Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Menemukan desa kanibal


"Ada apa lagi di hutan ini, kenapa kehadiranku masih di perlukan" Ucap Long Tian sambil berlutut sebelah kaki dan memegang tanah di bawahnya.


Lima menit berlalu dan Long Tian menemukan sebuah desa di pinggiran selatan hutan itu dan tidak ada hal lainnya di hutan itu.


Long Tian melesat ke atas dan dia langsung terbang ke arah selatan ke lokasi desa yang dia temukan saat berkomunikasi dengan dunia itu.


"Desa ini satu satunya yang ada di lereng gunung ini semuanya tampak sangat normal namun anehnya mereka semuanya berkultivasi bahkan kebanyakan mereka memiliki tingkat Dao semesta tahap akhir" ucap Long Tian sambil melihat desa itu dari udara, dia kemudian melesat turun dan berdiri di depan pintu masuk desa.


Booom


Belum satu menit dia berdiri di depan desa itu sebuah serangan Qi mengenai tubuh Long Tian namun berhasil di tangkis oleh Long Tian dengan Serangan Tinju naganya.


Sepuluh orang laki laki yang merupakan warga desa itu melesat ke arah Long Tian dengan masing masing membawa pedang dan langsung menyerang Long Tian


Long Tian menggelengkan kepalanya karena dia baru sampai dan disambut dengan serangan selamat datang ini, dia mengeluarkan pedang naga emasnya dan menahan semua serangan yang datang padanya.


Trank


Trank


Trank


Terdengar jelas saat Long Tian menahan serangan serangan dari sepuluh pria berkultivasi dao semesta tahap akhir itu.


"Domain kegelapan" ucap Long Tian yang berhasil mundur lima meter dari orang orang itu.


Kawasan desa itu kini menjadi gelap gulita tidak ada cahaya apapun disana tapi ini tidak berlaku untuk Long Tian karena dia pemilik domain.


Long Tian Kemudian menggerakkan tangannya dan membuat segel kutukan darah dan mengirim ke sepuluh orang itu serta warga desa lainnya, karena semua mahluk hidup di dalam domain itu bisa dia ketahui dengan jelas.


Bola bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman melesat dari jarinya dan mengenai semua orang yang lagi kebingungan dengan kegelapan yang tiba tiba ini.


Satu persatu mulai terkena serangan bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman dan dari tubuh mereka keluar ratusan sampai ribuan bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman menyebar ke seluruh dunia itu.


"Akhirnya kalian menjadi abu" ucap Long Tian sambil menghentikan domain kegelapan.


Kawasan itu menjadi terang kembali dan kini Long Tian tidak melihat siapapun di sana di bergerak memasuki desa itu untuk mencari petunjuk.


Satu persatu rumah disana dia masuki dan dia benar benar menggelengkan kepalanya karena semua rumah itu memiliki potongan potongan tubuh di dapur mereka semua.


"Kalian manusia paling kejam selama ini yang aku temukan sampai memakan sesama manusia" ucap Long Tian


Long Tian sudah memasuki sepuluh rumah dan dia berpikir jika semuanya adalah pemakan daging manusia.


"Kita lihat apa ada yang berharga di rumah terbesar ini" ucapnya berbicara sendiri sambil berjalan memasuki rumah itu.


Long Tian mengecek satu persatu rumah disana dan dia menemukan sebuah ruangan bawah tanah yang langsung dimasukinya.


"Banyak juga harta mu, untuk desa sekecil ini tapi hartamu sudah seperti tuan kota" ucap Long Tian yang melihat tumpukan koin emas, tael emas perhiasan dan juga artefak serta sebuah gulungan kuno.


Long Tian memasukkan semuanya ke ruang harta di istana dunia jiwa dan hanya menyisakan gulungan kuno, dia keluar dari ruang bawah tanah itu dan berjalan terus keluar dari rumah itu karena bau darah di rumah itu terlalu pekat tercium olehnya akibat banyaknya potongan potongan tubuh manusia di salah satu ruangan disana.


Long Tian berjalan keluar dari desa itu dan berhenti 100 meter di luar desa itu tidak jauh dari pertama dia datang dan langsung diserang oleh penduduk desa itu.


"Pengendalian Alam, Tanah telanlah" ucapnya sambil menghentakkan kaki kanannya ke tanah.


Tanah mulai bergetar dan merobohkan semua yang ada di desa itu sampai semua buatan manusia itu kini hanya menjadi puing dan potongan kayu lalu perlahan semua itu di telan oleh tanah hingga kini hanya terlihat tanah datar yang lapang dan kosong.


Long Tian yang masih memegang gulungan kuno itu langsung berjalan ke sebuah pohon besar di dekatnya, dia duduk menyender ke pohon itu dan membuka gulungan kuno yang dia dapatkan.


Long Tian membaca semua isi gulungan kuno dan dia terlihat sangat marah dengan isi gulungan kuno itu yang berakhir dengan dia membakar gulungan kuno itu menjadi abu dengan api lava suci abadinya.


"Benar benar biadap, siapapun iblis darah yang mengajarkan hal ini sampai membuat gulungan kuno ini benar benar biadab, mengajarkan manusia untuk melakukan ritual darah dan memakan tubuh manusia adalah Hal paling keji yang aku temukan sampai saat ini" ucapnya sambil berdiri dan melesat ke atas awan.


Long Tian membuat singgasana awan dan duduk disana untuk menenangkan pikirannya.


"Jadi inilah sebabnya kenapa ada makam kuno raja iblis, dia menggunakan pengorbanan darah manusia pengikutnya untuk melemahkan segel malamnya dan berencana untuk kembali hidup dengan pengorbanan darah, jika seperti ini maka ada kemungkinan di bagian lain dunia ini atau di dunia lain akan ada hal yang sama, sudah menjadi jiwa saja masih bisa menggerakan aura kematian untuk menyerangku meski satu kali apalagi jika masih hidup, bisa bisa aku harus bertarung hidup dan mati dengannya" ucap Long Tian berbicara sendiri mencoba menelaah apa yang terjadi di pegunungan di bawahnya.


Long Tian mengeluarkan satu poci teh kecil dan langsung meminumnya sampai habis tanpa menggunakan gelas lalu menyimpan kembali poci teh kecil yang terbuat dari Giok putih itu di cincin dimensinya.


Cincin komunikasi nya bersinar dan langsung dia berikan sedikit Qi nya.


"Penguasa, apakah anda masih di semesta ini" ucap Xuan Li melalui cincin komunikasi.


"Apa ada masalah di dunia itu" ucap Long Tian melalui cincin komunikasi.


"Tidak ada masalah hanya saya habis bertarung dengan seorang jenderal iblis darah bertanduk satu dan menemukan satu menara iblis namun sudah saya segel" ucap Xuan Li melalui cincin komunikasi.


"Saya bahkan melawan dua Jenderal iblis darah bertanduk dua dan melawan jiwa raja iblis" jawab Long Tian melalui cincin komunikasi.


"Haiiiiiiiis selalu saja saya kalah, kapan saya bisa membanggakan diri saya, sudah penguasa pindah galaksi saja, di galaksi ini biar saja saja" ucap Xuan Li melalui cincin komunikasi.


"Kau bisa banggakan dirimu jika tidak ada korban di pasukan mu" jawab Long Tian karena merasa ada korban di pasukan Xuan Li.