Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 83 part 22


"Tongkat penghancur langit" ucap Long Tian sambil melesat mendekati raja iblis darah bertanduk empat sambil mengayunkan tongkatnya.


Traaaaaang kraaaaaaaaaak


Booooooooooom


Serangan Long Tian di tahan oleh raja iblis darah bertanduk empat namun membuat pedang raja iblis darah bertanduk empat hancur dan bahu raja iblis darah bertanduk empat itu terkena tombak Long Tian sehingga lengan kanan raja iblis darah bertanduk empat itu terlepas.


Raja iblis darah terlempar ke dalam tanah bahkan sampai membuat kawah besar di bukit itu sedalam seratus meter dan raja iblis darah bertanduk empat ada di dalamnya tergeletak dengan tidak memiliki lengan kanan.


"Tongkat penghancur langit" ucap Long Tian yang tidak membuang kesempatan dan langsung melesat ke bawah sambil mengayunkan kembali tongkat nya ke arah bahu kiri raja iblis darah bertanduk empat yang mencoba untuk berdiri kembali.


Booooooooooom


Serangan tongkat Long Tian itu telak mengenai bahu kiri raja iblis darah bertanduk empat dan memutuskan lengan kiri raja iblis darah bertanduk empat bahkan saking kuatnya serangan itu kini bukit terlarang hancur dan bahkan terlihat kawah sedalam lima puluh meter dengan raja iblis darah di pusatnya.


"Ayolah bukankah kau ingin membunuhku" ucap Long Tian sambil melayang lima meter di depan raja iblis darah bertanduk empat yang sedang terbaring lemah tak berdaya karena kehilangan lengan kanan dan kirinya serta sudah kehilangan banyak darah.


Booooooooooom


Boom


Terdengar suara Ledakan yang sangat keras dan mengguncang seluruh ibukota itu serta kemudian terdengar suara Ledakan pelan dari dalam kubah perlindungan.


Tidak ada seorang pun yang bisa melihat ke dalam kubah perlindungan karena kini asap hitam tebal terlihat memenuhi bagian dalam kubah perlindungan.


"Jenderal Jee apakah penguasa baik baik saja" ucap Komandan prajurit yang berlari dari luar pintu gerbang dan mendekati Jenderal Jee.


"Aku tidak bisa melihatnya namun aku yakin jika Penguasa baik baik saja" ucap Jenderal Jee dengan penuh rasa percaya diri dan pandangan matanya terus mencoba melihat ke dalam Kubah perlindungan itu.


Mereka berdua berdiri berdampingan mencoba melihat ke dalam kubah perlindungan itu.


Uhuuuuuk


Long Tian memuntahkan seteguk darah dari bibirnya dan dia mencoba untuk berdiri kembali namun sangat berat.


"Dasar makhluk rendahan, sudah kalah bertarung malah meledakan dirinya sendiri, benar benar menyusahkan apakah dia tidak tahu jika ini adalah pakaian kesukaanku" ucap Long Tian yang berbicara sendiri sambil melihat sekelilingnya dengan mata emasnya dan dia menyadari jika pakaian mewahnya kini bahkan lebih parah dari pakaian para pengemis karena banyak sekali yang sobek.


"Lubang pelahap" ucap Long Tian sambil mengangkat tangan kanannya ke atas dengan telapak tangan menghadap ke arah atas dan tampak jika lubah pelahapnya menghisap semua asap hitam tebal yang menutupi seluruh areal dalam kubah perlindungan buatannya.


Hanya memerlukan waktu lima menit dan kini cahaya sudah normal kembali karena kabut asap hitam tebal tersebut sudah semuanya menghilang.


Hanya ada Long Tian saja yang terbang melayang di dalam kubah perlindungan dan tidak lagi nampak ada raja iblis darah bertanduk empat.


Long Tian mencoba memeriksa semua bagian di dalam kubah perlindungan karena dia ingin benar benar memastikan jika sudah tidak ada lagi raja iblis darah ataupun hal lainnya yang bisa membahayakannya atau pun para penduduk.


