Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 81 part 9


"Pedang naga emas potong semua leher mereka yang sudah tidak memiliki lengan dan kaki itu" ucap Long Tian pelan yang langsung di respon oleh pedang naga emas.


Pedang naga emas melesat dan langsung memotong leher prajurit prajurit yang tidak memiliki tangan kaki itu, dan setiap satu kepala terpisah dari leher maka ratusan sampai ribuan bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah melesat keluar dari tubuh mereka semua.


Belum semua orang itu terputus lehernya jutaan prajurit berdatangan dan langsung melawan pedang pedang yang sedang memotong tangan dan kaki rekan mereka semua.


"Baguslah jika kalian semua datang kesini jadi aku tidak repot lagi untuk mencari kalian" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil melihat sekelilingnya dengan mata emasnya.


"Pengendalian senjata, datanglah" ucap Long Tian memanggil semua senjata musuhnya termasuk yang sedang dia utus untuk memotong tangan dan kaki itu.


Semua senjata melesat, baik itu pedang, tombak maupun lainnya bahkan ada tongkat dengan pedang setengah lingkaran di ujungnya.


Tidak ada satupun yang bisa menghentikan senjata mereka yang melesat ke arah Long Tian itu.


Semua senjata itu melayang di depan rumah makan itu dengan ujung senjata mengarah ke arah keluar seolah olah ada yang mengendalikan nya.


Long Tian kemudian menunjuk ke semua senjata itu dan cahaya emas berlapis cahaya merah melesat keluar dari jari telunjuknya dan langsung melapisi semua senjata itu, kini semua senjata itu telah terlapisi oleh segel kutukan darah dan segel penghapus jiwa milik Long Tian.


"Potong leher mereka semua" ucap Long Tian sambil tersenyum dan melihat jika pedang naga emas bergerak kesana kesini menahan para prajurit itu mendekati rumah makan itu.


Semua senjata itu langsung melesat kepada para pemiliknya dan bahkan ada dua atau tiga senjata yang mengarah ke satu orang, senjata senjata itu melakukan tugas yang diberikan kepada mereka yaitu memotong leher mereka semua, dan setelah selesai senjata senjata itu mengarah ke para prajurit yang belum terpenggal.


Suasana sangat mencekam terjadi di kota itu, jeritan ketakutan dan kesakitan terdengar dengan sangat jelas oleh semua penduduk kota itu.


Long Tian sengaja melakukan ini sebagai pengingat untuk semua penduduk kota yang tidak mengambil tindakan apapun saat ada hal yang merugikan banyak orang yaitu membiarkan sekte aliran hitam yang merupakan pengikut ras iblis darah mengambil alih kota mereka.


"Potong semua leher orang yang berhati jahat di kota ini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil tetap mengendalikan senjata senjata itu.


Mendapatkan perintah baru itu semua senjata tampak bergetar dengan kencang lalu mulai kembali melakukan tugasnya dan ada satu pedang yang melesat ke dalam rumah makan itu lalu memotong dua leher pria sepuh di dalam rumah makan itu.


"Kalian yang berhati jahat, hari ini hari penghapusan kalian, kalian yang berhati baik tidak perlu khawatir" ucap Long Tian menggunakan kekuatan semesta dan terdengar oleh semua penduduk kota itu.


Semua penduduk yang sebelumnya sangat khawatir itu bernafas lega dan menarik nafas panjang sambil melihat para prajurit dan penduduk yang berjuang melawan senjata senjata yang melayang sendiri itu.


"Kalian yang di dalam, tolong buang kedua mayat pengikut ras iblis darah itu keluar" ucap Long Tian sambil menengok ke arah dalam rumah makan itu.


Empat orang langsung bergerak dan mengangkat kedua mayat tanpa kepala itu lalu melemparkannya ke tumpukan mayat yang ada di depan rumah makan itu lalu mereka kembali ke dalam rumah makan dan mengambil kepala yang tertinggal dan kembali melemparnya keluar kemudian membungkukkan badannya di depan Long Tian.


