Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 50 part 7


"Tuan muda Tian terima kasih tapi saya tidak memerlukan hal seperti itu" ucap Gu Lam dengan ramah namun terlihat jika sebenarnya dia menginginkan gelang Giok pertahanan itu.


"250 keping koin emas" ucap seorang dari tribun umum


"350 keping koin emas" ucap seorang dari ruangan khusus di bawah.


"Dua ribu keping koin emas" ucap Long Tian dan membuat area pelelangan itu menjadi hening bahkan Gu Lam pun kahet Long Tian menawar setinggi itu.


"Dua ribu keping koin emas oleh sekte naga emas di ruangan khusus nomor satu apakah ada lagi yang menawar" ucap Kin Boji dengan lantang.


Semuanya hening tidak ada lagi yang menawar nya.


"Satu"


"Dua"


"Tiga"


"Baiklah, pemenang Gelang Giok pertahanan ini adalah Sekte Naga Emas di Ruangan khusus nomor 1, dan barang akan segera diantarkan keruangan anda mohon disiapkan untuk pembayaran nya" ucap Kin Boji dan terlihat seorang wanita muda mengambil gelang Giok pertahanan itu dari Kin Boji dan membawanya.


"Untuk barang ke dua sebuah busur dan seratus anak panah yang merupakan pusaka tingkat dewa, harga kami buka senilai 500 keping koin emas" ucap Kin Boji dengan lantang.


Tok


Tok


Pintu ruangan Long Tian diketuk dan langsung di buka oleh Gu Lam.


"Tuan ini Gelang Giok pertahanan yang anda menangkan" ucap seorang wanita muda sambil memberikan sebuah kotak giok yang berisi sebuah gelang Giok pertahanan dan di terima oleh Long Tian namun langsung di simpan di atas meja oleh Long Tian.


"Nona ini pembayaran nya dan simpan sisanya untuk anda" ucap Long Tian sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi dua ribu seratus keping koin emas.


"Tuan terima kasih, saya mohon diri" ucap wanita muda itu sambil tersenyum setelah memeriksa isi cincin dimensi pemberian Long Tian itu dan di balas anggukan kepala oleh Long Tian.


"Tetua Gu Lam, ini untuk anda saja saya tidak membutuhkannya" ucap Long Tian dengan ramah dan membuat Gu Lam kebingungan.


"Seribu lima ratus keping koin emas apa lagi yang ingin menawar" ucap Kin Boji dengan lantang.


"Lima ribu keping koin emas" ucap Long Tian dengan santai.


"Lima Ribu Keping Koin Emas oleh Ruangan khusus nomor satu yaitu sekte naga emas apakah ada yang mau menaikkan" ucap Kin Boji dengan lantang.


"Lima ribu seratus keping koin emas" ucap ruangan khusus yang ada di bawah.


"Sepuluh ribu keping koin emas" ucap Long Tian dengan santai.


"Sepuluh ribu keping koin emas oleh Ruangan khusus nomor satu yaitu sekte naga emas apakah ada lagi" ucap Kin Boji dengan lantang


Area pelelangan itu menjadi hening dan tidak ada yang berani menawar lagi.


Satu


Dua


Tiga


"Baiklah pemenang busur dan anak panah ini adalah ruangan khusus nomor satu, dan barang akan segera dikirim ke ruangan anda" ucap Kin Boji dengan lantang.


Wanita muda yang tadi kemudian menaiki Panggung dan mengambil busur dan anak panahnya lalu kembali mengantarkannya ke ruangan Long Tian.


Long Tian pun membayarnya dengan kembali melebihkan 100 keping koin emas.


"Nona peganglah cincin dimensi yang ini dan ambillah sesuai yang akan saya beli dengan anda lebihkan seratus keping koin emas dan antarkan nanti saja barang barangnya setelah lelang selesai agar anda tidak bolak balik kesini" ucap Long Tian sambil kembali memberikan satu cincin dimensi yang berisi 900 juta keping koin emas dan 900 juta Tael emas ke wanita muda itu.


"Tuan muda anda mempercayai saya dengan uang sebanyak ini" ucap wanita muda itu dengan bergetar saat melihat isi cincin dimensi milik Long Tian.


"Benar daripada anda bolak balik kesini dan membuat anda capai, pegang saja dan ambillah sesuai yang saya beli dengan menambahkan seratus Keping Koin Emas untuk anda" ucap Long Tian dengan ramah.


Wanita muda itu kemudian meninggalkan Long Tian sambil tersenyum dan terlihat bahagia.


"Baiklah barang selanjutnya, sebuah artefak kuno yang mampu melindungi area seluas sepuluh kilometer persegi dari serangan tingkat dewa dan sudah kami test, harga kami muka 5000 keping koin emas" ucap Kin Boji dengan lantang.


