
"Hamba yakin dengan pilihan penguasa dan bersedia menjadikan pilihan penguasa sebagai pasangan hidup hamba" ucap Long Ne dengan sangat sopan dan hormat.
"Leiji apa kau sedang sibuk" ucap Long Tian dengan ramah melalui telepati.
"Tidak Penguasa, hamba hanya sedang bersantai bersama dengan penguasa putri saja di istana merah. Jika anda hendak menarik saya maka saya siap" ucap Leiji melalui telepati kembali dan langsung di tarik oleh Leiji.
Leiji muncul di hadapan mereka semua dan membuat semuanya terkejut bahkan Long Ne terlihat sangat terpesona dengan kecantikan Leiji.
"Hormat kepada penguasa" ucap Leiji dengan sangat hormat dan tersenyum hangat ke semuanya.
"Leiji duduklah sini" ucap Long Tian meminta agar Leiji duduk di samping kirinya diantar Long Tian dan Long Ne.
"Baik Penguasa" jawab Leiji sambil duduk di samping kiri long Tian dan saat ini Leiji masih menggunakan pakaian perangnya.
"Leiji apakah kau baru kembali dari peperangan" ucap Long Tian dengan ramah.
"Benar penguasa, hamba dan yang lainnya baru saja membereskan galaksi ke delapan puluh delapan." Ucap Leiji dengan sangat sopan dan hormat.
"Leiji kenalkan ini Long Sing, Long Zin dan ini calon suamimu Long Ne" ucap Long Tian dengan santai dan terlihat jika Long Ne dan Leiji saling memandang satu sama lain.
"Penguasa saya bersedia, dia sangat tampan meskipun tidak setampan anda namun saya yakin dengan pilihan anda ini" ucap Leiji sambil terus saling pandang dengan Long Ne.
Melihat hal ini baik Long Tian, Long Sing dan Long Zin hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Kalian itu sana duduk di belakang saja biar saling kenal dan Leiji aku bebaskan kau sementara dari tugasmu agar kau bisa lebih mengenal Long Ne." Ucap Long Tian sambil menunjuk empat kursi yang ada di belakang sofa itu dan terlihat jika baik Long Ne maupun Leiji tidak mendengar ucapannya karena sibuk dengan lamunan mereka masing masing.
Long Tian menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kedua insan yang sedang jatuh cinta ini demikian juga dengan Long Sing dan Long Zin.
Tuk tuk kedua insan yang sedang jatuh cinta itu mendapatkan masing masing satu pukulan di kepala mereka dari Long Tian yang sudah berdiri di depan mereka.
"Kakak sakiiiiit" ucap Leiji dengan spontan sambil memegang keningnya sedangkan Long Ne tidak bersuara hanya mengusap usap keningnya yang memerah akibat pukulan Long Tian.
"Kalian berdua pindah ke kursi itu" ucap Long Tian sambil menunjuk ke arah kursi yang ada di belakang sofa dan setelah itu dia duduk kembali.
"Baik Penguasa, ayo Jier kita pindah agar tidak mengganggu penguasa" ucap Long Ne sambil meminta Leiji untuk pindah duduk.
"Benar benar pasangan yang serasi" ucap Long Sing melihat Long Ne dan Leiji yang sudah duduk di kursi belakang sofa besar itu.
"Long Zin kenapa kau Memerlukan banyak Pil penyembuh?" Tanya Long Tian sambil melihat ke arah Long Zin.
"Penguasa, Hamba memiliki rumah pengobatan dan dengan obat obat itu maka akan banyak yang bisa hamba tolong" ucap Long Zin dengan sangat sopan dan hormat.
"Long Sing apakah kau memiliki rumah pengobatan juga" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat ke arah Long Sing.
"Benar Penguasa, namun kami berdua selama ini masih fokus dengan warga kota kami saja, karena keterbatasan dalam Pil Penyembuh yang bisa kami miliki, selama ini kami hanya mengandalkan obat para tabib dan pil Penyembuh tingkat dao saja yang bisa di produksi oleh para alkemis kota kami" ucap Long Sing dengan hormat.
"Baiklah ini buat rumah pengobatan kalian berdua dan manfaatkan dengan sebaik mungkin" ucap Long Tian sambil memberikan masing masing satu cincin dimensi yang berisi satu juta butir Pil Penyembuh tingkat dewa dan satu juta butir Pil Penyembuh tingkat pencipta ke mereka berdua dan ada satu Cincin dimensi yang di simpan di atas meja untuk Long Ne bawa ke istana.
"Terima kasih Penguasa, saya akan memastikan penggunaan Pil Penyembuh ini dengan sebaik baiknya" ucap Long Zin dengan sangat hormat.
"Terima kasih penguasa, dan tadi hamba sudah menyiapkan bangunan untuk pemuda yang tadi jadi jika dia sampai maka akan langsung bisa menempatinya" jawab Long Sing dengan hormat.
"Kita tidak membantu semua penduduk namun setidaknya kita sudah berusaha untuk itu" ucap Long Tian dengan ramah dan menengok ke arah Long Ne dan Leiji.
"Mereka berdua bahkan lupa dengan kehadiran kita disini" ucap Long Sing yang juga melihat Long Ne dan Leiji yang sibuk mengobrol berdua.
"Itu benar, tidak salah aku memilih jodoh untuk adik perempuan ku itu, tinggal dua lagi yang harus aku carikan pasangan" ucap Long Tian dalam hatinya sambil kembali melihat ke arah panggung pelelangan.
"Long Zin, bagimana dengan pria sepuh itu" ucap Long Tian dengan ramah sambil tetap melihat ke arah panggung pelelangan.
"Penguasa dia sebenarnya bawahan hamba, dan pelelangan anggrek ini sebenarnya milik dari Long San yang di kelola oleh para bawahannya sekaligus untuk mengawasi lebih detail dunia ini karena pelelangan anggrek tersebar di seluruh dunia kristal ini" jawab Long Zin dengan sangat sopan dan hormat.
"Cara yang sangat baik untuk mengetahui semua yang terjadi, dan Long Sing apa kau akan kembali ke kota naga atau mau disini dulu" ucap Long Tian sambil melihat ke arah Long Sing.
"Penguasa hamba mau kembali ke kota naha saja, karena masih banyak bangunan kosong yang harus hamba bereskan" ucap Long Sing dengan hormat sambil tersenyum hangat ke Long Tian.
"Baiklah berdirilah aku akan mengirim mu kembali" ucap Long Tian dengan ramah dan terlihat jika Long Sing langsung berdiri.
Long Tian tidak membuang waktu dan langsung mengirim Long Sing kembali ke kediamannya.
"Long Zin, di kota mu ini tadi banyak yang aku jadikan abu berikut dengan garis darah mereka jadi kediaman dan bangunan mereka sudah kosong oleh karena itu aku minta kau ambil alih saja bangunan bangunan itu jadikan aset kota mu saja" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat Long Sing.
"Baik Penguasa, hamba akan segera mengambil alih semua bangunan itu, dan maaf apakah anda akan tetap beristirahat di kota hamba ini" ucap Long Zin dengan sangat sopan dan hormat sambil tersenyum hangat ke Long Tian.