
Sudah lima jam berlalu dan rombongan besar itu masih berjalan terus mengikuti jalan itu dan di kanan dan kiri mereka saat ini adalah hutan yang sangat besar.
"Kita sebaiknya beristirahat di sini saja, tanah lapang ini cukup luas untuk kita semua, semua singa, harimau dan kuda juga sudah sangat lelah dan mereka membutuhkan istirahat" ucap Long Tian dengan ramah sambil membelokan singanya ke tanah lapang yang ada di sebelah kirinya dan di ikuti oleh semuanya tanpa terkecuali.
Long Tian kemudian turun dari atas singa tersebut demikian juga dengan yang lainnya itu.
"Biarkan saja singa dan harimau, mereka semua tidak akan kemana mana kok, justru mereka akan menjaga kita semua saat kita beristirahat, para prajurit kalian sebaiknya mulai berburu dengan jumlah yang banyak karena banyak rusa di hutan ini" ucap Long Tian mengarahkan semua prajurit itu mengambil alih wewenang jenderal Po yang kebingungan cara menjaga singa singa itu agar tidak pergi.
"Kalian semua sudah mendengarnya segera berburu rusa untuk makanan kita dan tunggangan kita juga" ucap Jenderal Po dengan ramah menggunakan kekuatan Qi mendalamnya kepada para prajuritnya.
Semua prajurit itu langsung merespon dan kemudian berlarian ke dalam hutan untuk berburu meninggalkan semua hewan tunggangan mereka begitu saja karena percaya dengan ucapan Long Tian.
Semua kuda tunggangan itu kemudian merumput di pojokan lapangan sedangkan singa singa dan juga harimau harimau itu langsung bergerak ke pinggir lapangan lainnya lalu tiduran disana, ini semua sesuai arahan dari Long Tian melalui telepati kepada mereka semua.
"Apakah kalian memiliki tenda" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Pangeran Hinjo dan juga Jenderal Po.
"Maafkan kami Tuan muda tapi kami tidak sempat membawa tenda dari gudang istana, bahkan pakaian ganti pun kami tidak ada yang membawanya" uca0 pangeran Hinjo itu dengan sangat sopan dan hormat.
"Kalian ini benar benar nekat, namun aku memahami situasi kalian, baiklah kita pakai tendaku saja" ucap Long Tian sambil mengeluarkan dua ratus tenda dan satu tenda yang biasa dia pakai.
Semua tenda besar itu langsung berdiri memenuhi tanah lapang itu dan tampak satu tenda yang lebih megah.
"Pangeran maaf tapi tenda yang ini milik ku, anda dan yang lainnya bisa menggunakan tenda manapun yang kalian sukai selain yang ini" ucap Long Tian sambil menunjuk ke arah tenda yang berbeda itu.
"Tuan muda, anda memiliki semua tenda bangsawan, apakah anda seorang pangeran juga" ucap pangeran Hinjo dengan sangat hormat.
"Bisa di bilang lebih dari itu, tapi lupakan saja, ini terimalah didalamnya ada banyak pakaian yang bisa kalian gunakan jadi kalian bisa berganti pakaian dan mulai sekarang jangan ada lagi yang berpakaian prajurit" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi dua ribu pakaian yang sempat dibeli olehnya di galaksi sebelumnya namun bukan yang dia beli di galaksi ke delapan puluh tiga karena itu untuk pakaian cadangannya.
"Sudahlah kalian berganti pakaian saja dulu, aku akan beristirahat sebentar dan jangan lupa berikan makan singa dan harimau tunggangan kita jika para prajurit itu sudah kembali ke sini" ucap Long Tian dengan ramah sambil melangkah memasuki tendanya meninggalkan Pangeran Hinjo dan juga Jenderal Po.
"Jenderal aku sudah memindahkan beberapa pakaian untuk ku gunakan silahkan anda ambil yang anda sukai lalu nanti berikan juga untuk yang lainnya" ucap Pangeran Hinjo dengan ramah sambil memberikan cincin dimensi pemberian Long Tian itu.
"Baik Yang mulia, anda gunakan saja tenda sebelah kanan Tuan muda Tian dan saya akan menggunakan tenda di sebelah anda, sisanya baru untuk di gunakan ara jenderal dan para prajurit, tenda tenda ini sangat besar jadi bisa digunakan oleh beberapa orang" ucap Jenderal Po dengan hormat sambil mempersilahkan Pangeran Hinjo untuk beristirahat.
"Baiklah aku juga akan beristirahat sebentar dan tolong nanti jangan lupa pesan tuan muda Tian untuk memberi makan semua tunggangan kita" ucap pangeran Hinjo dengan ramah.
"Siap Yang mulia, kami juga nanti akan masakan untuk anda dan Tuan muda, silahkan anda beristirahat saja" ucap Jenderal Po dengan hormat dan mempersilahkan Pangeran Hinjo untuk memasuki tenda sebelah kanan tenda Long Tian.
Pangeran Hinjo kemudian memasuki tendanya dan langsung membersihkan dirinya lalu berganti pakaian dengan pakaian yang diberikan oleh Long Tian.
"Tuan muda Tian ini sungguh kaya raya, aku yang seorang pangeran saja tidak memiliki uang sebanyak yang dia berikan kepada para penduduk desa sebelumnya dan kini dia memberikan ribuan pakaian mewah, siapa sebenarnya Tuan muda Tian ini, oh aku terlalu pendiam sepertinya selama ini sampai sampai tidak mengenal sosok sekuat dan sekaya dia, sungguh keberuntungan bagi ku dan para prajurit bisa mengenal sosok kuat dan dermawan ini" ucap Pangeran Hinjo yang kini duduk di kursi yang ada di dalam tendanya karena semua tenda itu selain memiliki tempat tidur juga memiliki kamar mandi dan ruang tamu.
"Bahkan tenda tenda besar ini harganya bisa puluhan juta nilainya, semua benda yang di miliki oleh Tuan muda Tian ini sungguh di luar nalar, apakah Tuan muda Tian ini adalah dewa yang menyamar, tapi aku tidak bisa bertanya seperti itu bisa bisa dia tersinggung dan meninggalkan ku" ucap pangeran Hinjo kembali berbicara sendiri.
Sementara itu Jenderal Po sudah bersama dengan beberapa orang prajurit yang sudah kembali ke kemah mereka dengan membawa ratusan rusa hasil buruan, mereka kemudian memberikan satu rusa untuk satu singa dan juga harimau harimau itu.
Beberapa prajurit juga tampak membersihkan rusa rusa buruan mereka untuk nantinya mereka olah menjadi rusa bakar.
"Ingatlah simpan sisanya di dalam cincin dimensi kalian, jadi kita selalu memiliki stok makanan untuk kita dan juga tunggangan kita ini" ucap Jenderal Po dengan ramah ke para prajurit itu dan baru datang dua puluh prajurit saja.
Jenderal Po juga sudah memberikan mereka masing masing dua stel Pakaian untuk menjadi pakaian ganti mereka dan berpesan agar tidak lagi menggunakan pakaian prajurit selama perjalanan nantinya.
Long Tian sendiri saat ini sedang duduk bersantai di dalam tendanya setelah sebelumnya dia tertidur dengan pulas di dalam tendanya itu, karena dia sebelumnya sudah mengecek jika dalam radius seratus kilometer dari kemah mereka tidak ada bahaya apapun bahkan tidak ada manusia lain selain mereka.