Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 50 part 1


Setengah jam sudah Long Tian duduk di kursinya di dek kapal dunia naga sambil mengawasi sekitarnya.


Long Tian kemudian berdiri dan menyobek ruang di depan kapal dunia naga.


Kapal dunia naga melesat memasuki sobekan ruang yang sangat tenang bahkan tidak ada kekacauan sama sekali dan langsung menutup kembali saat semua bagian kapal dunia naga itu memasukinya.


Kapal dunia naga keluar dari sobekan ruang dan melayang di angkasa dekat poros langit galaksi ke lima puluh.


Long Tian langsung mengaktifkan semua segel yang dimiliki oleh kapal dunia naga termasuk segel ilusinya.


"Sudah lama aku tidak melihat perompak angkasa" ucap Long Tian sambil berteleportasi.


Long Tian muncul di atas sebuah batuan meteor besar yang bahkan berdiameter sampai satu kilometer dengan jarak dua ratus kilometer dari kapal dunia naga.


"Banyak sekali mereka seakan akan para perompak angkasa itu memiliki dunia sendiri" ucap Long Tian sambil melihat seratus kapal perang angkasa milik para perampok yang sedang berusaha menghancurkan segel pertahanan satu kapal transportasi luar angkasa.


"Kapal kapal perompak ini tidak memiliki keistimewaan apapun, coba kita lihat mereka memiliki harta apa di dalam kapal mereka" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menunjuk ke arah depannya.


Ribuan cahaya emas penariknya melesat keluar dari jari telunjuknya dan langsung menyebar memasuki kapal kapal para perompak itu.


"Pengendalian senjata, datanglah" ucap Long Tian sambil mengangkat tangan kanannya ke atas kepalanya secara perlahan.


Ribuan senjata keluar bahkan sampai menembus kapal para perompak angkasa itu dengan cepat bahkan membuat kapal para perompak itu mengalami kerusakan dengan cukup parah.


Ribuan senjata itu kini melayang di atas kepala Long Tian seolah olah ada yang mengendalikannya.


Long Tian kemudian menunjuk ke arah atas kepalanya tepatnya ke semua senjata itu, cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat dari jari telunjuknya dan melapisi semua senjata itu sehingga semua senjata itu kini memiliki aura cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman.


"Potong leher mereka semua" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menggerakkan tangan kanannya yang masih lurus ke atas itu ke arah depannya.


Semua senjata yang sudah dilapisi segel kutukan darah dan penghapus jiwa itu melesat dengan cepat ke kapal para perompak itu berbarengan dengan kembalinya cahaya emas penariknya.


Cahaya emas penariknya rata rata membawa cincin dimensi yang ditarik paksa dari jari tangan para perompak angkasa itu dan terlihat jika banyak juga kotak kotak kayu yang di bawa.


Long Tian kemudian memasukkan semuanya ke halaman istana dunia jiwanya karena dia tidak memiliki waktu untuk mengecek semua isinya itu.


"Tinju Naga" ucap Long Tian sambil meninju sepuluh kali ke arah kapal para perompak itu, satu kali dia meninju ada 10 siluet qi naga keluar dengan dengan tujuan kapal para perompak.


Booooooooooom


Booooooooooom


Booooooooooom


Setiap kali siluet qi naga mengenai kapal perompak angkasa terdengar suara ledakan yang keras dan langsung menghancurkan kapal para perompak itu sampai benar benar menjadi pecahan pecahan kecil.


Tidak ada satupun yang selamat dari serangan Long Tian itu bahkan semua senjata yang sebelumnya bertugas memotong leher para perompak itu juga ikut hancur.


Kapal transportasi itu kini terlihat mendekati Long Tian dan Long Tian kini sedang duduk dengan kaki di tekuk ke depan.


Seorang pria sepuh dengan kultivasi pencipta bumi tahap akhir melesat keluar dari dalam kapal transportasi itu dan berdiri di depan Long Tian yang masih duduk.


"Tuan muda terima kasih atas bantuan anda" ucap pria sepuh itu yang kini berlutut di depan Long Tian dengan sangat hormat.


"Tuan jangan sungkan, saya hanya lewat dan saya memang tidak menyukai perompak atau perampok" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda berkenan mampirlah ke dunia saya, agar saya bisa menjamu tuan muda di kediaman saya" ucap pria sepuh itu dengan Hormat dan masih berlutut karena Long Tian juga masih duduk.


"Tuan, tidak ada yang perlu dipikirkan, silahkan anda melanjutkan perjalanan karena saya juga akan melanjutkan perjalanan saya" ucap Long Tian dengan ramah dan langsung berdiri karena merasa ada yang membutuhkan kehadirannya.


"Tuan muda sekali lagi terima kasih" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat dan kemudian berdiri.


"Tuan saya permisi" ucap Long Tian sambil berteleportasi secara acak dengan menyerahkan keberadaannya kepada semesta galaksi ke lima puluh.


Pria sepuh itu kaget karena Long Tian tiba tiba menghilang dari pandangannya.


"Masih muda namun sudah sangat kuat, aku bahkan tidak bisa melihat tingkat kultivasi nya dan bodoh nya aku bahkan tidak menanyakan siapa nama nya" ucap pria sepuh itu berbicara sendiri sambil kembali melesat ke kepal transportasi yang dinaikinya.


"Desa ini sepertinya sedang memiliki masalah berat, dan rumput serta tanaman di sini semuanya mengering seperti ini" ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya yang saat ini merupakan lokasi yang diminta oleh semesta galaksi ke Lima puluh.


Long Tian kemudian berjalan memasuki desa itu dan mendekati seorang pria sepuh yang kebetulan ada halaman sebuah rumah dan terlihat akan meninggalkan rumahnya.


"Tuan maaf, apakah ada kedai makan di desa ini" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda silahkan anda lurus saja kedai makan akan ada di pusat desa di sebelah kiri anda nantinya" jawab pria sepuh itu sambil menunjuk ke arah yang dimaksud olehnya.


"Tuan terima kasih, saya mohon diri" ucap Long Tian dengan ramah sambil melangkah pergi di iringi senyum ramah dari pria sepuh itu.


"Desa ini benar benar mengalami kekeringan, tapi sebaiknya aku memastikan dulu masalah desa ini" ucap Long Tian dalam hatinya sambil terus melangkah menuju kedai makan di desa itu, karena tempat mencari informasi terbaik menurutnya adalah kedai makan.


Sudah hampir lima ratus meter Long Tian berjalan dan kini dia sudah memasuki sebuah kedai makan yang sederhana.


Long Tian langsung mencari meja yang kosong dan duduk di salah satu kursi di meja yang kosong.


"Tuan muda apakah anda ingin memesan makanan" ucap seorang pria sepuh dengan ramah.


"Tuan saya ingin memesannya dan satu poci teh akan lebih baik" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan kami hanya memiliki daging rusa saja dan tidak memiliki sayuran apakah tidak masalah untuk anda" ucap pria sepuh itu menjelaskan dengan sopan.


"Tuan daging rusa tidak masalah untuk perutku" ucap Long Tian dengan ramah.


"Baik Tuan muda mohon tunggu sebentar" ucap pria sepuh itu dengan ramah dan langsung meninggalkan Long Tian.