
"Baiklah jika demikian berarti dugaan ku benar, Aku harap kalian semua benar benar berhati hati kedepannya dan aku sudah menyegel dunia ini jadi tidak ada satupun yang bisa keluar atau memasuki dunia ini untuk sementara, markas sekte kelelawar darah juga sudah aku segel dan mereka tidak akan bisa keluar meskipun mereka sudah di tingkat pencipta Ilahi" ucap Long Tian menjelaskan situasinya agar mereka bisa sedikit lebih tenang kedepannya.
"Penguasa kami akan selalu mengawasi penduduk dunia ini untuk meminimalisir terjadinya pembunuhan dan pembantaian oleh orang orang sekte kelelawar darah yang masih ada di kota kota dan juga desa" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan juga hormat.
"Itu lebih baik lagi, dan Long Zin ayo kita kembali, hari sepertinya sudah mulai malam padahal aku masuk kesini di pagi hari" ucap Long Tian dengan ramah sambil kemudian berdiri di ikuti oleh mereka berdua dan langsung melangkah meninggalkan ruangan VVIP itu serta keluar dari pelelangan anggrek.
"Sebentar aku akan mengambil kuda ku dulu, kasian kuda ku jika aku tinggalkan" ucap Long Tian sambil melangkah ke seberang pelelangan tepatnya menuju ke penitipan kuda yang ada di sebelah penginapan anggrek di ikuti oleh Long Zin.
"Penguasa kuda hamba juga disana" ucap Long Zin sambil tertawa ringan.
"Tuan ini untuk anda, terima kasih sudah merawat kuda saya" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan seratus Keping Koin Emas untuk pria sepuh yang menjaga penitipan kuda itu.
"Tuan muda terima kasih dan berhati hati lah, semoga sang pencipta selalu menjaga anda" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan sambil melihat Long Tian yang menaiki kuda hitam itu.
"Tuan kota terima kasih berkat anda memberikan saya lokasi ini saya jadi bisa memiliki penghasilan kembali" ucap pria sepuh itu ke Long Zin.
"Tentu saja, kau kan warga ku, baiklah aku permisi" ucap Long Zin dengan ramah sambil melangkahkan kudanya di iringi oleh Long Tian.
Keduanya menunggangi kuda dengan perlahan dan hanya membiarkan kuda mereka melangkah dengan pelan karena masih banyak penduduk di kota itu yang berjalan di jalanan utama kota.
Membutuhkan waktu lima belas menit untuk Long Tian dan Long Zin sampai di kediaman Long Zin yang berada di sebuah puncak bukit kecil di belakang kota itu.
"Kalian rawat baik baik kedua kuda ini, dan berikan apel sebagai makanan mereka jangan hanya rumput" ucap Long Zin ke para prajurit yang berjaga di kediamannya.
"Baik Pemimpin" ucap salah seorang prajurit itu sambil mengambil kedua kuda tersebut dan membawanya ke kandang kuda yang ada di dekat halaman utama kediaman Long Zin itu.
"Tuan muda mari kita ke paviliun tamu" ucap Long Zin dengan hormat sambil melangkah menuju sebuah bukit kecil yang ada di sebelah bukit yang menjadi kediamannya di ikuti oleh Long Tian.
"Long Zin kenapa kau membuat kediaman mu di atas bukit seperti ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil berjalan di samping kanan Long Zin.
"Penguasa, jika seandainya ada penyerangan atau bahkan peperangan maka kami akan tahu dan akan lebih mudah untuk melawan atau bahkan jika kami tidak sanggup maka kami masih bisa melarikan diri" ucap Long Zin dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Long Tian.
Membutuhkan waktu sepuluh menit untuk Long Tian dan Long Zin untuk sampai di paviliun tamu.
"Long Zin, apakah harus kuda ku disana, bukankah tadi kita bisa langsung kesini saja" ucap Long Tian dengan santai sambil kemudian duduk di kursi teras Paviliun tamu.
"Baiklah tapi apakah bisa kau bawakan kuda ku kesini nanti atau kau suruh anak buahmu satu untuk merawat kuda ku di sini saja" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat sekelilingnya.
"Baik Penguasa, mohon maaf jika demikian saya pamit dahulu untuk menyiapkan makan malam untuk Penguasa" ucap Long Zin dengan sangat sopan dan juga hormat.
"Baiklah tapi aku tidak harus datang ke kediamanmu berjalan kaki kan" ucap Long Tian sambil memegang kakinya dan memijat minatnya karena memang melintasi dua bukit itu memerlukan perjuangan extra karena anak tangga dan jalan yang dibuat melingkar sehingga jarak yang ditempuh jadi lebih jauh lagi.
"Tidak Penguasa, saya akan meminta para pelayan untuk membawakan nya kesini saja" ucap Long Zin sambil tertawa ringan.
"Niat mu membuat kediaman seperti ini memang bagus jika untuk pertahanan, namun kurang tepat jika untuk kediaman, sebaiknya kau membuat jalan tembus yang lurus dari pada jalan melingkar seperti itu, tapi sudahlah toh kau memang suka berjalan jauh bukan" ucap Long Tian dengan santai.
"Baik Penguasa, mohon maaf gara gara sikap pelupa hamba sampai sampai saya membuat anda berjalan jauh" ucap Long Zin dengan sangat sopan dan hormat.
"Sudahlah, kau kembalilah, aku akan beristirahat dulu sebentar" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat ke Long Zin.
"Baik Penguasa, hamba pamit" ucap Long Zin dengan sangat sopan dan hormat sambil berdiri dan memberikan penghormatan kepada Long Tian lalu meninggalkan Long Tian sendirian di teras Paviliun tamu.
Long Tian hanya tersenyum melihat kepergian Long Zin dan dia kemudian melangkah menuju ke dalam Paviliun tamu lalu memasuki kamar mandi di kamarnya untuk membersihkan dirinya.
Long Tian yang sudah selesai membersihkan dirinya kemudian keluar dari dalam kamarnya dan kembali duduk di teras Paviliun tamu, dan dia melihat jika ada lima wanita yang mendatangi paviliun tamu itu.
"Selamat malam Tuan muda, kami datang kesini untuk menyajikan makan malam untuk anda" ucap seorang wanita dengan ramah.
"Di sajikan di sini saja, tidak perlu di dalam" ucap Long Tian dengan ramah dan tersenyum hangat ke semua wanita itu.
Kelima wanita itu kemudian menyajikan semua makanan dan teh yang dibawanya di meja itu.
"Tuan muda silahkan dinikmati" ucap salah seorang wanita itu dengan ramah dan mereka semua berdiri sedikit menjauh dari Long Tian sengaja membiarkan Long Tian untuk menikmati hidangan yang dibawa oleh mereka.
"Terima kasih, ucap Long Tian dengan ramah dan langsung menyantap hidangan yang bawakan oleh wanita wanita itu.
"Masakan kalian sungguh nikmat, terima kasih, untuk poci teh ini biarkan saja disini" ucap Long Tian dengan ramah setelah selesai menyantap makanannya dan kelima wanita itu langsung membereskan piring piring kosong yang ada di atas meja tersebut.
"Baik Tuan muda, kami mohon diri jika demikian" ucap salah satu wanita itu dengan sangat sopan dan hanya di balas senyuman saja oleh Long Tian.