Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Dunia Merah


"Terima kasih Penguasa" ucap semuanya kompak sambil meneguk teh herbal racikan Long Tian.


"Dulu di dunia Merah ini berisi Iblis darah yang bersembunyi tapi mereka semua aku hapus dan kini dunia ini tinggal kita buat dan rawat saja" ucap Long Tian sambil tersenyum.


"Penguasa apakah anda berniat memindahkan semua penduduk dunia naga kesini" ucap Long Yu.


"Kakek Yu tidak semua akan mengisi dunia merah ini, tentu saja yang berkehendak dengan sendirinya saja, yang benar benar mau membangun dunia merah ini dari Nol serta merawat dunia merah ini, jangan ada paksaan kepada siapapun, karena jika mereka merasa terpaksa maka tidak akan berhasil baik" ucap Long Tian sambil kemudian meneguk teh nya.


" Hamba mengerti Penguasa" Ucap Long Yu.


" Penguasa apakah dari bawahan hamba juga boleh ikut menempati dunia ini, hutan disini sangat asri dan lebat soalnya" ucap Shi Ju


" Tentu saja boleh, termasuk para prajurit Jenderal Long Pang dan Jenderal Huo Zhen juga boleh jika mereka semua menginginkan nya" ucap Long Tian.


Mereka semua berbincang dan menikmati teh herbal racikan Long Tian dan tidak terasa malam pun datang dan Long Tian mengeluarkan sebuah gerbang dimensi lintas Galaksi dan memasangnya tidak jauh dari gazebo tanah nya.


" Aku akan kembali ke kediamanku dan kalian bisa gunakan gerbang ini untuk kembali ke dunia naga, dan kakek yu pasang gerbang di dalam cincin dimensi ini untuk digunakan dari dunia naga kesini, ingat tawarkan kepada mereka dan berikan masing masing satu juta koin emas untuk modal mereka semua yang pindah kesini." Ucap Long Tian sambil memberikan sebuah cincin dimensi kepada Long Yu.


" Baik Penguasa" ucap mereka berempat kompak.


Long Tian berteleportasi ke kamarnya dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


…..


Long Tian yang sudah selesai membersihkan diri berjalan mendekati Hao Ling yang sedang mencoba menidurkan Long Chen, dia kemudian mengecup kening Long Chen dan berjalan ke kursi ruang Tamu kamarnya.


Long Tian menikmati Teh Herbal nya dan tidak lama kemudian Hao Ling mendekatinya dan duduk di depannya.


"Gege suara tadi itu benar benar mengejutkan kita semua di dunia naga ini" ucap Hao Ling.


" Ling-er Gege tadi mengeluarkan sebuah dunia dari dalam artefak menara dan di artefak itu banyak segel kuno dan satu satunya cara hanya dengan menghancurkannya saja" ucap Long Tian sambil tersenyum mesra kepada istrinya itu.


" Kenapa Gege mengeluarkan Dunia itu di galaksi ini" ucap Hao Ling


" Ling-er di galaksi ini tidak ada kehidupan dan tidak ada planet apapun dengan adanya dunia disini maka galaksi ini akan tetap stabil dan tidak akan mengacaukan tatanan galaksi kedepannya" Ucap Long Tian sambil kemudian meneguk teh nya.


"Apakah nanti penduduk dunia naga akan pindah kesana" ucap Hao Ling.


"Ling-er Gege tidak akan memaksa siapapun tapi jika mereka yang menginginkannya maka Gege akan memberikan modal untuk mereka semua" ucap Long Tian kembali.


" Itu lebih baik Gege, Ling-er yakin dunia itu akan semegah dan seramai dunia naga nantinya" Ucap Hao Ling sambil berdiri dan mengajak Long Tian untuk beristirahat.


……


Pagi hari pun datang, matahari pagi menyinari dunia naga dengan terang.