"Terima kasih, ini untuk kalian berempat" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah dan memberikan masing masing seratus Keping Koin Emas dan di terima dengan gembira oleh mereka semua.


Mereka berempat kembali ke meja mereka dan duduk kembali di kursi mereka.


"Tuan tolong darah nya dibersihkan agar tidak mengganggu yang ada di dalam" ucap Long Tian ke pria sepuh yang kini berdiri di dekat pintu sambil melihat pembantaian yang terjadi di jalanan kota itu.


"Baik Tuan muda" ucap pria sepuh itu dengan hormat dan langsung memerintahkan semua pekerja nya untuk membersihkan semua darah di dalam rumah makannya.


Satu jam berlalu dan semua senjata itu kini sudah kembali melayang di depan rumah makan.


Long Tian kemudian memasukkan semua senjata itu ke dalam cincin dimensinya dan ia kemudian menunjuk ke arah depannya.


Jutaan Cahaya emas penariknya melesat keluar dengan cepat dan sebagian bertugas mengambil harta sedangkan sebagian lagi bertugas mengumpulkan semua mayat itu menjadi satu untuk di tumpuk di depan gerbang kota itu karena nya disana yang cukup luas.


"Tuan bisakah anda menyajikan satu poci lagi teh hangat, poci ini sudah kosong" ucap Long Tian dengan ramah ke pria sepuh yang sedang duduk di dekatnya.


"Baik Tuan muda" ucap pria sepuh itu sambil tersenyum ramah dan langsung berdiri lalu melangkah masuk kedalam rumah makan itu.


"Kalian semua ingatlah hari ini, hari ini kalian semua melihat apa yang ku lakukan terhadap semua orang yang berhati jahat jadi janganlah kalian memiliki pemikiran jahat dan berhentilah ragu melakukan penghapusan jika ada orang yang merugikan orang lainnya" ucap Long Tian pelan namun menggunakan kekuatan semesta yang terdengar sangat mendominasi oleh semua penduduk kota itu.


"Tuan muda ini teh anda dan karena tempat saya tidak ada kerusakan maka saya mengembalikan dua tael emas ini" ucap pria sepuh pemilik rumah makan itu dengan sangat sopan dan ramah sambil menyimpannya di atas meja itu.


"Terima kasih, tapi ambil kembali tael emas ini sebagai pembayaran dua poci teh ini" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan kembali dua tael emas itu dengan nada suara tidak mau dibantah.


Pria sepuh itu kemudian menyimpannya kembali dan dia duduk di kursi yang ada disamping kiri Long Tian.


Terlihat kini jika semua cahaya emas penariknya itu sudah kembali dengan membawa jutaan cincin dimensi, artefak, senjata, koin emas, tael emas dan juga harta lainnya yang langsung dikirim oleh Long Tian ke halaman istana dunia jiwanya.


Pria sepuh pemilik rumah makan itu nyaris tidak mengedipkan matanya melihat cahaya emas penariknya Long Tian yang membawa banyak harta itu dan langsung menghilang dari pandangannya.


Kini semua mayat dan kepala orang orang sekte aliran hitam itu sudah menumpuk di depan gerbang kota dan terlihat dari teras rumah makan itu.


"Tuan muda maaf bagaimana dengan semua mayat itu" ucap pria sepuh pemilik rumah makan itu dengan sangat sopan takut menyinggung perasaan Long Tian.


"Jika saya menyerahkannya kepada tuan, apa yang akan tuan lakukan" ucap Long Tian dengan ramah sambil menengok ke arah pria sepuh itu.


"Jika demikian adanya maka saya akan meminta bantuan warga kota ini untuk membakar mayat mayat orang orang biadab itu" ucap pria sepuh pemilik rumah makan itu dengan sangat sopan.