
"Ini semua adalah pasukan pembunuh dari hutan kegelapan" ucap seorang pria sepuh yang berbicara cukup kencang di luar jendela tempat Long Tian duduk.
"Anda benar siapa yang berhasil membunuh mereka semua" ucap pria sepuh lainnya sambil melihat ke atas.
Banyak pergunjingan di luar rumah makan sekaligus penginapan itu dan rata rata para pengunjung memilih melihat sepuluh tubuh tak bernyawa itu.
Rumah makan yang sebelumnya sangat ramai kini terlihat sepi hanya ada Long Tian dengan empat orang yang duduk satu meja.
Long Tian menajamkan pendengarannya dan berusaha mendengar obrolan keempat orang itu karena meja mereka berjarak lima meter dan diluar jendela juga sangat gaduh.
"Pangeran para pembunuh itu sudah mengetahui lokasi kita, apa yang harus kita lakukan, apakah kita tetap menginap di penginapan ini" ucap seorang pria sepuh ke satu satunya pemuda yang di meja itu.
"Jenderal hari sudah malam jadi kita tidak bisa kembali ke istana malam ini, sebaiknya kita tetap disini saja, siapapun yang membantu kita sepertinya juga masih disini" ucap pemuda itu sambil melirik ke arah Long Tian, sedangkan Long Tian sendiri tidak melihat hal itu karena dia melihat keluar jendela menonton para prajurit kota yang kini sudah mulai mengangkat sepuluh mayat itu.
"Pangeran, penobatan anda masih satu Minggu dan sepertinya adik anda akan terus berusaha menyingkirkan anda" ucap salah satu pria sepuh lainnya.
"Aku tahu hal itu pasti terjadi namun, jika dia sampai berhasil menjadi kaisar maka aliran hitam akan semakin merajalela di dunia ini, itulah sebabnya ayahanda meminta ku pulang agar bisa dinobatkan untuk menggantikan posisinya" ucap pemuda itu.
"Saya permisi dulu, akan mengatur beberapa prajurit untuk berjaga diatas penginapan ini dan di atas bangunan lainnya agar bisa mengantisipasi kejadian seperti ini lagi" ucap seorang pria sepuh lainnya.
"Jadi semua ini perebutan kekuasaan, sang adik sangat ingin membunuh kakaknya hanya karena kekuasaan, hal ini tidak bisa dibenarkan, baiklah aku akan di dunia ini dahulu untuk melihat apa saja yang terjadi disini" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melihat jika jalanan sudah mulai sepi kembali.
"Tuan muda maaf menunggu lama, silahkan di nikmati" ucap wanita muda itu dengan ramah setelah menyajikan hidangan pesanan Long Tian beserta satu poci sedang Teh dan satu gelas gioknya.
"Nona terima kasih" ucap Long Tian dengan santai dan kembali tersenyum ramah.
Wanita muda itu tersenyum ramah ke Long Tian dan kemudian berjalan kembali ke ruang belakang rumah makan itu.
"Masakan ini enak dan sangat nikmat" ucap Long Tian dalam hatinya sambil terus fokus menikmati hidangan itu tanpa memperdulikan sekitarnya dimana para pengunjung mulai kembali duduk di kursi mereka sebelumnya.
Lima belas menit berlalu dan semua hidangan itu sudah pindah ke dalam perut Long Tian demikian juga dengan teh hangat juga sudah masuk ke dalam perut nya.
Long Tian kemudian berdiri dan melangkah menuju ke kamarnya berbarengan dengan empat orang yang sebelumnya dia dengarkan pembicaraan nya.
Long Tian berjalan di belakang mereka berempat sampai ke lantai tiga yang hanya memiliki dua ruangan itu.
Long Tian melihat jika keempatnya memasuki ruangan di depannya dan dia pun langsung memasuki ruangannya sendiri lalu mengunci pintu kamarnya.
Tok
Tok
"Tuan muda bisakah saya berbincang sebentar dengan anda" ucap wanita muda yang selalu melayaninya sejak dia datang yang berdiri di luar pintu itu, berbicara dengan ramah.
"Nona silahkan masuk" ucap Long Tian dengan ramah sambil berjalan ke arah meja bulat di ruangan itu dan duduk di kursi yang menghadap ke arah pintu.
Wanita muda itu kemudian melangkah memasuki kamar Long Tian itu dan menutup pintunya lalu duduk di depan Long Tian dengan santun.
"Nona ada hal apa" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda, mohon maaf mengganggu anda, tapi di depan kamar anda, tapi di seberang kamar anda ini adalah putra mahkota dan peristiwa tadi di luar mengenai sepuluh orang pembunuh yang terbunuh itu membuat kami pihak penginapan akan menyimpan penjaga di lorong depan dan di tangga, jadi semoga anda tidak terganggu dengan hal ini" ucap wanita muda itu dengan ramah dan tersenyum hangat.
"Nona saya tidak keberatan selama para penjaga itu tidak didalam kamar ini, apakah ada yang terjadi sehingga putra mahkota sampai di incar oleh para pembunuh itu dan sepertinya anda juga bukan seorang pelayan disini" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda anda sangat jeli, saya memang bukan pelayan di penginapan ini melainkan saya pemilik penginapan ini, jika boleh saya tahu bagaimana anda bisa mengetahui hal ini" ucap wanita muda itu dengan sopan dan tetap dengan senyuman hangatnya.
"Nona di penginapan ini selain ketiga jenderal pengawal pangeran itu hanya anda yang memiliki kultivasi di tingkat pencipta langit tahap akhir" ucap Long Tian sambil menuang teh untuk wanita muda itu dan dirinya.
"Tuan muda terima kasih, jadi benar jika anda berkultivasi diatas saya sesuai dugaan saya sebelumnya" ucap wanita muda itu dengan ramah.
"Nona terima kasih juga sudah mau memasakan khusus untuk saya" ucap Long Tian dengan ramah dan tersenyum hangat.
"Tuan muda jangan sungkan kan memang tugas kami untuk membuat anda nyaman di penginapan kami ini" ucap wanita muda itu dengan ramah.
"Nona apakah ada masalah di kota ini, karena tadi saya lihat jika prajurit kota bahkan tidak mengambil tindakan pemeriksaan setelah ada sepuluh orang terbunuh meskipun mereka pembunuh" ucap Long Tian dengan santai dan meminum teh nya juga mempersilakan wanita muda itu untuk minum.
" Tuan muda, kota ini seperti kota lainnya sudah sangat terbiasa dengan kematian para pembunuh atau orang orang sekte aliran hitam" ucap wanita muda itu sambil kemudian meminum teh herbal buatannya Long Tian, karena Long Tian memang sudah mengganti teh di poci yang ada di atas meja itu sebelum di turun ke rumah makan di lantai satu.
"Tuan muda teh ini bukan milik penginapan kami, teh ini sangat berbeda" ucap wanita muda itu dengan ramah dan tersenyum sangat manis.
"Benar, saya sudah mengganti teh di poci ini dengan teh buatan saya" ucap Long Tian dengan ramah
"Tuan muda apakah anda baru berkunjung ke kota kami ini" ucap wanita muda itu dengan ramah dan kemudian meminum habis teh di gelasnya yang kembali di isi oleh Long Tian.
"Nona itu benar, karena saya sedang berpetualang saja jadi kebetulan saya kemalaman dan mampir di kota ini sehingga dapat bertemu dengan anda" ucap Long Tian dengan ramah.