Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Warga desa yang baik 3


"Tuan, nama saya Long Tian, saya pamit" ucap Long Tian sambil terbang melayang meninggalkan desa itu dengan menggunakan kekuatan 100 galaksinya dan dilihat oleh pria sepuh tersebut danĀ  penduduk desa yang mulai keluar dari dalam rumah itu dan yang ada di sekitar rumah itu.


Melihat Long Tian yang terbang menjauhi desa dan kini memakai mahkota, jubah cahaya lingkaran cahaya di bawah kakinya semua penduduk tanpa terkecuali berlutut dan memberikan sujud tiga kali untuk menghormati Long Tian.


"Penguasa 100 Galaksi Long Tian, Terima kasih sudah menjawab doa doa kami dan membantu kami semua" ucap pria sepuh tersebut dengan terbata bata namun menggunakan Qi mendalamnya dan terdengar oleh Long Tian dan semua warga desa lainnya yang ikut mendoakan Long Tian.


"Kalian semua adalah Orang baik, tetaplah menjadi orang baik meskipun banyak rintangannya dan sering kali tidak sesuai harapan kalian semua" ucap Long Tian dengan menggunakan Qi mendalamnya dan tetap melayang ke atas dan kemudian menghilang.


"Kepala desa Yuan, kita semua akhirnya mendapatkan bantuan dari Penguasa 100 Galaksi dan bisa bertemu dengannya, beliau yang selalu kita sebutkan dalam doa kita semua" ucap seorang warga


"Benar, takdir langitlah yang mempertemukan kita dengan Penguasa 100 Langit Long Tian Naga Emas yang melegenda ratusan juta tahun lalu" ucap kepala desa.


"Sepertinya dongeng itu benar jika Penguasa 100 Galaksi dewa naga emas Long Tian tidak pernah tua" ucap istri kepala desa yang tadi dibantu oleh Long Tian.


Sementara itu Long Tian masih berada di atas awan mengawasi desa itu dan sekitarnya, dan dalam jarak 100 kilometer tidak ada satupun yang membahayakan desa itu maupun desa sebelumnya.


"Semua ini takdir langit, aku yang dulu tidak bisa membantu saat desa ku di serang sampai mengakibatkan semuanya meninggal termasuk orang tuaku setidaknya kini ada desa yang aku bantu" ucap Long Tian sambil berteleportasi.


Long Tian kini sudah melayang di depan gerbang sebuah Sekte dengan jarak 200 kilometer dari desa sebelumnya.


"Sekte racun hitam, jadi mereka biang kerok nya yang menyerang desa desa sekitar sini" ucap Long Tian pelan sambil mengawasi sekte itu.


"Di dalam sekte ini ada hampir satu juta orang, jumlah yang sangat berbahaya jika tidak aku musnahkan" ucap nya lagi


*Domain kegelapan" ucap Long Tian sambil mengangkat tangannya sejajar dengan dadanya, langit menggelap seutuhnya.


Seluruh daerah itu kini menjadi gelap gulita bahkan sama sekali tidak ada cahaya apapun dan semua yang ada di dalam domain kegelapan itu tidak bisa melihat sama sekali hanya Long Tian yang masih melihat dengan jelas.


"Kutukan darah lava suci" ucapnya sambil menggerakkan tangannya dengan cepat kemudian menunjuk ke arah depannya.


Bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman keluar dengan cepat ke arah depannya yang merupakan orang orang sekte racun hitam yang sedang diam dalam bingung karena seluruh area sekte mereka menjadi gelap bahkan api yang mereka buat pun tidak terlihat.


Satu persatu Bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman itu melesat dengan cepat mengenai tubuh semua orang yang bernyawa dan langsung keluar lagi dengan jumlah yang banyak dan melesat ke seluruh dunia ini.


"Kalian suka racun dan suka menindas bahkan membunuh penduduk desa maka ini adalah hadiah kalian semua, Kegelapan yang terakhir kalinya" ucap Long Tian sambil melayang memasuki sekte itu dan terus ke dalam.


Dia kini berjalan memasuki sebuah perpustakaan sekte itu dan langsung menyimpan semua kitab di perpustakaan tersebut di ruang kerjanya di dunia jiwa dan melangkah keluar meninggalkan perpustakaan itu menuju ruang harta sekte itu yang sudah dia ketahui lokasinya ada di bawah aula utama sekte itu.


Long Tian berdiri di depan pintu masuk ruang Harta yang tersegel namun dia tidak merusak atau menghilangkan segel tersebut melainkan berteleportasi ke dalam ruangan harta, dia memasukkan semua harta milik sekte itu kedalam ruang harta di istana dunia jiwanya.


"Kalian memiliki harta seperti kerajaan besar benar benar kalian tidak jauh dari pada perampok" ucap Long Tian sambil berteleportasi ke atas sekte itu.


Dia kini sudah melayang di atas sekte itu dan dia tau bahwa semua senjata di sekte ini mengandung racun dan akan berbahaya jika ada yang menemukannya.


"Domain api lava suci abadi" ucap Long Tian dan kini seluruh area sekte itu terbakar dan membuat semuanya menjadi abu bahkan tidak ada bangunan satupun yang tersisa hanya meninggalkan batu batu saya yang bekas pondasi bangunan.


"Semoga semua racun yang ada sudah hangus terbakar" ucap Long Tian sambil tersenyum dan berteleportasi namun kali ini secara acak karena dia ingin dunia ini yang memilihkan tempat untuknya berada.


"Desa ini masih tenang dan tidak ada bekas kehancuran atau penyerangan" ucap Long Tian yang saat ini sedang berdiri satu kilometer di depan sebuah desa.


Long Tian melangkah mendekati desa tersebut dan dia melihat ada sekitar tiga puluh orang berjaga di depan gerbang masuk desa ini.


"Tuan muda, mohon maaf desa kami tidak menerima tamu untuk saat ini" ucap seorang pria tua yang berjaga di sana dengan datar benar benar tanpa ekspresi seolah menyimpan suatu rahasia.


"Tuan maaf saya hanya lewat dan jika harus memutar makan akan sangat jauh perjalanan saya" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda mohon maaf, tapi silahkan anda meninggalkan desa kami ini dan tidak mempersulit kami" ucap pria lain dengan ramah namun mimik wajahnya seperti takut akan sesuatu.


"Baiklah, saya akan melewati hutan saja jika demikian" ucap Long Tian sambil membalikan badannya danĀ  melangkah pergi meninggalkan desa itu.


Long Tian mengetahui dengan mata emasnya jika banyak wanita dan anak anak yang di sekap di dalam desa itu dan banyak juga pria sepuh yang di ikat di halaman belakang sebuah rumah besar di desa itu.


Long Tian terus melangkah dan mengikuti jalanan setapak yang mengarah ke dalam hutan sampa tidak lagi terlihat oleh orang orang yang berjaga di desa dia langsung berteleportasi ke atas awan untuk melihat dengan jelas desa itu.


Dia melihat ratusan penduduk desa itu di ikat di halaman belakang rumah terbesar didesa itu dengan ada sekitar lima puluh orang yang berjaga mengawasi penduduk desa yang terikat dan dengan mata emasnya yang bisa menembus bangunan dia melihat jika para wanita dan anak anak juga dalam kondisi terikat. Di beberapa rumah dengan masing masing juga di jaga beberapa orang.