
Long Tian muncul di angkasa galaksi ke delapan puluh satu dan disini dia merasakan adanya panggilan untuknya.
"Baiklah kita lihat apakah yang terjadi di galaksi ini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil berteleportasi secara acak dengan menyerahkan keberadaannya kepada semesta.
Long Tian muncul di sebuah Jalanan kecil yang sangat padat dengan rumah rumah kumuh.
"Sepertinya pakaian ku tidak cocok" ucap Long Tian sambil memasuki istana dunia jiwa dan berganti pakaian dengan pakaian biasa yang biasa digunakan oleh para penduduk desa lalu kembali ke jalanan kecil itu.
"Baiklah kita lihat apa yang ada di dunia ini kenapa banyak sekali bangunan kumuh di sini" ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya dengan mata emasnya.
"Ayah Ibu bertahanlah, aku akan berusaha mencari bantuan untuk kalian berdua" isak tangis seorang anak perempuan terdengar persis dari rumah kumuh yang kecil yang berada di sebelah kanan Long Tian.
Long Tian langsung memeriksa rumah kumuh itu dia melihat jika ada sepasang suami istri yang sedang terbaring sakit di atas kasur lantai dan ada seorang anak perempuan berusia 13 tahun yang berlutut di antara keduanya.
Long Tian melihat jika anak perempuan itu berdiri dan dia pun melangkah menuju ke pintu rumah kumuh yang sangat kecil itu.
Bruuug
Anak perempuan itu menabrak Long Tian dan menyebabkan anak perempuan itu terjatuh lalu di bantu berdiri oleh Long Tian.
"Tuan maaf saya tidak sengaja, maaf pakaian anda jadi kotor" ucap anak perempuan itu dengan wajah menunduk dan sambil menangis.
"Nak, tidak apa apa, justru aku ingin bertanya apa kau sakit saat terjatuh barusan" ucap Long Tian dengan sangat ramah sambil berjongkok di depan anak perempuan itu.
"Tuan saya tidak apa apa, tapi ayah dan ibu saya yang sedang sakit, saya permisi dulu hendak mencari bantuan untuk ayah dan ibu saya" ucap anak perempuan itu sambil menangis dan bersiap pergi.
"Nak, saya adalah seorang tabib, bisakah saya melihat kedua orang tua mu" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke anak perempuan itu dengan masih posisi berjongkok untuk menyamakan tingginya.
"Tuan muda benarkah anda seorang tabib bisakah anda menolong orang tua saya saya siap menjadi budak anda sebagai bayaran nya" ucap anak perempuan itu sambil menangis dan melihat Long Tian.
"Tidak perlu untuk itu, ayo kita lihat kedua orang tua mu" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat dan berdiri kembali.
"Tuan muda mari" ucap anak perempuan itu dengan semangat dan menarik tangan kiri Long Tian untuk memasuki rumahnya.
"Rumah ini benar benar tidak layak untuk dijadikan rumah tinggal, bahkan aku ragu jika rumah ini bisa bertahan saat ada hujan badai" ucap Long Tian dalam hatinya sambil memasuki pintu rumah itu.
Sepasang suami istri terbaring lemah di kasur lantai di ruang tamu kecil dan di rumah itu hanya ada dua ruangan saja selain ruang tamu itu.
"Tuan muda ini ayah dan ibuku, mereka terkena bisa ular saat sedang ke hutan mencari kelinci" ucap anak perempuan itu sambil menangis.
"Nak, mundurlah dulu, biar aku selamat kan ayah dan ibumu ini" ucap Long Tian sambil tersenyum dan melangkah ke samping mereka berdua.
Anak perempuan itu mengikuti perintah Long Tian dan dia kini menjaga jaraknya dengan Long Tian dan kedua orang tuanya.
Cahaya emas Regenerasi keluar dari telapak tangannya dan langsung menyebar ke bawah lalu membungkus kedua orang tua satu persatu.
Cangkang cahaya emas Regenerasi telah terbentuk dan kedua orang itu kini terangkat tiga puluh sentimeter dari lantai kayu rumah itu.
