Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 27 part 1


Satu jam berlalu dan kapal dunia naga juga sudah berada di galaksi ke dua puluh tujuh yang juga hanya memiliki satu semesta dengan satu dunia.


"Kakek Yu apakah laporan dari pasukan bayangan di galaksi ke dua puluh tujuh" ucap Long Tian melalui cincin komunikasi.


"Penguasa, pasukan bayangan di galaksi ke dua puluh tujuh ada seribu orang dan mereka menyampaikan jika hanya satu dunia di galaksi ke dua puluh tujuh, dunia itu memiliki satu kaisar dengan 100 Raja, tidak ada ras iblis sampai saat ini yang ditemukan oleh pasukan bayangan, namun ada banyak sekte aliran hitam meski sampai saat ini sekte sekte itu tidak membuat kekacauan di dunia itu" terdengar suara Long Yu melalui cincin komunikasi itu.


"Kakek Yu, terima kasih" ucap Long Tian melalui cincin komunikasi.


"Baiklah kita lihat apa ada di dunia ini yang memerlukan kehadiran ku" ucap Long Tian sambil berteleportasi secara acak dengan menyerahkan keberadaannya kepada dunia itu.


Long Tian muncul di sebuah pantai dan dia melihat ada sebuah desa nelayan namun tidak melihat satu pun perahu disana.


"Desa ini desa nelayan tapi kenapa mereka hanya menjaring ikan di pantai saja, dan tidak ada perahu satu pun meski itu perahu kecil" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil berjalan di pantai menuju desa nelayan satu satunya di hamparan luas pantai itu.


"Tuan maaf, apakah ada perahu yang bisa saya sewa di desa ini" ucap Long Tian dengan ramah ke seorang pemuda yang pertama di temui.


Pemuda yang sedang menjaring ikan itu menoleh ke arah Long Tian dan membereskan jaring nya.


"Tuan muda maaf, di desa kami sudah tidak ada lagi perahu" ucap pemuda itu dengan ramah dan dengan masih membawa jaring ikan di tangannya.


"Apakah ada desa nelayan lainnya di dekat sini yang bisa menyewakan saya perahu" ucap Long Tian dengan ramah


Pemuda itu kemudian duduk di pasir di depan Long Tian dan melihat ke arah lautan.


"Tuan muda, apakah anda tidak mengetahui jika semua perahu di sita oleh pihak militer istana" ucap pemuda itu dengan sopan.


"Tuan maaf saya selama ini lebih sering di dalam hutan dan tidak mengetahui hal itu, apakah ada hal besar terjadi, dan apa anda dapat menceritakannya kepada saya" ucap Long Tian dengan ramah dan duduk di sebelah kanan pemuda itu.


"Tuan muda, semua perahu disita militer karena akan digunakan untuk peperangan yang akan berlangsung dua hari lagi, apa anda tidak mengetahui hal itu juga" ucap pemuda itu sambil menarik jaring nya.


"Tuan saya benar benar tidak tahu hal itu, saya berencana menyewa perahu karena ingin berpetualang ke benua lain" ucap Long Tian sambil memainkan pasir di sampingnya.


"Dua hari lagi jika berdasarkan informasi dari pihak militer yang mengambil perahu kami, benua kita ini akan mendapatkan serangan dari benua lain dan saat ini pasukan militer juga sudah bersiap di tengah laut sana" ucap pemuda itu dengan sopan.


"Apakah mereka harus menggunakan kapal nelayan" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.


"Tuan muda kata mereka itu titah raja jadi kami tidak mau melawan titah raja, ya meskipun selama ini kami tidak pernah mendapatkan apapun dari raja" ucap pemuda itu sambil tertawa ringan.


"Tuan muda anda terlalu lama di rumah sepertinya, sampai tidak tahu jika itu pulau gurita" ucap pemuda itu sambil tertawa ringan


"Pulau Gurita, nama yang aneh" ucap Long Tian sambil melihat ke arah pulau itu.


"Pulau itu dikelilingi oleh pulau pulau kecil yang jika kita terbang di atasnya maka akan seperti bentuk gurita dan pulau besar sebagai badannya, namun anda jangan kesana karena dari apa yang aku dengar pulau itu dijadikan markas militer saat ini" ucap Pemuda itu.


"Markas militer di pulau seluas itu, apakah tidak ada penduduk di pulau itu" ucap Long Tian dengan ramah.


"Pulau itu milik sekte aliran hitam terbesar dan setahuku mereka masih ada disana berdampingan dengan militer istana" ucap pemuda itu sambil menunjuk sebuah perahu besar yang melintas.


"Tuan apakah itu perahu anda" ucap Long Tian sambil melihat perahu itu dengan ilmu mata emasnya dan dia melihat jika ada banyak wanita muda yang di ikat di dalam perahu itu.


"Bukan Tuan Muda saya hanya mau bilang jika hanya perahu itu saja yang masih melintas dari benua kita ke pulau itu, namun perahu itu biasanya langsung ke kepelabuhanan milik istana tidak ke pantai atau ke pelabuhan para pedagang" ucap Pemuda itu sambil mengeluarkan dua butir apel dan memberikan satu untuk Long Tian.


"Terima kasih, anda sangat baik, lalu bagaimana dengan ekonomi warga desa ini jika tidak mempunyai perahu" ucap Long Tian sambil terus mengawasi kapal yang melintas di depan mereka menuju ke pulau gurita.


"Kami hanya bertahan hidup saja, dan berharap kami bisa memiliki uang untuk nanti setelah peperangan itu bisa membuat perahu kembali" ucap Pemuda itu sambil tiduran di atas pasir dan menikmati Apelnya.


"Tuan aku akan meninggalkan desa ini dan melanjutkan perjalananku, ini ada sedikit kenang kenangan dari ku untuk semua warga desa nelayan ini, mohon bantu membagikannya secara merata" ucap Long Tian sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi lima ratus ribu keping koin emas dan langsung di terima oleh pemuda itu.


"Tuan muda ini tidak per……. lu" ucap pemuda itu yang terputus karena Long Tian sudah menghilang dari pandangannya.


"Ayah apa kau melihat kemana pemuda yang bersama ku" ucap Pemuda itu ke pria sepuh yang berjalan mendekati nya.


"Justru ayah kesini mau bertanya kepada mu" ucap pria sepuh itu.


"Ayah Pemuda itu memberikan ini dan dia minta aku membagikannya kepada semua warga desa kita ini, tapi bagaimana cara aku membagikan isi cincin ini ke semua warga desa bukankah Cincin ini akan hancur" ucap pemuda itu sambil memberikan cincin dimensi itu ke pria sepuh yang merupakan ayahnya.


"Nak ini namanya cincin dimensi dan biasanya digunakan oleh keluarga bangsawan atau para pemimpin sekte, sepertinya kepala desa bisa mengetahui apa isinya, ayo kita temui kepala desa" ucap pria sepuh itu sambil berjalan ke arah desa diikuti oleh anaknya.


Lima menit mereka berjalan dan kini mereka telah sampai di rumah kepala desa.


"Kepala desa tadi ada seorang pemuda yang sangat tampan dan memakai pakaian yang sangat bagus mampir ke pantai hendak menyewa perahu tapi karena tidak ada perahu maka aku bilang apa adanya, dan dia memberikan aku ini juga meminta ku membagikan isi cincin ini ke semua warga desa, akan tetapi setelah itu dia menghilang, apakah anda bisa mengetahui apa isinya" ucap pemuda itu sambil memberikan cincin dimensi pemberian Long Tian yang sudah di tangannya lagi ke kepala desa.