"Cahaya emas penarik" ucap Long Tian sambil menunjuk ke bawah.


Cahaya emas penariknya itu keluar dari jari telunjuknya dan langsung melesat menuju ke bawah ke pusat dari kawah hasil ledakan raja iblis darah itu dan langsung kembali ke Long Tian dengan membawa dua benda yaitu satu Cincin dimensi dan satu buah menara iblis.


Kedua barang tersebut langsung di ambil oleh Long Tian dan cahaya emas penariknya pun menghilang.


"Bagus sekali material dari cincin dimensi dan menara iblis ini, ledakan sekuat itu pun tidak membuatnya hancur, dan ternyata menara iblis ini sudah kosong, apakah raja iblis darah ini yang membawa raja iblis darah serigala dan pasukannya ke dunia ini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil menyimpan menara iblis itu ke dalam cincin dimensinya.


"Ternyata banyak sekali harta mu, tidak percuma kau menjadi raja iblis darah bertanduk empat" ucap Long Tian sambil tersenyum puas melihat isi dari cincin dimensi milik raja iblis darah bertanduk empat itu yang ternyata memiliki dimensi yang tidak terbatas karena di dalamnya ada sebuah dunia kecil dan dunia kecil itu berisi sebuah istana.


Hal lain yang membuat Long Tian senang adalah gunungan gunungan harta serta artefak dan senjata di halaman belakang istana itu bahkan banyak sekali bangunan bangunan besar yang berisi harta.


"Cincin dimensi ini sebaiknya aku pakai saja, setidaknya untuk kau mengganti pakaian ku' ucap Long Tian berbicara sendiri sambil memakai cincin dimensi itu di jarinya dan melihat sekelilingnya mencari tongkatnya yang ternyata tergeletak di atas tanah di belakangnya.


Long Tian pun melesat turun ke atas tanah sambil menghilangkan kekuatan 100 galaksi nya sedang kan cangkang cahaya emas nya sudah hilang saat ledakan besar terjadi.


"Untungnya Tongkat ku ini tidak ada kerusakan sama sekali" ucap Long Tian berbicara sendiri kemudian mengambil tongkatnya lalu dia simpan kembali ke dalam cincin dimensi miliknya.


"Sebaiknya kawah ini aku jadikan sebuah danau saja" ucap Long Tian sambil fokus berkomunikasi dengan dunia itu dan alam langsung merespon nya.


Air terlihat mulai keluar dari bagian dalam kawah besar itu meskipun pelan namun cukup deras.


Long Tian kemudian menghilangkan kubah perlindungan yang dia buat sebelumnya dan melihat jika jenderal Jee berdiri berdampingan dengan komandan prajurit itu di jarak lima belas meter darinya.


Long Tian kemudian melayang mendekati keduanya.


"Kalian berdua tunggu sebentar disini, aku hendak berganti pakaian dalu" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat dan kemudian memasuki istana naga emas di dunia jiwanya.


Jenderal Jee dan juga komandan prajurit itu tampak kaget dengan Long Tian yang tiba tiba menghilang.


Long Tian yang sudah berada di kamarnya di istana naga emas dunia jiwa langsung membersihkan dirinya dan berganti pakaian lalu kembali menemui Jenderal Jee dan juga komandan prajurit itu.


Perbedaan waktu antara dunia jiwa dengan dunia nyata membuat Long Tian hanya hilang sepersekian detik saja.


"Penguasa anda sudah berganti pakaian, secepat ini" ucap Jenderal Jee dengan sangat sopan dan hormat namun nampak terkejut demikian juga dengan komandan prajurit, Long Tian sendiri hanya tersenyum saja.


"Komandan apakah saya boleh duduk di kursi itu" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat dan menunjuk ke sebuah gazebo yang memiliki sebuah meja segi delapan dengan delapan kursi yang melingkarinya.


"Mari penguasa, silahkan digunakan" ucap komandan prajurit itu dengan sangat hormat dan mempersilakan Long Tian untuk menggunakan gazebo itu.