan nyawa kami untuk anda" ucap Ren Tu sambil berlutut dan bersujud tiga kali
"Ren Tu bangunlah dan duduk kembali" ucap Long Tian dengan ramah sambil merubah panggilannya untuk menghargai dan mengakui Ren Tu sebagai bawahannya.
"Baik Penguasa, terima kasih" ucap Ren Tu sambil kembali duduk di kursinya.
"Ren Tu ada berapa orang di desamu ini dan bagaimana kekuatan kultivasi mereka semua" ucap Long Tian dengan ramah.