Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Membantu desa mawar part 1


Kapal dunia naga sudah melayang di dekat poros langit galaksi ke dua puluh satu dengan tenang.


"Kakek Yu, bisakah menemui saya di dek kapal dunia naga" ucap Long Tian yang sedang duduk di dek kapal melalui cincin komunikasi.


"Baik Penguasa hamba segera datang" jawab Long Yu melalui cincin komunikasi


"Di galaksi ini ada dua semesta saja dengan masing masing satu dunia namun dunia dunia ini terlalu tenang seakan akan tidak ada kehidupan apapun atau ada tekanan besar kepada para penduduknya" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil meminum teh herbalnya.


Lima menit berlalu dan kini Long Yu sudah duduk di samping Long Tian.


"Kakek Yu, bagaimana dengan dunia naga dan dunia dunia bawahan kita" ucap Long Tian sambil menuang Teh Herbal untuk Long Yu.


"Terima kasih Penguasa, dunia naga sudah sangat maju, meski sempat sepi karena banyak yang pindah ke dunia para jenderal namun kini sudah normal kembali, dunia dunia bawahan anda juga semuanya semakin makmur, dan sudah banyak pemimpin dunia yang dibersihkan oleh para jenderal yang datang ke dunia naga untuk bertemu anda namun saya suruh mereka kembali dulu untuk mengurus dunia mereka sampai saya memanggil mereka semua" ucap Long Yu menjelaskan.


"Baguslah jika demikian, nanti jika ada Dong Xi dan Jenderal Zi Fung dari kekaisaran Giok di galaksi ke dua puluh datang ke Dunia Naga bantu mereka untuk mengembangkan dunia mereka, pasukan perang jenderal Zi Fung setingkat di bawah pasukan Jenderal Xuan Li soalnya" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.


"Baik Penguasa, saya akan membantu mereka semua dengan adil dan sebaik yang saya bisa" jawan Long Yu


"Kakek Yu bagaimama kota penempa, apakah ada hal baru yang mereka hasilkan" ucap Long Tian


"Penguasa, mereka semua semakin berkembang pesat dari hari ke hari selalu ada hal baru yang mereka hasilkan, meski artefak mereka tidak bisa dibandingkan dengan anda, namun berkat mereka dunia dunia bawahan anda menjadi sangat maju dan berkembang, ada satu hal sebenarnya yang mereka inginkan yaitu memiliki menara ilmu sendiri di kota mereka agar mereka bisa melakukan penelitian terhadap artefak lebih teliti sesuai ilmu yang di dapat di menara ilmu" jawab Long Yu.


"Apakah kakek Yu sudah memberikan menara ilmu untuk mereka itu" ucap Long Tian.


"Belum penguasa, karena menara ilmu yang saat ini kurang memiliki kitab tentang artefak dan yang mendukungnya" jawab Long Yu


"Pasang ini di sana dan semoga sesuai dengan kebutuhan mereka dan sampai kan juga para tabib untuk memasuki nya" ucap Long Tian sambil memberikan sebuah artefak menara ilmu yang sengaja sudah siapkan untuk para tabib dan para penempa.


"Baik Penguasa, lalu mengenai toko perhiasan kemakmuran saat ini sudah sangat maju, bahkan saya sudah membesarkan toko itu sesuai permintaan permaisuri" ucap Long Yu lagi


"Wanita dan perhiasan memang tidak dapat dipisahkan semoga saja mereka tidak menjadi gila dengan perhiasan" ucap Long Tian sambil tersenyum.


"Penguasa sampai saat ini masih saja para penduduk memberikan hadiah untuk anda permaisuri namun hadiah anda dan permaisuri kalah jumlah dengan milik pangeran Long Chen" ucap Long Yu sambil tertawa ringan


"Berikan saja semua ke permaisuri biar dia yang mengurus itu semua termasuk bagian ku dari dunia naga" ucap Long Tian sambil tersenyum.


"Sudah Penguasa, semuanya saya berikan ke Permaisuri, demikian juga catatan catatan keuangan istana namun hasil rampasan perang milik anda masih ada di saya" ucap Long Yu sambil memberikan dua buah cincin dimensi.


"Penguasa bagaimana dengan para prajurit hamba mereka sekarang kerjanya hanya latihan dan tidur saja, meski kultivasi meningkat tapi tanpa pertarungan hidup dan mati akan percuma" ucap Long Yu sambil kemudian meminum teh nya.


"Kakek Yu, apa mereka siap dengan kekuatan di atas mereka" ucap Long Tian


"Penguasa, kalah menang dan sedikit terluka akan lebih baik dari pada tidak merasakan hasil latihan, bahkan jika mereka terluka parah pun saya yakin mereka tidak akan menyesali nya" jawab Long Yu.


"Baiklah bersihkan dan lakukan penghapusan dunia ini" ucap Long Tian sambil tersenyum


"Baik Penguasa, akhirnya kami bisa berolahraga" jawab Long Yu dengan bersemangat.


"Pergilah ke satu satunya dunia di semesta pertama di galaksi ke dua puluh satu, aku juga akan kesana karena ada yang meminta kehadiranku" ucap Long Tian sambil tersenyum.


"Penguasa hamba pamit" ucap Long Yu sambil tersenyum dan berdiri lalu memberikan penghormatan kepada Long Tian.


Long Tian membalas penghormatan Long Yu dengan senyuman dan langsung berteleportasi acak karena dia merasa ada yang memanggilnya dari dunia itu.


Long Tian kembali muncul di depan sebuah desa dan melihat adanya penjagaan di gerbang masuk desa itu.


" Desa ini berada di pinggir hutan dan sungai, jadi mengingatkan ku dengan dunia merah" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melangkah mendekati gerbang desa dengan tenang.


"Tuan muda, maaf untuk sementara desa kami tidak dapat dikunjungi oleh pihak luar" ucap seorang pria sepuh dengan ramah.


"Tuan saya hanya ingin beristirahat dan menikmati hidangan di kedai saja sebentar dan akan kembali melanjutkan perjalanan saya" ucap Long Tian dengan ramah sambil memeriksa jiwa semua orang disana.


"Tuan Muda, jika maksud anda hanya untuk beristirahat sebentar dan makan di kedai makan maka saya akan memberikan ijin namun saya sendiri yang akan mengawal tuan muda" ucap pria sepuh itu dengan ramah dan menyimpan rasa ketakutan yang tersimpan.


"Tuan, jika anda tidak keberatan mohon dampingi saya menuju kedai makan dan saya akan berangkat kembali setelah saya selesai" ucap Long Tian dengan ramah.


"Mari Tuan muda ikuti saya, kedai makan tidak jauh dari sini" ucap Pria sepuh itu dengan ramah sambil berjalan dan meminta Long Tian mengikuti nya.


Kedai makan itu hanya berjarak 200 meter dari gerbang desa dan kini Long Tian sudah ada di depan kedai makan tersebut dengan di kawal oleh pria sepuh yang berjaga di gerbang desa itu.


"Tuan muda silahkan saya akan menunggu anda disini" ucap pria sepuh sambil bersandar di dinding luar kedai makan itu.


"Tuan mari kita masuk bersama, anda juga bisa makan bersama saya" ucap Long Tian dengan ramah.