
"Lima ratus ribu keping koin emas oleh kamar VVIP nomor satu apakah ada lagi yang hendak menawar lebih" ucap pembawa lelang dengan lantang.
"Lima ratus lima ribu keping koin emas" ucap kamar VVIP nomor dua.
"Enam ratus ribu keping koin emas" ucap Long Tian dengan santai.
Lima menit berlalu dan tidak ada seorang pun yang menawar lebih tinggi untuk pedang giok itu.
"Enam Ratus Ribu Keping Koin Emas oleh kamar VVIP nomor satu apakah ada yang hendak menawar lebih tinggi lagi untuk Pedang Giok Tingkat Pencipta ini" ucap pembawa lelang dengan lantang sambil kembali mengangkat pedang giok yang berada di dalam kotak kaca itu.
Sepuluh menit berlalu namun tidak ada yang berkomentar ataupun berani menawar harga lebih tinggi lagi untuk Pedang Giok Tingkat Pencipta itu.
"Satu ….. Dua ….. Tiga …. Sah terjual seharga enam ratus ribu keping koin emas kepada kamar VVIP nomor satu dan mohon untuk menyiapkan uang anda karena kami akan segera mengantarkan pedang giok ini" ucap pembawa lelang dengan lantang sambil melihat ke arah Long Tian dan tampak seorang wanita muda mengambil pedang giok itu dari atas panggung.
Tok tok tok.
Pintu ruangan Long Tian diketuk dan langsung di buka oleh Long Tian.
"Tuan muda ini pedang giok yang anda menangkan mohon di terima" ucap wanita muda itu dengan hormat sambil menyerahkan sebuah kotak kaca yang berisi sebuah pedang giok.
"Nona ini pembayarannya dan kelebihannya untuk anda saja" ucap Long Tian dengan ramah sambil menyerahkan sebuah cincin dimensi yang berisi enam ratus ribu keping koin emas dan sebuah kantong penyimpanan uang yang berisi seratus keping koin emas.
"Tuan muda Terima kasih" ucap wanita muda itu dengan hormat sambil meninggalkan Long Tian.
Long Tian langsung menutup pintu ruangan nya dan menyimpan pedang giok itu ke dalam cincin dimensinya lalu kembali duduk.
"Baiklah barang selanjutnya yang akan kami lelang adalah satu set pisau lempar yang merupakan senjata tingkat pencipta dan untuk harga yang kami tawarkan adalah lima ribu keping koin emas dengan kelipatan seratus keping koin emas" ucap pembawa lelang dengan lantang sambil memperlihatkan dua belas pisau terbang dan pisau pisau terbang itu sangat menarik minat Long Tian karena adanya ukiran naga di bilah pisau terbang itu.
"Seratus ribu keping koin emas" ucap Long Tian dengan santai langsung menaikan harga agar tidak ada yang berani menawar lebih tinggi namun tidak demikian.
"Seratus ribu lima ratus Keping koin emas" ucap kamar VIP nomor tiga mencoba kembali berulah.
"Seratus ribu enam ratus Keping koin emas" ucap seorang pria sepuh di kursi umum.
"Baiklah jika demikian, dua ratus ribu keping koin emas" ucap Long Tian dengan santai yang kembali membuat heboh area pelelangan itu.
"Tiga ratus ribu keping koin emas" ucap kamar VIP nomor satu.
"Lima ratus ribu keping koin emas" ucap Long Tian dengan santai.
Tidak ada lagi yang berani menawar harga lebih tinggi karena mereka yakin jika long Tian tidak akan melepaskan pisau pisau terbang itu.
"Enam ratus ribu keping koin emas" ucap kamar VIP nomor satu.
"Tujuh ratus ribu keping koin emas oleh kamar VVIP nomor satu apakah ada lagi" ucap pembawa lelang dengan lantang sambil memperlihatkan kembali pisau pisau terbang itu.
Sepuluh menit berlalu namun tidak ada seorang pun yang berani menawar harga lebih tinggi untuk pisau pisau terbang itu.
" Satu …. Dua ….. tiga ….. baiklah sah satu set pisau terbang tingkat pencipta ini terjual tujuh ratus ribu keping koin emas kepada tuan muda di kamar VVIP nomor satu, mohon anda menyiapkan uang anda karena barang akan segera kami antarkan" ucap pembawa lelang dengan lantang.
Seorang wanita muda kembali mengantarkan pisau pisau terbang itu dan long Tian selain membayar senilai tujuh ratus ribu keping koin emas dia juga memberikan seratus Keping Koin Emas untuk wanita muda itu.
"Baiklah kita lanjutkan lagi dan untuk barang berikutnya adalah sebutir Pil Penyembuh tingkat dewa dengan kemurnian sebesar delapan puluh persen" ucap pembawa lelang dengan lantang.
"Untuk kali ini harga yang kami tawarkan adalah senilai lima ribu keping koin emas dengan kelipatan seratus keping koin emas" ucap pembawa lelang itu kemudian.
Tawaran demi tawaran terus diberikan oleh semua orang yang ada di sana.
"Seratus ribu keping koin emas" ucap kamar VIP nomor satu
"Seratus lima puluh ribu keping koin emas" ucap kamar VIP nomor empat dan membuat semuanya menjadi hening.
"Dua ratus ribu Keping koin emas" ucap kamar VIP nomor satu itu lagi dan tampak sangat membutuhkan pil penyembuh tingkat dewa itu
"Dua ratus lima puluh ribu keping koin emas" ucap kamar VIP nomor tiga.
"Berikan saja kepadanya dan datanglah kesini ke kamar VVIP nomor satu, aku akan berikan untukmu pil penyembuh tingkat dewa dengan kemurnian sebesar seratus persen" ucap Long Tian bertelepati kepada pria sepuh di kamar VIP nomor satu.
"Tuan muda apakah benar karena saya benar benar membutuhkan Pil Penyembuh tingkat dewa ini" ucap pria sepuh di kamar VIP nomor satu melalui telepati kembali.
"Benar jadi kesini saja aku berikan gratis untuk mu" ucap Long Tian lagi melalui telepati sambil melihat ke arah kamar VIP nomor satu menggunakan kekuatan mata emasnya.
Pria sepuh itu langsung keluar dari kamar VIP nomor satu meninggalkan dua orang pria sepuh lainnya yang bersamanya di kamar VIP nomor satu itu lalu menuju ke kamar VVIP nomor satu tempat Long Tian berada.
Tok tok tok
Pintu ruangan Long Tian di ketuk seseorang dan langsung di buka oleh Long Tian.
"Ini untuk mu, dan saya berikan gratis untukmu biarkan kamar VIP nomor tiga, empat dan lima itu kehabisan uang mereka" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat dan memberikan lima butir Pil Penyembuh tingkat dewa buatannya dalam sebuah kotak giok.
"Tuan muda saya benar benar berhutang kepada anda" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat sambil memegang kotak giok yang berisi lima butir Pil Penyembuh tingkat dewa buatan Long Tian itu.
"Sudahlah, sebaiknya anda kembali ke kamar anda agar tidak ada yang curiga" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke pria sepuh itu.
Pria sepuh itu kemudian membungkukkan badannya dan meninggalkan Long Tian dengan perasaan sangat berbahagia karena pemberian Long Tian yang sangat dia perlukan saat ini.