Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Rumah Naga Bulan


Long Tian berteleportasi ke orang orang yang ada di sebelah kirinya dan dia melihat hanya tinggal 10 orang yang masih hidup sedangkan yang lainnya sudah terkena panah tepat di jantung mereka.


Long Tian tidak mau berlama lama dia langsung menjentikkan jari nya dan menggunakan kekuatan Qi emasnya dan 10 orang tersebut berubah menjadi kabut darah.


Long Tian langsung berteleportasi ke bagian kanan kereta dan dia melihat hanya ada delapan orang disitu yang selamat, mereka kaget saat melihat Long Tian yang sudah ada di dekat mereka.


Mereka mengangkat pedang mereka dan berusaha menyerang Long Tian tapi hanya dengan satu jentikan tangan Long Tian  mereka berubah menjadi kabut darah.


Long Tian mengumpulkan semua cincin dimensi milik para perampok yang gagal merampoknya dan kemudian dia membakar semua mayat perampok tersebut, setelah selesai dia kembali ke kereta kudanya.


Long Tian kemudian menghilangkan segel pertahanan dan segel pembalik nya dan kembali ke posisi kusirnya dan langsung menjalankan kudanya.


"Gege tidak apa apa kan?" Ucap Hao Ling dari dalam kereta kuda.


"Ling-er tenanglah tidak akan ada yang dapat melukai kita di dunia ini" ucap Long Tian.


Kereta kudanya terus berjalan dan sudah satu minggu mereka sejak meninggalkan desa Pandan.


Dari jauh terlihat sebuah kota kecil dan jika informasi dari peta dunia bulan maka kota kecil itu adalah kota teratai.


Long Tian memacu kereta kudanya dan berhenti di depan gerbang kota karena ada pemeriksaan dari penjaga kota.


"Tuan silahkan tunjukan medali klan ada atau anda akan dikenai 10 koin emas per orang" ucap salah seorang prajurit dengan ramah.


Long Tian memberikan 50 koin emas dan menyampaikan jika sisanya untuk mereka.


Prajurit penjaga gerbang yang mendapatkan 20 koin emas tersebut tersenyum bahagia dan langsung mempersilahkan mereka memasuki kota Teratai.


"Jika bisa anda beritahukan dimanakah penginapan terbaik di kota ini?" Ucap Long Tian.


" Tuan muda lurus saja 500 meter di depan ada penginapan Teratai di sebelah kanan yang merupakan Penginapan terbaik di kota ini" jawab prajurit tersebut.


Long Tian langsung mengarahkan kereta kudanya ke arah penginapan Teratai.


Beberapa saat saja mereka sudah tiba di penginapan dan Long Tian sudah menitipkan kereta kudanya dan memberikan 5 koin emas untuk penjaga kereta kudanya.


Di dalam penginapan.


"Nona tolong dua kamar terbaik anda" ucap Long Tian kepada pelayan penginapan.


"Tuan muda silahkan ikuti saya" Jawab pelayan tersebut dan berjalan ke arah penerima tamu dan mengambil dua kunci kamar.


Mereka kemudian berjalan mengikuti pelayan tersebut dan mendapatkan kamar yang berdampingan, Long Tian memasuki kamar nya dan memberikan 100 koin emas, "nona tolong siapkan makanan dan antarkan ke kamar kami berdua" ucap Long Tian.


"Baik tuan muda" ucap Pelayan  tersebut yang bahagia karena biaya kamar semalam hanya dua puluh koin emas dan dua kamar hanya empat puluh koin emas dan biaya makan sudah termasuk biaya sewa kamar.


Pelayan tersebut meninggalkan kamar Long Tian dan Hao Ling, tidak lama kemudian pelayan tersebut datang kembali dan mengantarkan makanan ke kamar Long Tian dan kamar Hao Wenji.


Waktu berlalu dan di pagi harinya Long Tian sudah terbangun dan sudah membersihkan dirinya, dan saat ini dia sedang menunggu Hao Ling yang sedang memanggil Hao Wenji.