Vitalitas kedua orang itu mulai perlahan membaik dan terlihat jika kaki mereka menghitam akibat bisa ular, kaki mereka dan semua bagian tubuh mereka kini mulai normal dan semua organ tubuh mereka yang rusak akibat bisa ular juga kini mulai membaik.
Anak perempuan itu kini sudah tidak lagi menangis karena melihat secara langsung jika kedua orang tuanya sudah mulai membaik meskipun belum tersadar.
Sepuluh menit berlalu kedua orang itu mulai membuka matanya dan semua luka di tubuhnya sudah menghilang termasuk dengan bisa ular itu juga sudah sepenuhnya menghilang.
Long Tian menurunkan mereka berdua lalu menghilangkan cangkang cahaya emas regenerasi itu.
Keduanya langsung berlutut di depan Long Tian demikian juga dengan anak perempuan itu juga ikut berlutut di samping ibunya.
"Tuan muda terima kasih sudah menolong kami" ucap ayah anak itu dengan ramah lalu mereka bertiga bersujud satu kali untuk menghormati Long Tian.
"Kalian duduklah" ucap Long Tian dengan ramah sambil duduk di lantai kayu rumah itu yang terlihat sudah sangat rapuh.
Mereka bertiga duduk dengan rapi di depan Long Tian sambil menundukkan wajahnya.
"Bisakah kalian berdua memberi tahu saya kenapa kalian bisa sampai terkena gigitan ular berbisa" ucap Long Tian dengan ramah sambil mengeluarkan satu poci teh besar dengan empat gelas gioknya lalu menuangkannya untuk empat gelas itu dan memberikan untuk mereka semua.
"Kalian semua minumlah, agar tubuh kalian semua lebih sehat lagi" ucap Long Tian dengan ramah dan tersenyum hangat dan langsung meminum habis teh herbal di gelasnya.
Mereka bertiga langsung meminumnya juga dan merasakan jika semua vitalitas mereka semakin membaik bahkan kedua orang tua anak perempuan itu merasakan jika lautan Qi mereka kini semakin penuh dan stabil.
Mereka berdua memiliki kultivasi tingkat pencipta bumi tahap awal.
"Tuan muda terima kasih, kami hidup disini sudah satu tahun sejak desa kami hancur oleh serangan para perampok dan kami semua mengungsi ke kota namun apa daya karena kami tidak memiliki uang kami bahkan tidak bisa memasuki kota, jadi kami tinggal di perkampungan yang di tinggalkan ini, untuk bisa bertahan hidup kami berburu di hutan hanya untuk bisa makan saja, karena meskipun kami menangkap banyak kami juga tidak bisa menjualnya ke kota" ucap ayah anak perempuan itu dengan hormat.
"Ada berapa keluarga di desa ini, apakah ada lagi yang sakit" ucap Long Tian dengan ramah.
"Hanya lima puluh keluarga saja yang tersisa, tidak ada lagi yang sakit disini selain kami karena hanya kami berdua saja yang terkena gigitan ular itu, itupun karena kami sudah terlalu lelah jadi tidak menyadari jika ada ular berbisa disana" ucap ayah anak perempuan itu dengan hormat.
"Kenapa kalian tidak kembali ke desa kalian saja dan membangun ulang desa kalian" ucap Long Tian dengan ramah dan tersenyum hangat.
"Rumah kami sudah hangus terbakar, kami tidak memiliki keahlian untuk membangun ulang rumah kami, kami hanya kaum pemburu saja" ucap ayah anak perempuan itu sambil melihat ke arah dinding dan ada dia busur disana.
"Baiklah, aku akan membantu kalian semua, dan aku tidak menerima penolakan, mana yang kalian pilih tinggal di desa ini atau kembali ke desa dan aku bangunkan rumah baru untuk kalian semua" ucap Long Tian dengan ramah.
"Saya pribadi memilih untuk kembali ke desa kami karena disana tanah kelahiran kami, dan saya yakin semua penduduk desa juga akan sangat setuju namun saya dan para penduduk tidak memiliki satu keping pun uang" ucap ayah anak itu dengan hormat sambil menunduk demikian juga istri dan anaknya.