
"Tuan muda, tidak perlu saya sudah menjualnya melalui lelang dan anda pemenangnya saya kesini hanya untuk berterima kasih saja" ucap pemuda itu dengan sangat hormat dan terlihat sedikit takut ke Long Tian, takut menyinggung perasaan Long Tian lebih tepatnya.
"Kau itu sudah ku bilang aku ini memiliki jutaan pedang, jika kau tidak percaya aku berikan kepadamu seribu pedang tingkat pencipta semua bagaimana dan semuanya pedang elemen api namun ada syaratnya kau duduk di sini temani aku menghabiskan buah buahan ini jika tidak habis maka kau bawa pulang saja untuk anak istrimu bagaimana" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum dan memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi seribu pedang elemen api ke pemuda itu dan juga pedang yang baru di beli nya.
Pemuda itu kemudian menerima pedang nya kembali demikian juga dengan cincin dimensi yang berisi seribu pedang elemen api tingkat pencipta itu.
"Tuan muda, apakah anda seorang dewa yang sengaja datang membantu hamba mu ini" ucap pemuda itu dengan polos sambil memegang pedang elemen apinya di tangan kiri dan cincin dimensi pemberian Long Tian di tangan kanannya.
"Kau itu menghalangi pandangan ku, sudah duduk disini ceritakan apa pekerjaanmu" ucap Long Tian sambil meminta pemuda itu untuk duduk karena memang pemuda itu menghalangi pandangan mata Long Tian yang sedang mengawasi panggung menunggu pembawa acara lelang menawarkan barang yang baru.
"Baik Tuan muda, saya seorang penempa senjata namun karena seminggu yang lalu saya di rampok saya jatuh miskin sehingga tidak bisa membayar sewa rumah saya dan itulah kenapa saya menjual pedang warisan saya untuk bertahan hidup di kota intan ini" ucap pemuda itu dengan sangat sopan dan hormat ke Long Tian.
"Jika aku menawarkan hidup lebih baik untukmu di kota naga apakah kau mau" ucap Long Tian dengan ramah karena teringat banyak kediaman serta bangunan kosong yang ditinggalkan oleh mereka yang menjadi abu di kota naga.
"Saya sangat siap untuk hal itu selama saya bisa bekerja dengan kedua tangan ini dan memberikan penghasilan yang halal untuk anak dan istri saya" ucap pemuda itu dengan sangat sopan dan hormat.
"Baiklah, jadikan seribu pedang pemberianku itu sebagai modal awal toko mu nanti dan kau bawalah anak istri mu ke kota naga temui Tuan Kota Long Sing dia akan mengurus semua kebutuhan mu untuk memberikan sebuah toko sekaligus rumah untukmu" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda benarkah hal ini apakah kehadiran saya tidak akan di tolak oleh Tuan Kota Long Sing nantinya" ucap pemuda itu dengan sangat hormat dan di balas senyuman oleh Long Tian yang memahami keraguan pemuda tersebut.
"Apakah kau mengetahui wajah dan sosok Long Sing" ucap Long Tian dengan ramah ke pemuda itu karena pria sepuh pembawa acara lelang.
"Tuan muda, Saya mengetahui nya dan pernah beberapa kali juga melihat Tuan kota Long Sing namun tidak mengenalnya sama sekali" ucap pemuda itu dengan sangat hormat.
"Long Sing apakah kau sedang sibuk" ucap Long Tian melalui telepati.
"Tidak Penguasa, hamba sedang menuju kediaman hamba saja" ucap Long Sing melalui telepati dan langsung di tarik ke hadapan Long Tian dan pemuda itu.
"Hormat kepada Penguasa, anda kan bisa bilang kemana saya harus pergi tidak perlu mengagetkan saya seperti ini" ucap Long Sing yang muncul di depan Long Tian dan memang dia hampir jatuh karena tadi sedang berjalan.
"Long Sing, besok pemuda ini akan datang ke kediaman mu, dia seorang penempa senjata jadi aku minta kau berikan sebuah rumah yang bisa sekaligus tempat dia bekerja dan bisa juga untuk menjual hasil karyanya" ucap Long Tian dengan ramah.
Pemuda itu hanya melongo saja tidak berkata apa apa karena kehadiran Long Sing di ruangan itu sangat membuatnya kaget.
"Bagus jika demikian sudah beres kau pulanglah dan persiapkan kepindahan mu jangan lupa simpan pedangmu dan cincin dimensi itu" ucap Long Tian sambil menepuk pundak Pemuda tersebut.
"Baik Tuan muda, Tuan kota Long Sing saya pamit dahulu untuk mempersiapkan kepindahan saya dan anak istri saya" ucap pemuda itu dengan sangat sopan dan hormat.
"Besok jangan lupa datang temui aku di kediaman ku di kota naga dan perlihatkan ini ke petugas yang berjaga di pintu gerbang kota dan juga kediamanku agar kau dan keluarga kecil mu bisa masuk" ucap Long Sing sambil memberikan sebuah medali tamu klan Long.
"Berikan dulu cincin dimensi itu" ucap Long Tian dengan ramah sambil meminta cincin dimensi yang dia berikan sebelumnya yang berisi seribu pedang elemen api.
Pemuda itu kemudian menyerahkan cincin dimensi tersebut dan Long Tian kemudian memasuki dua parsel buah buahan yang belum dia buka lalu mengembalikan cincin dimensi itu ke pemuda tersebut.
"Terima kasih Tuan muda dan juga Tuan Kota Long Sing" ucap Pemuda itu sambil menerima medali dan cincin dimensi nya kemudian memberikan hormat kepada Long Tian dan juga Long Sing lalu meninggalkan mereka berdua dan Long Sing pun duduk di sebelah kanan Long Tian dengan ramah.
"Penguasa anda nanti jika hendak membantu orang lagi bisa berikan saja medali medali yang ada di dalam cincin ini" ucap Long Sing dengan hormat sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi seribu medali tamu klan Long.
"Baiklah dan tolong kau bantu anak itu, dia anak yatim pintu dan berjuang keras untuk anak istrinya, dia juga korban dari para perampok jadi aku ingin kehidupan nya menjadi lebih baik kedepannya, lalu bagaimana dengan apel dan kopi" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat ke Long Sing.
"Penguasa, saya sudah memberikan mereka sebuah toko tapi bukan untuk perorangan melainkan untuk desa mereka karena toko itu cukup besar untuk di isi lima puluh gerobak buah" ucap Long Sing dengan hormat.
"Baguslah jika demikian, besok besok jika aku menarikmu dan ada orang lain jangan panggil aku penguasa tapi tuan muda saja sampai aku berhasil mengambil alih dunia ini seutuhnya" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat jika pria sepuh pembawa acara lelang sudah berjalan untuk menaiki panggung pelelangan.
"Baik Penguasa, hamba akan selalu mengingatnya dan akan segera menyiapkan rumah untuk pemuda itu" ucap Long Sing dengan hormat sambil berdiri.
"Apa kau bisa berteleportasi" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tidak penguasa ini saya menunggu anda mengirim saya kembali ke kediaman saya" ucap Long Sing yang berdiri dengan siaga.
"Kau itu ada ada saja" ucap Long Tian sambil menggelengkan kepalanya dan langsung mengirim Long Sing kembali ke tempat dia di tarik oleh Long Tian.