Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 82 part 22


Long Tian kemudian menggerakkan tangannya dan dia membuat sebuah kunci untuk segel cakram langit yang menutupi pagoda itu.


Satu cakram langit melesat keluar dari telapak tangannya yang menghadap ke arah pagoda itu, langsung menyatu dengan cakram langit yang menutupi pagoda.


Long Tian kemudian berjalan memasuki pintu masuk pagoda dan terlihat jika cakram langit membuka seukuran dengan tubuhnya, pintu pagoda dibuka olehnya dan tidak ada kendala apapun saat dia memasuki nya.


Pintu Pagoda yang langsung di tutup oleh Long Tian membuat segel cakram langit juga kembali menutup rapat pagoda itu.


"Pagoda ini hanya pagoda biasa tidak ada hal spesial apapun, jika demikian maka kita lihat ada apa di ruangan ruangan pagoda ini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil melangkah melewati ruangan utama dan memasuki satu persatu ruangan yang ada disana.


"Ini ruangan alkemis" ucap Long Tian yang kini memasuki ruangan pertama dan melihat jika ada banyak tungku dan juga kotak kotak giok tersegel yang berisi aneka macam Pil di masing masing kotak nya.


Long Tian terus memasuki semua ruangan itu satu persatu namun tidak semua barang barang di dalam pagoda yang diambilnya melainkan dia hanya mengambil satu Gelang Giok yang merupakan rumah dari dunia kecil itu saja lalu kembali ke luar dari pagoda itu disambut baik oleh Ju Guo dan semua penduduk desa Mera yang telah menunggunya.


"Ju Guo, aku akan membawa pagoda yang tersegel ini apakah kau atau diantara warga mu ada yang keberatan" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke semuanya.


"Tidak Penguasa, silahkan jika anda menginginkan nya, kami juga tidak bisa menggunakan nya sama sekali" ucap kepala desa Ju Guo dengan hormat.


"Terima kasih" ucap Long Tian sambil tersenyum dan mengirim pagoda itu ke halaman depan istana naga emas di dunia jiwanya.


Semuanya tampak terkejut melihat jika pagoda terbesar di dunia kecil mereka tiba tiba menghilang dari pandangan semua orang.


"Kalian semua tidak perlu ikut dengan ku keluar sekarang karena aku akan memindahkan pintu masuk dunia kecil ini dari dalam Goa ke Desa kalian" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat kesemuanya.


"Baik Penguasa, apakah saya perlu mendampingi anda" ucap kepala desa Ju Guo dengan sangat hormat dan sopan.


"Ju Guo, gelang Giok ini berisi dunia kecil kalian ini, jadi terimalah, dan sepertinya kau belum di akui juga oleh dunia ini" ucap Long Tian sambil memberikan gelang Giok yang dia ambil dari dalam pagoda tersegel yang sekarang sudah menjadi miliknya itu.


"Benar Penguasa, jadi hamba tidak pantas untuk menerima dunia ini" ucap Ju Guo dengan hormat sambil berusaha menolak gelang Giok pemberian Long Tian itu.


"Kau terima saja, lalu kau teteskan sedikit darahmu agar dunia ini mengakui mu meskipun kau tidak menjalin ikatan apapun dengan dunia ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat sekelilingnya dan tersenyum hangat ke semuanya.


"Baik Penguasa, hamba tidak akan sungkan" ucap Ju Guo sambil memakai gelang Giok itu lalu meneteskan darahnya ke gelang Giok itu.


"Dunia ini sudah mengakui mu jadi jika kau ingin masuk atau keluar kau anggap saja ini cincin dimensi, baiklah aku akan memindahkan dahulu pintu dimensi yang ada di Goa kau Ju Guo bantu aku membagikan isi cincin dimensi ini kepada semua penduduk desa Mera secara merata" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah dan memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi seratus juta keping koin emas untuk menjadi modal bagi semua penduduk desa Mera.


"Terima kasih Penguasa" ucap Kepala desa Ju Guo dengan hormat.


Long Tian hanya tersenyum dan langsung berteleportasi kembali ke dalam Goa tempat dia pertama kali bertemu dengan kepala desa Ju Guo dan warganya itu.


"Pintu dimensi ini sudah sangat Tua namun masih berfungsi dengan baik" ucap Long Tian sambil tersenyum dan mengambil pintu dimensi itu lalu menyimpannya di cincin dimensinya.


"Baiklah waktunya kembali ke desa dan memasang pintu dimensi ini" ucap Long Tian berbicara sendiri dan langsung berteleportasi kembali ke desa Mera tepatnya ke taman desa itu.


Long Tian langsung mengeluarkan pintu dimensi untuk memasuki dunia kecil milik kepala desa Ju Guo itu dan dia juga memasang satu pintu dimensi lintas galaksi miliknya lalu dia memasuki pintu dimensi miliknya itu dan muncul kembali di dunia kecil milik kepala desa Ju Guo tepat di lokasi dia beberapa waktu lalu meninggalkan semua penduduk desa itu.


Long Tian langsung memasang pintu dimensi lintas galaksi yang merupakan pasangan dari pintu dimensi lintas galaksi yang telah dia pasang di desa Mera sebelumnya.


"Aku memberikan kalian pintu dimensi yang baru yang lebih stabil dari pintu yang lama, ayo kita kembali ke desa kalian" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat sekelilingnya lalu memasuki pintu dimensi itu.


"Baiklah kalian satu persatu masuklah, dan aku akan sekalian membagikan koin emas nya kepada kalian, masing masing akan mendapatkan seribu keping koin emas dan sisanya akan kita gunakan untuk kemajuan desa dan dunia kecil kita ini" ucap Kepala desa Ju Guo dengan ramah ke semua penduduknya.


Satu persatu mulai memasuki pintu dimensi itu dan mereka merasakan jika pintu dimensi pemberian Long Tian itu berbeda dengan pintu dimensi yang merupakan bawaan dari dunia kecil yang masih harus melewati lorong waktu sedangkan pintu dimensi milik Long Tian seperti hanya pembatas saja, mereka secara instan sudah kembali ke desa mereka setelah sebelumnya mendapatkan seribu keping koin emas dari Long Tian melalui kepala desa Ju Guo.


Long Tian sendiri tengah duduk dengan sikap lotus di atas lingkaran cahaya miliknya dengan mata terpejam karena dia memang menggunakan kembali kekuatan 100 galaksinya.


Para penduduk yang keluar dari pintu dimensi itu tidak ada yang mengganggu Long Tian melainkan langsung kembali ke kediaman mereka masing masing.


Satu jam berlalu dan semua penduduk desa Mera sudah kembali ke kediaman mereka sendiri hanya kepala desa Ju Guo saja yang menunggu Long Tian sambil duduk di salah satu kursi yang ada di taman desa itu.


Long Tian masih memejamkan matanya dan kini matahari sudah tidak lagi bersinar melainkan bulan yang bersinar terang menerangi dunia itu.


"Ju Guo maaf menunggu lama" ucap Long Tian yang membuka matanya dan melihat jika Ju Guo duduk di depannya dan terlihat jika hari sudah malam.