
Long Tian kemudian memasang satu pintu dimensi di dinding teras kuil naga emas yang terhubung dengan dunia kecil para wanitanya itu.
"Semoga kalian benar benar memanfaatkan menara ilmu itu agar kalian bisa lebih berperilaku seperti manusia" ucap Long Tian sambil menghentikan semua segel lalu melangkah keluar dari kuil naga emas.
Long Tian kembali menyimpan kuil naga emas dan langsung berteleportasi secara acak karena dia sejak datang ke dunia itu merasakan ada yang memerlukan kehadirannya.
Long Tian muncul di dalam hutan yang sangat lebat dan memiliki banyak pepohonan yang sangat besar.
Long Tian merasakan jika dia seperti mendapatkan tekanan yang sangat kuat di hutan ini.
"Ada apa ini, kenapa aku sampai di merasakan tekanan aura seperti ini" ucap Long Tian sambil menggerakkan tangannya dengan cepat dan membuat cangkang cahaya pertahanannya.
Cangkang cahaya berwarna emas kini melindungi Long Tian dan dia merasakan jika tekanan aura kini sudah tidak lagi dia rasakan.
"Hutan ini bahkan lebih menyeramkan dari semua hutan yang pernah ku masuki" ucap Long Tian sambil melangkah mengikuti naluri nya.
Sudah sepuluh menit Long Tian berjalan di dalam hutan itu namun dia tidak merasakan adanya kehidupan apapun.
"Apapun yang ada di hutan ini bahkan bisa menahan kekuatan mata emasku, benar benar kekuatan yang mengerikan" ucap Long Tian yang masih belum bisa mengetahui apa yang ada di hutan itu.
Long Tian terus melangkah sampai akhirnya dia memutuskan untuk berhenti karena tekanan aura kembali dia rasakan meskipun dia masih menggunakan cangkang cahaya emas.
Long Tian menggunakan kekuatan 100 galaksi untuk mensterilkan kekuatan aura yang kembali menekannya dan kini kekuatan yang menekannya itu pun tidak lagi dia rasakan.
Booooooom
Booooom
Boooooooooom
Tiga ledakan terdengar dan tampak asap tebal terlihat di posisi Long Tian berada.
"Aku bahkan belum tahu apa yang terjadi dan sudah mendapatkan tiga serangan meski tidak melukai ku" ucap Long Tian dalam hatinya sambil tetap berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Boooooooooom
Satu ledakan keras kembali terdengar dan Long Tian terdorong mundur sampai dua meter namun masih terlindungi oleh cangkang cahaya emasnya.
"Jadi kau penguasa 100 galaksi, akhirnya aku bisa memiliki kesempatan untuk membunuhmu" ucap seorang pria sepuh dengan pakaian serba hitam yang melayang di depan Long Tian.
"Ternyata hanya pengikut iblis darah saja, aku kira apa" ucap Long Tian dalam hatinya sambil tersenyum dan dengan tangan kebelakang.
Boooooooooom
Suara ledakan kembali terdengar dan mengenai cangkang cahaya emas.
"Kau lumayan juga untuk seorang pengikut ras iblis darah sampai memiliki kultivasi tingkat Pencipta surgawi tahap akhir, dan sepertinya sudah banyak dosamu sampai membuat hutan ini menjadi seperti ini" ucap Long Tian dengan sangat tenang.
"Aku tidak peduli dengan mu, dan tidak peduli apa kata orang tentang mu tapi kau akan mati di hutan ini" ucap pria sepuh itu sambil menggerakkan tangannya dan membuat segel lalu mendorong telapak tangan menghadap ke arah Long Tian.
Ratusan sulur sulur cahaya hitam keluar dari telapak tangannya pria sepuh itu dan mengarah ke Long Tian dengan cepat lalu mengikat cangkang cahaya emas yang menjadi pelindung Long Tian.
"Domain cahaya - domain es" ucap Long Tian pelan sambil berteleportasi ke belakang pria sepuh itu.
Boooooooooom.
Tendangan Long Tian telak mengenai punggung pria sepuh itu dan membuat nya terdorong maju sampai jatuh ke tanah tanpa melihat jika Long Tian menendang punggungnya.
Long Tian tidak membuang kesempatan dia yang kini sudah memegang pedang naga emas langsung mengayunkan pedangnya ke arah pria sepuh yang kini mulai merasakan dingin dan tidak bisa melihat apapun dalam domain cahaya dan domain es nya.
"Cahaya bulan sabit" ucap Long Tian dalam hatinya.
Ratusan siluet Qi pedang membentuk bulan sabit dan dengan telak memotong tangan dan kaki pria sepuh itu lalu membekukannya dengan segera.
Arrrrrrrgggggggggg
Pria sepuh itu mengerang kesakitan karena tangan dan kakinya telah putus oleh satu serangan Long Tian.
"Kau bilang ingin membunuhku, kenapa kau hanya mengerang kesakitan saja" ucap Long Tian sambil tersenyum dan melayang di atas pria sepuh itu dengan tidak terlihat oleh pria sepuh itu.
Pria sepuh itu tidak menjawabnya namun terlihat jika tangan dan kakinya yang telah menjadi es perlahan mulai bergerak untuk kembali menyatu dengan tubuhnya.
"Jadi kau berusaha menyatukan kembali kedua tangan dan kaki mu" ucap Long Tian dalam hatinya.
Long Tian langsung turun dan mengambil tangan pria sepuh lalu melepas cincin dimensi milik pria sepuh itu, dia pun melempar kembali tangan yang terputus itu.
Long Tian pun menyimpan cincin dimensi milik pria sepuh di dalam cincin dimensi miliknya
"Api Lava suci abadi bakarlah" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menunjuk ke arah kaki dan tangan yang kini menjadi es dan mulai bergerak pelan ke arah tubuh pria sepuh yang terbaring tak berdaya dengan posisi tertelungkup di atas lapisan es karena semua tanah dan juga pepohonan di hutan itu kini menjadi es karena domain es abadi Long Tian.
Empat api lava suci abadi keluar dari jari telunjuknya dan membakar tangan dan kaki pria sepuh itu lalu menghanguskannya hingga menjadi abu.
"Jarum es" ucap Long Tian dalam hatinya sambil mendorong telapak tangan kanannya ke arah pria sepuh itu.
Ratusan jarum es keluar dari telapak tangannya dan langsung melesat memasuki tubuh pria sepuh itu namun tidak ke bagian vital nya.
Aaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrgh
Pria sepuh itu berteriak kencang kesakitan, karena ratusan jarum es menembus tubuhnya dan membuat tubuhnya yang di lintasi jarum es itu menjadi membeku
Long Tian tidak membuang waktu sama sekali karena pria sepuh itu bisa meledakan dirinya sendiri jika jiwa nya masih utuh.
Bola kristal kenangan keluar dari cincin dimensinya dan melesat ke atas kepala pria sepuh itu dengan cepat menyedot ingatan pria sepuh yang sudah lemah dan mulai membeku.
Long Tian kemudian menghentikan domain es dan domain cahaya karena dalam domain cahaya susah untuknya melihat isi ingatan pria sepuh itu.
Cahaya kembali normal dan es pun mulai mencair, pria sepuh itu kini sudah benar benar tidak sadarkan diri karena jiwanya juga sudah rusak akibat proses pengambilan ingatan oleh bola kristal kenangan.
Bola kristal kenangan itu kemudian membesar dan mulai memperlihatkan ingatan pria sepuh itu.