"Gege apakah kita akan melanjutkan perjalanan" ucap Hao Ling yang datang bersama dengan Hao Wenji.


" Benar, apakah Ling-er mau membeli sesuatu di kota ini" ucap Long Tian.


Mereka kemudian menuruni penginapan dan melanjutkan perjalanan mereka menuju Ibukota kekaisaran Bulan.


Waktu terus berlalu dan sudah hari ke 40 mereka sejak meninggalkan desa Pandan, mereka kini sudah melihat gerbang ibukota kekaisaran Bulan.


Long Tian mengarahkan kereta kudanya dan berhenti di gerbang ibukota.


"Tuan muda tolong perlihatkan medali anda atau anda harus membayar 20 koin emas per orang" ucap seorang prajurit penjaga gerbang ibukota dengan sangat ramah.


Long Tian kemudian memberikan 100 koin emas dan bertanya tempat penjualan rumah di ibukota itu.


Prajurit yang melihat Long Tian dengan mudah memberi 100 koin emas dan lebih 40 koin emas tersebut langsung tersenyum dan menawarkan untuk mengantar Long Tian ke pusat penjualan rumah di ibukota tersebut.


Tidak memerlukan waktu lama mereka kini sampai di pusat penjualan rumah dan Long Tian memberikan 10 koin emas kepada prajurit tersebut. 


Hao ling dan Hao Wenji memilih menunggu didalam kereta kudanya sambil beristirahat.


Di pusat penjualan rumah.


"Tuan muda ada yang dapat kami bantu" ucap ramah seorang Wanita yang kemungkinan adalah pekerja di tempat itu.


"Saya sedang mencari rumah yang di jual, dan yang saya inginkan adalah rumah terbesar dan dengan halaman terluas" ucap Long Tian dengan ramah dan penuh wibawa.


" Silahkan tuan muda ikuti saya" ucap Wanita tersebut sambil melangkah pergi dan memasuki sebuah ruangan.


"Silahkan duduk Tuan Muda" wanita tersebut mempersilahkan Long Tian untuk duduk di depannya.


"Tian muda ini adalah beberapa rumah terbaik dan terluas di dalam ibukota ini" ucap Wanita tersebut sambil memberikan sepuluh gulungan berisi lukisan dan details dari rumah rumah yang di maksud nya kepada Long Tian.


Long Tian menerima gulungan gulungan tersebut dan memeriksa setiap gulungan dan dia melihat sebuah lukisan rumah yang merupakan rumah terbesar dan termegah dengan halaman depan dan halaman belakang yang sangat luas, rumah itu sendiri memiliki 10 bangunan pendukung untuk para pelayan dan sebagai wisma tamu.


"Saya ingin membeli rumah ini, dan saya juga membutuhkan banyak medali ibukota ini, berapa yang harus saya bayar" ucap Long Tian dengan ramah berwibawa.


" Tuan muda harga rumah ini 100 juta koin emas dan sudah termasuk dengan 200 medali ibukota ini dengan nama klan anda tentunya" ucap Wanita tersebut.


" Nona silahkan di cek" ucap Long Tian yang memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi 105 juta koin emas kepada wanita tersebut.


Wanita tersebut tersenyum dan berkata "maaf tuan kelebihan 5 juta koin emas"


"Nona saya membutuhkan 550 medali ibukota dengan nama Klan Long" ucap Long Tian sambil memberikan sebuah gambar Naga Emas.


"Baik Tuan muda nanti kami antarkan menyusul untuk medalinya" jawab wanita tersebut dengan ramah.


Long Tian membereskan semua administrasi jual beli rumah tersebut dan kemudian dengan diantar oleh wanita tersebut mereka tiba di rumah baru mereka di  pusat Ibukota kekaisaran bulan ini.


Rumah ini sudah lengkap dengan semua furniture nya, dan memiliki pagar yang lumayan kokoh dan kuat.


Mereka kemudian memasuki rumah tersebut dan berkeliling rumah besar tersebut.


"Rumah ini ku beri nama *Rumah Naga Bulan*" ucap Long Tian kepada Hao Ling dan Hao Wenji.