
"Selama tiga tahun ini dunia kami menjadi suram sejak istriku sakit, di kediaman ini tidak ada kebahagiaan sama sekali, itulah sebabnya Han Yi menghibur diri dengan membuka rumah makan, kami berdua hanya bisa berusaha mencari pil penyembuh tingkat pencipta dan hanya bisa berdoa agar Dewa Naga Emas Long Tian datang membantu kami untuk menyembuhkan istri saya, kini anda datang dan saya merasakan jika doa saya terkabulkan, maaf siapa nama depan ada" ucap Patriark Han dengan ramah dan sangat sopan.
"Namaku Long Tian" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum dan mengaktifkan kekuatan 100 galaksi yang sontak membuat Patriark Han dan Han Yi menjadi kaget.
Patriark Han dan Han Yi langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian sambil menangis karena sosok yang mereka harapkan dalam doa mereka kini benar benar hadir di hadapan mereka berdua.
"Kalian bangunlah, rahasiakan kehadiranku" ucap Long Tian dengan ramah sambil menghentikan kekuatan 100 galaksi.
Patriark Han dan Han Yi langsung duduk kembali dan kini Han Yi duduk di samping ayahnya.
"Patriark Han telanlah Pil yang sudah aku berikan untuk anda dan minumlah satu gelas lagi lalu simpanlah poci ini baru kita akan melihat istrimu" ucap Long Tian dengan ramah.
"Baik Penguasa" ucap Patriark Han dengan ramah dan langsung menelan Pil Penyembuh tingkat pencipta pemberian Long Tian dan kemudian dia meminum satu gelas lagi Teh Herbal buatan Long Tian.
Patriark Han kemudian berdiri dan berlari ke samping kanannya lalu memuntahkan seteguk darah hitam pekat yang merupakan racun racun yang sebelumnya ada di dalam tubuhnya.
"Penguasa terima kasih" ucap Patriark Han yang sudah kembali duduk di kursinya.
Long Tian kemudian melihat ke arah dalam kediaman Patriark Han itu dengan mata emasnya dan menemukan seorang wanita sepuh yang sedang terbaring di atas tempat tidur dengan kondisi lemas namun tidak kritis.
"Han Yi minumkan Teh Herbal ini satu gelas ke ibumu jika dia sudah siuman baru kau telankan pil penyembuh tingkat pencipta ini ke ibumu dan berikan lagi Pil yang ini" ucap Long Tian sambil memberikan satu butir Pil Fusi Roh tingkat dewa.
"Baik Penguasa terima kasih" ucap Han Yi sambil berdiri dan menyimpan Pil Fusi Roh pemberian Long Tian dan kemudian dia membawa satu gelas teh herbal buatan Long Tian lalu melangkah memasuki rumah nya.
"Patriark hari memang sudah larut malam, namun bisakah anda memberitahu saya mengenai manusia gunung dan mengenai sekte aliran hitam yang ada di dunia ini" ucap Long Tian dengan ramah.
"Penguasa, sekte aliran hitam itu sudah kami ungsikan semuanya ke benua selatan dan entah kenapa mereka mulai bermunculan lagi di dunia tengah ini.
Mengenai manusia gunung mereka aslinya adalah siluman siluman yang sudah berusia jutaan tahun yang sudah bisa bertransformasi menjadi manusia, selama ini kami dan mereka tidak pernah bentrok namun entah kenapa belakangan ini mereka mulai menyerang desa dan kota yang berdekatan dengan hutan hutan di benua tengah ini, tapi anehnya mereka hanya menghancurkan bangunan tidak membunuh satu pun penduduk, jadi hanya menyebarkan teror ketakutan saja" ucap Patriark Han menjelaskan dengan hormat.
"Apa alasan para pemimpin dunia ini tidak menghabisi semua orang sekte aliran hitam itu" ucap Long Tian dengan ramah.
"Penguasa semuanya takut akan timbul korban lebih banyak di pihak penduduk, karena tidak semuanya seperti di dunia tengah ini yang semua warga nya berkultivasi" ucap Patriark Han menjelaskan dengan hormat.
"Keragu raguan ini yang menyebabkan serangkaian serangan di masa depan kalian semua" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.
"Benar Penguasa, namun apa daya kami tidak bisa berbuat banyak, meskipun kami inginnya menghabisi mereka semua" ucap Patriark Han dan terlihat jika dia menyimpan dendam dengan sekte aliran hitam.
"Hormat kepada Penguasa, terima kasih sudah menolong hamba" ucap wanita sepuh itu dengan ramah sambil berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian.
"Nyonya bangunlah" ucap Long Tian dengan ramah.
"Penguasa, turnamen beladiri ini besok memasuki final dan turnamen beladiri ini rutin diadakan setiap tahun secara bergiliran kebetulan kota saya ini yang kebagian menyelenggarakan untuk tahun ini,
Adapun para peserta nya adalah generasi muda dari seluruh dunia ini, namun kami menolak adanya sekte aliran hitam yang mengikuti turnamen beladiri ini.
Tadi siang ada kekacauan karena ternyata ada sekte aliran hitam yang mengikuti turnamen, dan tadi mereka saat di atas panggung mengeluarkan racun sehingga banyak yang terluka tapi kami semua bisa mendapatkan penawar untuk racun itu,
Kami juga sudah menghabisi semua orang sekte aliran hitam itu, tapi kami tidak mengetahui jika masih ada yang tersisa di dalam kota ini" ucap Patriark Han menjelaskan.
"Patriark bisakah anda menunjukan lokasi turnamen kesana malam ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil berdiri dari duduknya.
"Mari Penguasa, kalian berdua beristirahatlah" ucap Patriark Han dengan ramah lalu berdiri dan melangkah keluar bersama dengan Long Tian.
Mereka berdua meninggalkan area kediaman klan Han dan berjalan menuju pusat kota yang tidak terlalu jauh dari kediaman klan Han.
Suasana kota malam itu sudah sangat sepi dan hanya mereka berdua yang berjalan di jalanan kota itu.
"Patriark Han apakah memang kota ini selalu se sepi ini jika malam hari" ucap Long Tian sambil tetap berjalan di samping Patriark Han.
"Tidak Penguasa, biasanya pihak keamanan kota berpatroli keliling kota" ucap Patriark Han dengan terlihat memikirkan situasi saat ini.
"Apakah ada yang aneh" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.
"Hamba baru sadar jika kota ini terlalu sepi dan tidak ada satupun yang berpatroli malam ini' ucap Patriark Han dengan ramah sambil melihat sekelilingnya.
"Patriark ini bangunan apa" ucap Long Tian sambil berhenti di depan sebuah bangunan besar.
Patriark Han langsung menghentikan langkahnya dan kembali ke samping Long Tian.
"Penguasa, ini pusat perwakilan dagang semua benua, semua pedagang benua lain harus mendapatkan izin dari perwakilan dagang ini' ucap Patriark Han dengan ramah.
Long Tian kemudian menunjuk ke bangunan besar itu dan cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat keluar dari jari telunjuknya mengenai bangunan itu lalu menyebar dan menutup semua bagian bangunan itu dengan tidak ada bagian yang terlewati bahkan semua furnitur dan semua barang di dalamnya juga terlapisi oleh segel kutukan darah dan segel penghapus jiwa buatan Long Tian itu.