
"Apakah ada berita tentang para perampok itu" ucap pria sepuh lainnya.
"Terakhir mereka berhasil kabur dan masuk kedalam hutan kabut namun aku tidak tahu bagaimana lagi lanjutannya karena kepala desa melarang kami untuk mengejarnya" ucap seorang pria sepuh lainnya.
"Tindakan kepala desa sudah benar, kita tidak bisa membahayakan para penduduk desa jika harus berurusan dengan pihak hutan kabut, bukankah masih tidak ada yang bisa keluar selamat dari hutan kabut itu" ucap pria sepuh lainnya
"Kau benar semoga saja para perampok itu bukan orang orang hutan kabut karena jika mereka merupakan bagian dari hutan kabut maka kita hanya bisa membunuhnya saat mereka menyerang desa kita ini saja" ucap pria sepuh lainnya dan Long Tian melihat jika semua pengunjung di rumah makan itu memiliki kultivasi tingkat pencipta dengan paling rendah di tingkat pencipta bumi tahap awal sedangkan tertinggi ada di tingkat pencipta semesta tahap awal.
"Jadi sungai yang mengering itu sampai juga ke desa ini, setidaknya kehidupan masyarakat desa ini masih jauh lebih baik dari pada desa sebelumnya" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melihat jika wanita pemilik rumah makan itu datang bersama dua orang wanita muda membawa banyak hidangan untuknya.
"Tuan muda, maaf jika anda menunggu lama, silahkan dinikmati masakanku ini, ini semua aku buat khusus untukmu saja seorang" ucap wanita pemilik rumah makan itu dengan ramah sambil menyajikan hidangan pesanan Long Tian itu.
"Nyonya, terima kasih saya yakin masakan anda ini sangat nikmat untuk saya" jawab Long Tian sambil tersenyum hangat ke wanita tersebut.
"Tuan muda saya permisi dulu jika ada apa apa jangan sungkan untuk menyampaikan nya kepada saya" ucap wanita pemilik rumah makan itu dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Long Tian lalu meninggalkan Long Tian lagi bersama kedua wanita muda itu.
Long Tian kemudian mulai memakan hidangan yang disajikan itu dengan lahapnya.
"Benar benar nikmat, bahkan daging rusa ini dia rebus dahulu dengan air jahe sehingga rasanya menjadi sangat nikmat" ucap Long Tian dalam hatinya sambil menikmati makanannya dengan tetap mendengarkan pembicaraan pembicaraan pengunjung rumah makan itu.
Memerlukan waktu hampir setengah jam untuk Long Tian menghabiskan semua hidangan itu karena selain banyak dia juga sambil mendengarkan pembicaraan pembicaraan pengunjung lainnya.
"Nyonya, berapa saya harus membayar untuk semua hidangan enak yang anda sajikan ini" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat saat wanita pemilik rumah makan itu mendatangi nya untuk membersihkan semua piring kosong di atas mejanya.
"Tuan muda semuanya lima koin emas saja" ucap wanita pemilik rumah makan itu dengan ramah.
"Nyonya sisanya untuk anda saja, saya permisi dulu hendak melanjutkan perjalanan saya" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat dan memberikan lima puluh Keping Koin Emas.
"Tuan muda ini banyak sekali" ucap wanita pemilik rumah makan itu sambil memegang koin koin emas itu.
"Masakan anda sungguh nikmat jadi menurut saya itu sudah sebanding, saya permisi dulu" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat ke wanita pemilik rumah makan itu lalu berdiri dan melangkah keluar sebelum wanita itu sempat berbicara lagi.
"Tuan muda yang tampan dan sangat dermawan, seandainya oh seandainya aku jadi istri nya pasti akan sangat bahagia" ucap wanita pemilik rumah makan itu dalam hatinya sambil melihat punggung Long Tian yang meninggalkan rumah makannya.
"Tuan muda, sebaiknya anda berhati hati karena jalanan ini melewati hutan kabut" ucap pria sepuh yang berjaga di gerbang desa itu.
"Baik Tuan, dan ini ada sedikit kenang kenangan dari saya untuk anda semua yang berjaga di gerbang desa ini" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan sebuah kantong penyimpanan yang berisi empat ratus keping koin emas.
"Tuan muda ini sangat banyak apakah anda tidak memerlukannya untuk perjalanan anda" ucap pria sepuh itu sambil berusaha mengembalikan kantong penyimpanan itu.
"Tuan saya masih memiliki cukup untuk saya sendiri, jadi tidak apa apa itu untuk kalian saja, baiklah saya mohon diri" ucap Long Tian sambil kembali melangkahkan kakinya menuju jalanan di luar desa itu yang menuju desa lainnya namun harus melalui hutan kabut.
"Tuan muda terima kasih" ucap pria pria sepuh yang berjaga di gerbang desa itu dengan ramah yang dibalas dengan senyuman oleh Long Tian.
Long Tian terus melangkahkan kakinya menuju hutan kabut itu dan dia membutuhkan waktu hingga tiga jam untuk memasuki jalanan yang berkabut padahal hari masih siang.
"Suhu udara disini kenapa sangat dingin, padahal hutan ini masih kalah tingginya dengan puncak gunung yang menjadi sekte Pilar naga emas" ucap Long Tian dalam hatinya sambil kemudian mengaktifkan mata emasnya lalu mengawasi sekelilingnya dan terus melangkah mengikuti jalan besar itu.
Kabut semakin tebal dan jarak pandangnya kini hanya tinggal seratus meter saja, namun Long Tian masih tidak melihat adanya bahaya untuknya.
"Aku sebaiknya memeriksa bagian dalam hutan ini, dan sepertinya jalan ini menuju ke bagian dalam hutan" ucap Long Tian yang melihat ada sebuah jalan setapak di sebelah kirinya.
Long Tian kemudian melangkah memasuki hutan itu dan berjalan di jalanan setapak yang dia temukan.
Kabut semakin tebal dan kini dia hanya bisa melihat lima puluh meter kedepannya.
Semakin ke dalam semakin tebal kabut itu bahkan kini Long Tian hanya bisa melihat sepuluh meter saja dengan mata emasnya dan jika dia tidak menggunakan mata emasnya maka dia sudah tidak dapat melihat sama sekali, bahkan sinar matahari pun sama sekali tidak menembus tebalnya kabut itu.
Long Tian terus melangkahkan kakinya mengikuti jalanan setapak itu dengan hati hati dan dia sudah mengedarkan kesadaran jiwanya untuk membuat jarak aman baginya di radius seratus meter dari posisinya.
Pepohonan semakin besar dan semakin rapat bahkan beberapa kali dia harus memutar akibat banyaknya pohon besar yang roboh dan menutup akses jalan itu.
Suhu udara semakin dingin dan bahkan Long Tian harus menggunakan kekuatan api lava suci abadi miliknya untuk menjaga agar tubuhnya tetap hangat.
"Aku benar benar tidak merasakan adanya manusia satu pun di dalam hutan ini, namun ada banyak mayat di sepanjang jalan ini sejak aku memasuki bagian dalam hutan ini" ucap Long Tian dalam hatinya sambil terus melangkah dan kini tekanan gravitasi semakin kuat terasa olehnya yang selama ini belum pernah merasakan adanya tekanan gravitasi seperti ini sepanjang perjalanannya.