
Dua jam berlalu dan kini Long Tian memasuki sebuah rumah makan yang sangat megah.
"Aneh, banyak yang menjadi abu tapi prajurit kota ini tidak terlihat sama sekali padahal aku sudah memutari kota ini, baiklah waktunya bersantai" ucap Long Tian dalam hatinya sambil duduk di kursi yang disampingnya ada jendela besar.
"Tuan maaf apakah anda ingin memesan sesuatu" ucap seorang pelayan wanita yang mendatangi meja Long Tian.
"Nona, bisakah saya mendapatkan teh terbaik rumah makan ini" ucap Long Tian dengan ramah.
"Baik Tuan muda apakah anda ingin memesan makanan juga" ucap wanita muda itu dengan ramah.
"Tidak Nona, saya ingin menikmati teh terbaik disini saja" ucap Long Tian dengan ramah.
Pelayan Wanita itu pun meninggalkan Long Tian dan tidak lama kemudian kembali dengan membawa satu poci teh ukuran sedang dan satu gelas gioknya.
"Tuan muda silahkan jika ada lagi yang ingin anda pesan, anda bisa memanggil saya" ucap pelayan wanita itu dengan ramah.
"Nona terima kasih" ucap Long sambil tersenyum dan menuangkan Teh buatan rumah makan ini.
Pelayan wanita itu tersenyum dan kemudian meninggalkan Long Tian.
"Teh ini sangat harum bunga melati, namun dia juga menggunakan rumput jiwa dan bunga krisan sebagai tambahan nya" ucap Long Tian dalam hatinya.
Empat orang pria sepuh memasuki rumah makan itu dan duduk di meja sebelah kanan Long Tian.
"Tuan kota apakah anda ingin hidangan seperti biasa" ucap pelayan wanita yang mendatangi meja sebelah Long Tian itu.
"Bawakan empat daging rusa terbaik kalian saja untuk kani dan juga teh herbal kalian lagi ya" ucap pria sepuh yang di sebut tuan kota itu.
"Baik Tuan kota" ucap pelayan wanita itu dengan ramah.
"Nona saya juga ingin mencoba daging rusa nya" ucap Long Tian saat wanita pelayan itu menghadap ke arahnya.
"Baik Tuan muda" jawab wanita pelayan itu dengan ramah.
"Tuan kota kenapa segel perlindungan kota bisa menyebar seperti ini, apakah ini ada berkaitan dengan suara penguasa yang kita dengar" ucap seorang pria sepuh.
"Aku tidak tahu, tapi aku sudah cek medali naga dan tidak ada kerusakan apapun, mungkin saja penguasa sendiri yang menyebarkan segel penghapusan itu" ucap Tuan Kota itu dengan ramah.
"Lalu apakah kita akan menjadi pengikut dari Kaisar Han An itu" ucap pria sepuh lainnya.
"Apakah ada kekuatan selain kekuatan penguasa yang suaranya bisa terdengar sampai seluruh dunia ini, semua bawahan kita di semua benua sudah mendengar suara yang sama jadi apa mungkin ada yang bisa selain penguasa" ucap Tuan kota itu dengan tetap ramah.
Mereka bertiga menggelengkan kepalanya.
"Kita harus mengikuti Kaisar Han An, dan Bulan depan rencananya aku sendiri dan Raja Utara akan ke benua tengah untuk bertemu dengan Kaisar Han An" ucap kepala desa itu dengan ramah.
"Apakah kita tetap akan mengusir penduduk desa dan kota pinggir hutan agar mereka tidak lagi dikendalikan oleh para iblis darah yang berwujud manusia itu" ucap Pria sepuh lainnya.
Tuan kota itu kemudian berdiri dan pindah duduk ke depan Long Tian.
"Tuan muda, perkenalkan nama saya Gung Do, saya Tuan kota disini, dan anda sepertinya bukan warga kota ini maupun benua utara" ucap Tuan kota Gung Do dengan ramah.
"Nama saya Long Tian, saya hanya mampir saja melihat kota yang megah ini" ucap Long Tian dengan ramah.
"Apakah Tuan muda ini Penguasa, bukan kah penguasa selalu berwajah muda" ucap Gung Do dalam hatinya.
"Tuan muda Long Tian, jika boleh saya ketahui anda berasal dari mana" ucap Tuan kota Gung Do dengan ramah.
"Tuan Kota Gung Do jika saya bilang, saya bahkan dari dunia ini apakah anda akan percaya kepada saya" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat.
"Tuan muda Long Tian, bukankah poros langit sudah tersegel oleh segel cakram langit" ucap Tuan kota Gung Do dengan sangat sopan dan ramah.
"Maksud anda segel seperti ini" ucap Long Tian sambil tersenyum dan membuka telapak tangannya menghadap ke atas, satu segel cakram langit tampak melayang di atas telapak tangannya dan perlahan membesar melebihi ukuran telapak tangannya.
Long Tian kemudian menghilangkan segel cakram langit dengan santai.
"Hormat kepada Penguasa 100 Galaksi' ucap Tuan kota Gung Do dengan sangat hormat sambil berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian dan hal ini membuat semua yang ada di rumah makan itu kaget melihat orang yang paling mereka segani kini berlutut dan bersujud kepada Long Tian.
"Tuan kota Gung Do bangunlah dan silahkan anda duduk kembali" ucap Long Tian dengan ramah.
"Terima kasih Penguasa" ucap Tuan kota Gung Do dengan hormat yang langsung berdiri dan duduk kembali di depan Long Tian.
"Kenapa anda mengira saya penguasa 100 galaksi" ucap Long Tian dengan ramah.
"Penguasa, mohon terima ini" ucap Tuan kota Gung Do sambil memberikan sebuah gulungan kuno dan langsung di terima oleh Long Tian.
Long Tian membuka Gulungan kuno itu dan membacanya dengan teliti.
Di gulungan kuno itu di jelaskan ciri ciri Long Tian dengan detailnya bahkan tentang postur tubuh dan wajahnya bahkan ada gambar wajah Long Tian disitu meski hanya sedikit mirip.
"Darimana anda mendapatkan gulungan kuno ini" ucap Long Tian dengan ramah.
"Penguasa, saya ini harta warisan dari para leluhur kami, demikian juga medali naga yang merupakan segel penghapusan ras iblis darah agar tidak memasuki kota kami ini" ucap Tuan kota Gung Do dengan hormat.
Long Tian kemudian berdiri lalu mengaktifkan kekuatan 100 galaksi namun hanya sebentar saja dan dia pun kemudian duduk kembali, namun tidak dengan tuan kota Gung Do dan semua pengunjung rumah makan itu berikut juga pemilik dan pelayan rumah makan semuanya kini berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian dengan mata berlinang air mata.
"Hormat kalian aku terima, silahkan semuanya duduk kembali" ucap Long Tian dengan ramah dan tersenyum hangat ke semuanya.
"Tuan kota bisa anda ceritakan tentang alasan kota ini kenapa ada di atas gunung" ucap Long Tian dengan ramah sambil mengembalikan gulungan kuno itu dan diterima lalu disimpan kembali oleh Gung Do.
"Penguasa, medali naga menjaga sebuah ruangan bawah tanah dan itulah alasan kenapa para leluhur ikut menjaganya dengan membuat kota besar disini" ucap Tuan kota Gung Do dengan sangat hormat.