
"Aku merasa jika galaksi ke 51 ini akan sedikit berat, dan tak terasa hari juga sudah mulai malam, sebaiknya aku melanjutkan perjalanan ku dulu ke galaksi ke 51" ucap Long Tian sambil menggerakkan kapal dunia naga untuk melesat memasuki poros langit dan menembus gerbang dimensi yang menuju ke galaksi ke lima puluh satu.
Memerlukan waktu hampir satu jam untuk kapal dunia naga untuk sampai di galaksi ke lima puluh satu dan kini kapal dunia naga sudah kembali melayang di dekat poros langit galaksi ke lima puluh satu dengan masih menggunakan semua segel yang miliki oleh kapal dunia naga
"Hanya satu semesta dengan satu dunia saja disini, tapi entah kenapa sangat kuat permintaan kehadiranku di sini" ucap Long Tian sambil berteleportasi secara acak dengan menyerahkan keberadaannya kepada semesta.
"Hari ini sudah mulai malam dan kenapa aku malah muncul di dalam kota ini" ucap Long Tian sambil melangkah meninggalkan gang kecil yang tidak ada seorang pun disana.
"Penginapan ini memiliki rumah makan sebaiknya aku menginap disini dan mencari informasi tentang kota ini" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melangkah memasuki penginapan di depannya.
"Tuan muda apakah anda ingin menginap disini" ucap seorang wanita muda yang menyambut kedatangannya dengan ramah.
"Nona bisakah saya mendapatkan kamar terbaik anda" ucap Long Tian dengan ramah
"Tuan muda kebetulan kamar terbaik kami masih kosong dan mari ikuti saya" ucap wanita muda itu dengan ramah dan meminta Long Tian mengikutinya.
Long Tian langsung mengikuti wanita muda itu ke sebuah meja tempat pembayaran dan membayar seratus keping koin emas lalu dia pun kembali di bawa ke lantai tiga penginapan itu.
"Tuan muda silahkan ini ruangan anda, apakah anda ingin ke rumah makan di bawah atau saya antarkan hidangan malam anda kesini" ucap wanita muda itu dengan ramah saat mereka sampai di sebuah ruangan besar di lantai tiga dan hanya ada dia ruangan disana yang terpisah oleh satu lorong selebar tiga meter.
"Nona saya akan ke bawah saja, terima kasih dan ini untuk anda" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan sebuah kantong penyimpanan yang berisi lima puluh keping koin emas.
"Tuan muda terima kasih, jika anda memerlukan memerlukan sesuatu saya siap membantu anda" ucap wanita muda itu dengan ramah setelah menerima kantong penyimpanan itu dan melihat isinya.
"Nona jika ada yang saya perlukan nanti saya akan memanggil anda" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.
"Tuan muda tarik saja ini nanti saya akan datang kesini" ucap wanita muda itu dengan ramah memperlihatkan sebuah tali dengan lingkaran besi bulat yang terjuntai dekat bagian dalam pintu.
"Baik Nona" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda saya permisi" ucap wanita muda itu dengan ramah dan langsung melangkah keluar dari kamar Long Tian dan menutup pintu kamar itu.
Long Tian kemudian mengunci pintu kamar itu dan melangkah menuju ke kamar mandinya guna membersihkan dirinya serta berganti pakaian.
Lima belas menit berlalu.
Long Tian sudah selesai membersihkan dirinya dan juga sudah berganti pakaian dengan menggunakan pakaian serba biru langit dan jubah berwarna putih sehingga dia tampak seperti seorang pangeran kerajaan di tambah dengan kulit yang sehalus giok dan wajahnya yang sangat tampan.
"Tuan muda, apakah anda ingin area pribadi atau kah hendak ke area umum" ucap wanita muda yang tadi menunjukkan kamarnya yang tiba tiba berlari menyambut kedatangannya.
"Nona area umum saja, saya ingin membaur dengan yang lainnya, apakah ada meja yang dekat jendela yang kosong" ucap Long Tian dengan ramah dan tersenyum.
"Tuan muda mari ikuti saja saya" ucap wanita muda itu dengan bersemangat dan melangkah menuju area rumah makan penginapan yang sudah ramai itu dan di ikuti oleh Long Tian.
Long Tian mendapatkan satu meja yang memiliki dua kursi dan persis di samping jendela sesuai dengan keinginannya.
"Tuan muda silahkan, apakah anda berkenan mencoba hidangan terbaik kami, dan ini sudah termasuk ke pembayaran kamar anda" ucap wanita muda itu dengan ramah.
"Benar nona" ucap Long Tian sambil duduk di kursi yang menghadap ke area dalam agar bisa melihat semua pengunjung disana.
"Mohon tunggu sebentar dan apakah anda hendak meminum teh atau anggur, jika anggur tidak termasuk paket kamar anda jadi tuan muda akan dikenakan biaya untuk itu" ucap wanita muda itu dengan ramah.
"Nona saya bukan peminum anggur jadi berikan saja saya Teh hangat" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum ke wanita muda itu yang membuat pipi wanita muda itu memerah dan terlihat jika bukit giok kembarnya naik turun dengan nafas yang memburu.
"Baik Tuan muda, sebentar saya siapkan" ucap wanita muda itu dengan ramah dan langsung membalikkan badannya serta berjalan ke arah dalam rumah makan itu.
"Wanita muda yang menarik dengan usia semuda itu sudah di tingkat pencipta langit tahap akhir dan dia juga bukan pelayan disini karena pelayan lain sangat menghargainya" ucap Long Tian dalam hatinya sambil tersenyum melihat gunung belakang yang seperti terkena gempa milik wanita muda itu.
"Haissssss kenapa pikiran ku lari kesana" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melihat keluar jendela dan melihat banyak orang yang melesat melompati atas rumah dan bangunan yang ada di kota itu dengan berpakaian hitam dan menggunakan penutup wajah warna hitam juga.
"Sepertinya mereka hendak membunuh seseorang di penginapan ini" ucap Long Tian yang melihat jika yang berpakaian hitam itu semuanya berjumlah sepuluh orang dan berdiri di atas bangunan seberang penginapan tempatnya berada dengan pandangan mengawasi ke penginapan.
Long Tian kemudian mengambil sepuluh sumpit yang ada di meja itu dan melemparnya dengan cepat ke sepuluh orang itu, sepuluh sumpit itu juga sudah dilapisi oleh segel penghapus jiwa dan segel kutukan darah namun tidak menggunakan kekuatan api lava suci abadi miliknya.
Sepuluh sumpit itu melesat dengan cepat dan menembus semua kening orang orang itu dan membuatnya mati seketika.
Sepuluh orang itu mengeluarkan bola bola cahaya kecil berwarna emas berlapis merah bersamaan dengan tubuh mereka yang jatuh kebawah persis di jalanan depan penginapan itu.
Kehebohan langsung terjadi dan banyak yang berteriak histeris melihat sepuluh tubuh yang tergeletak tidak bernyawa di jalanan persis di depan jendela tempat Long Tian duduk, dan semuanya memiliki lubang kecil di kening yang menembus ke belakang kepala mereka.
Sumpit sumpit yang digunakan oleh Long Tian tidak terlihat karena sudah melesat keluar kota itu dan melesat masuk kedalam tanah.