
"Terima kasih Penguasa" ucap Kepala desa itu, dia menerima cincin dimensi Pemberian Long Tian sambil berlutut dan berlinang air mata.
"Tetaplah menjadi orang berjiwa baik" ucap Long Tian sambil tersenyum dan langsung melayang dengan kondisi duduk Lotus.
Kepala desa itu dan semua warganya langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian.
"Kalian semua dengarkan baik baik, Penguasa 100 Galaksi sang Dewa Naga Emas Long Tian menjawab doa kita semua, dia lah yang menolong kita barusan dan kita akan membangun desa kita semua di lereng gunung suci ini paling jauh radius dua kilometer masih aman untuk kita tempati dan ini ada titipan untuk kalian semua dari Penguasa …….. "ucap kepala desa itu yang sudah berdiri dan menghadap ke semua warganya namun dia langsung jatuh dalam kondisi berlutut saat melihat isi cincin dimensi pemberian Long Tian.
"Kepala desaaaaa" ucap beberapa orang sambil mendekati kepala desa itu dan membantu nya duduk namun kepala desa langung berdiri kembali.
"Penguasa benar benar menyayangi kita selain dia menyelamatkan nyawa kita dia juga memberikan lima belas juta koin emas dan dua juta Pil penyembuh sebagai cadangan untuk kita semua, saya akan membagikan secara merata kepada semua keluarga sesuai pesan beliau" ucap kepala desa yang sudah berdiri kembali dan berbicara sambil terisak menangis bahagia.
Semua warga langsung berlutut kembali dan bersujud termasuk kepala desa juga ikut bersujud mereka semua mendoakan Long Tian sambil menangis bahagia.
Long Tian lagi lagi tidak mengetahui hal ini karena saat ini dia sudah berada di sebuah perbatasan kerajaan yang sedang berperang.
"Disini ada perbatasan kerajaan jadi disini sistem kerajaan atau kekaisaran sebenarnya, tapi mereka juga tidak memikirkan rakyat mereka sama sekali sepertinya dengan berperang di perbatasan yang memiliki kota seperti ini" ucap Long Tian yang kini berada lima ratus meter dari lokasi peperangan.
Long Tian yang masih dalam posisi duduk lotus di atas lingkaran cahaya itu kemudian melayang ke atas peperangan dia melayang dua ratus meter diatas tanah.
"Pengendalian senjata, datanglah" ucap Long Tian sambil mengangkat tangan kanannya ke atas kepalanya secara perlahan.
Semua senjata yang sedang di gunakan oleh mereka yang berperang terlepas dari tangan mereka semua termasuk senjata yang di sarungkan atau disimpan sebagai cadangan Peperangan juga kini mulai melayang dan melesat ke arah Long Tian.
Semua senjata itu kini melayang di atas Long Tian dengan tenang.
"Apakah saya mengganggu kalian" ucap Long Tian dengan tenang dan masih duduk tenang dengan sikap duduk lotus di atas lingkaran cahaya.
Satu kubu pasukan yang dekat dengan perbatasan kota itu langsung mundur dan setelah agak jauh dari medan perang mereka secara bergantian berlutut lalu bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian dan langsung masuk ke dalam gerbang perbatasan.
Kubu Pasukan yang di luar perbatasan tidak bergeming sama sekali, mereka seakan kesal dengan Long Tian mengambil senjata pusaka mereka.
"Penguasa, kami disini karena menuntut keadilan atas tindakan mereka membunuh prajurit kami yang tidak sengaja memasuki perbatasan" ucap salah satu yang berpakaian layaknya seorang Jenderal Perang dengan menggunakan Qi mendalamnya
"Penguasa mohon anda tidak mencampuri urusan kami" ucap salah seorang yang berpakaian layaknya bangsawan dengan menggunakan Qi mendalamnya.
"Ya kembalikan senjata kami" ucap yang lainnya dengan menggunakan Qi mendalamnya.
"Baiklah jika kalian ingin senjata kalian kembali" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menunjuk kepada mereka.
Semua senjata yang ada di atas kepala Long Tian bergetar dan langsung melesat kepada mereka dengan kecepatan yang sangat cepat namun bukan mau kembali ke pegangan mereka, senjata senjata itu mengarah kening mereka semua.
Jleb
Jleb
Jleb
Tangan kanan Long Tian kembali terangkat ke atas dan semua senjata itu kini kembali melesat ke atas Long Tian, melayang dengan tenang di atas kepala Long Tian.
"Apa ada lagi yang ingin senjata ini kembali" ucap Long Tian dengan menggunakan Qi mendalamnya yang terdengar sangat mendominasi.
Tidak ada satupun jawaban dan terlihat olehnya kini pasukan yang memasuki gerbang perbatasan semuanya berlutut bahkan warga kota itu juga ikut berlutut.
Tangan kiri Long Tian menunjuk ke tubuh tak bernyawa dengan kepala memiliki lubang itu dan terlihat bola bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman melesat dari jari telunjuknya, satu tubuh mendapatkan satu bola cahaya kecil dan dari tubuh mereka keluar ratusan sampai ada yang jutaan bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman.
Semuanya kini melihat fenomena bola cahaya yang menyebar ke seluruh ke seluruh dunia itu, mereka juga melihat tubuh tak bernyawa itu kini memerah dan langsung menjadi abu.
"Siapa pemimpin kalian, kesinilah" ucap Long Tian yang masih duduk melayang di udara.
Seorang pria sepuh berpakaian jenderal melesat dari dalam kota dan berlutut di udara.
"Saya jenderal Ci menghadapi penguasa" ucapnya pelan karena jarak mereka hanya dua meter dalam keadaan berlutut.
"Apa sebab perang ini" ucap Long Tian tegas mendominasi.
"Penguasa, seminggu lalu 100 prajurit mereka memasuki kota kami dengan diam diam di malam hari dengan tidak menggunakan seragam prajurit dan mereka menangkap para wanita untuk di bawa ke markas mereka, dan prajurit hamba mengetahuinya jadi mereka mengambil tindakan tegas dengan menghapus keberadaannya" ucap pria sepuh itu.
"Apakah sering terjadi seperti ini di kota dan desa perbatasan" ucap Long Tian dengan tegas mendominasi.
"Benar Penguasa setiap akan malam bulan purnama ke tiga" ucap pria sepuh itu.
"Baiklah kembalilah dan panggil raja mu kesini" ucap Long Tian dengan berwibawa.
"Hamba mohon pamit" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan memberikan penghormatan kepada Long Tian lalu berdiri dan melesat ke arah kota dan terus melesat meninggalkan kota itu.
Tangan kanan long Tian kini menunjuk tanah kosong di depan tembok perbatasan itu dan semua senjata yang melayang di atas kepalanya kini melesat ke arah depan tembok itu dan tersusun dengan rapi di depan tembok perbatasan seolah olah ada yang menyusunnya.
"Prajurit, ambil senjata senjata itu dan simpan semuanya"ucap Long Tian dengan kekuatan semesta yang sangat mendominasi.
Semua prajurit langsung keluar gerbang perbatasan dan mengambil senjata senjata yang sebagian memang milik mereka namun kebanyakan sudah tidak mempunyai pemilik lagi.
Mereka yang telah menyimpan senjata senjata itu di cincin dimensi mereka kemudian berlutut dan memberikan penghormatan kepada Long Tian dan di balas anggukan kepala oleh Long Tian.
Para prajurit itu pun kembali ke dalam perbatasan dan berlutut di sana.