"Tuan muda busur dan anak panah ini sangat bagus dan berharga, saya tidak pantas menerima nya" ucap Gu Lam dengan hormat sambil memegang kotak Giok yang berisi gelang Giok pertahanan.


"Ambil saja tetua Gu Lam, saya paling tidak suka dengan penolakan" ucap Long Tian dengan santai sambil kembali menggigit buah apel .


"Tuan muda Tian terimakasih" ucap Gu Lam sambil tersenyum senang dan langsung mengambil busur dan anak panah itu dari meja lalu memeriksanya


"Lima puluh ribu keping koin emas" ucap Long Tian dengan santai


"Lima puluh ribu keping koin emas oleh Ruangan khusus nomor satu yaitu sekte naga emas apakah ada lagi" ucap Kin Boji dengan lantang


"Iima puluh satu ribu keping koin emas" ucap ruangan di sebelah ruangan Long Tian.


"Lima puluh satu ribu keping koin emas oleh Ruangan khusus nomor dua yaitu Baginda Raja apakah ada lagi yang berminat" ucap Kin Boji.


"Tuan Muda maaf sebaiknya anda mengalah karena raja membelinya untuk keamanan istana dan Baginda Raja juga salah satu pendukung kami" ucap Gu Lam dengan ramah.


"Kita akan membelinya jika demikian, Tetua Gu Lam nanti turunlah dan ambillah artefak itu lalu berikan untuk Baginda Raja" ucap Long Tian dengan santai.


"Baik Tuan muda Tian" ucap Gu Lam dengan hormat.


"Seratus ribu keping koin emas" ucap Long Tian dengan santai dan membuat area pelelangan menjadi hening.


"Seratus ribu keping koin emas oleh Ruangan khusus nomor satu yaitu sekte naga emas apakah ada yang ingin menawar lebih" ucap Kin Boji dengan lantang namun terlihat jika dia takut menyinggung sang Baginda Raja itu.


"Jika demikian adanya saya serahkan untuk sekte naga emas" ucap ruangan sebelah Long Tian dengan ramah.


Satu


Dua


Tiga


"Selamat untuk sekte naga emas dan barang akan kembali di antarkan" ucap Kim Boji dan terlihat wanita muda itu kembali menaiki Panggung.


"Tetua turunlah dan ambil artefak itu lalu berikan untuk Raja" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda Tian, terima kasih" ucap Gu Lam sambil berdiri dan bergegas turun.


Lima menit kemudian.


"Barang selanjutnya, Pil Penyembuh tingkat dewa dengan tingkat kemurnian sebesar 85 persen saya buka harga senilai lima ribu keping koin emas" ucap Kin Boji dengan lantang.


"Tuan muda, maaf Baginda Raja ingin bertemu anda" ucap Gu Lam yang sudah memasuki ruangan Long Tian dengan bersama seorang pria sepuh dengan pakaian biasa dan tidak menggunakan mahkota dan memiliki kultivasi tingkat pencipta langit tahap akhir.


"Salam hormat untuk Raja, silahkan duduk" ucap Long Tian dengan sopan.


"Tuan muda saya mengucapkan terimakasih kepada anda untuk artefak pertahanan ini dan bolehkah saya memenangkan pil penyembuh itu" ucap raja itu.


"Apakah ada alasan khusus untuk raja sengaja meminta saya mengalah" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda maaf istri saya sedang sakit karena salah saat berkultivasi dan memerlukan Pil Penyembuh tingkat dewa itu" ucap Raja itu dengan sangat sopan dan terlihat kesedihan mendalam dimatanya.


"Raja, tidak perlu membeli itu saya akan memberikan anda yang lebih baik lagi" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi lima ribu pil penyembuh tingkat dewa buatannya.


"Tuan muda ini sangat berlebihan dan sangat berharga karena ini kemurniannya sampai seratus persen bahkan lebih sempurna" ucap Raja itu dengan sopan dan terlihat mengembalikan cincin dimensi itu namun di tolak oleh Long Tian.


Sementara itu harga pil Penyembuh sudah mencapai lima puluh ribu keping koin emas dalam lelang.


"Raja saya benci penolakan, dan saya yang membuat Pil Penyembuh dalam cincin itu, saya juga masih memiliki banyak jadi Terima saja dan gunakan untuk membantu rakyat yang membutuhkan" ucap Long Tian dengan ramah dan tegas.


"Tuan muda saya sangat berterima kasih kepada anda apakah ada yang saya bisa bantu untuk anda" ucap Raja itu dengan sopan.


"Ada satu hal, tetaplah jadi orang baik" ucap Long Tian dengan ramah.