Long Tian dan semua yang ada di kediamannya sedang menikmati sarapan yang dimasak oleh Zan Lie, karena Zan Lie sudah menetap disana sekaligus untuk mengajarkan Hao Ling dan para pelayan memasak agar rasa masakan mereka bisa seperti rasa masakan Zan Lie.


"Tian-er benarkah ada dunia baru yang masih kosong" ucao Hao Yui yang sedang duduk dan memeluk Long Chen yang hampir tertidur.


"Ibu itu benar, dunia itu bernama dunia Merah dan memang belum ada kehidupan apapun disana selain pepohonan saja" ucap Long Tian.


"Apakah Ayah dan ibu mau berkunjung kesana jika iya maka kita berangkat bersama sama saja" ucap Hao Ling bersemangat.


"Ling-er senang sekali apa Ling-er mau tinggal di Dunia Merah" ucap Long Tian menggoda istrinya.


" Gege, jika benar dunia itu masih sangat asri bukankah kita bisa membuat kediaman kecil disana, kadang Ling-er ingin kita hidup di desa kecil dan bertani sesekali" ucap Hao Ling sambil tersenyum.


Long Tian hanya tersenyum dan tidak menjawab istrinya.


" Ling-er apakah tidak bisa besok besok lagi saja biar Tian-er bisa beristirahat dulu" ucap Hao Jia.


" Ayah tidak apa apa, ayo kita kesana melihat lihat" ucap Long Tian sambil mengeluarkan sebuah Gerbang Dimensi lintas Galaksi dan memasang di salah satu sudut taman belakang kediamannya itu.


Hao ling tersenyum gembira dan memeluk Long Tian, "Ling-er Gege tidak bisa bernafas lancar" ucapnya menggoda istrinya.


"Gege ayo kita pergi, ayah Ibu ayo" ucap Hao Ling sambil memegang tangan suaminya dan melangkah memasuki Gerbang dimensi.


Hao Jia dan Hao Yui hanya menggelengkan kepalanya dan mengikuti Hao ling dan long tian memasuki Gerbang Dimensi lintas Galaksi tersebut. 


Mereka semua keluar dari Gerbang dimensi dan melihat sebuah Gazebo tanah disana dan sebuah gerbang dimensi tapi tidak melihat apapun lainnya.


Long Tian berjalan ke gazebo tanah dan duduk disana sedangkan Hao Ling, Hao Yui dan Hao Jia mereka semua berjalan ke sekeliling.


Hao Ling kemudian melesat ke langit dan di melayang di langit melihat sekitarnya dari atas langit "dunia ini sangat asri dan enak untuk ditempati" ucap Hao Ling.


" Gege bisakah Gege kesini sebentar saja" ucap Hao Ling bertelepati.


Long Tian melihat istrinya melayang di langit kemudian melesat ke langit dan mendekati Hao Ling, di melayang di samping Hao Ling.


"Gege pinggiran hutan itu sepertinya enak untuk kita buat kediaman" ucap Hao Ling sambil menunjuk daratan kosong di pinggiran hutan yang merupakan hutan terkecil disana dan hutan kecil itu terpisah cukup jauh dari hutan lainnya dan tampak ada sebuah sungai disana.


"Ayo kita kesana melihatnya" ucap Hao Ling kembali sambil terbang pelan arah daratan kosong itu dan Long Tian pun mengikutinya. 


Mereka mendarat persis di pinggir sungai yang memang tidak dalam dan tidak terlalu lebar.


"Ling-er mau kita membuat rumah disini" ucap Long Tian.


"Gege bagaimana jika kita membuat rumah kecil saja sebagai tempat bersantai saja untuk kita dan ayah ibu ya paling kita siapkan kamar untuk Zan lie dan beberapa pelayan saja" ucap Hao Ling.


"Ling-er jemputlah ayah ibu dan ajak ke sini" ucap Long Tian sambil tersenyum.


"Baik Gege" ucap Hao Ling sambil berjalan meninggalkan Long Tian karena jarak mereka ke gazebo tanah memang tidak terlalu jauh.