Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Mengolah daging bakar


Beberapa pemuda yang ada disana langsung berdiri dan mengumpulkan ranting ranting kayu yang ada di sekitar mereka semua dan mulai membuat api yang di inginkan Long Tian.


Sepuluh Cahaya emas penariknya kini kembali dengan masing masing membawa satu ekor rusa jantan yang sangat besar dan rusa rusa jantan itu sudah tidak bernyawa karena tekanan cahaya emas penarik di bagian leher mereka.


Long Tian mengarahkan cahaya emas penariknya agar meletakkan rusa rusa itu di sebelah kanannya yang kosong dan langsung menghilangkan cahaya emas penariknya.


Semua melihatnya dengan takjub dan hal ini sangat diluar dugaan mereka semua, mereka tadinya berpikiran jika mereka akan di minta untuk menangkap rusa di hutan.


"Saya minta tolong kalian bakarkan rusa rusa ini untuk kita nikmati bersama sama" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menunjuk ke 10 rusa jantan yang siap untuk diolah menjadi rusa bakar.


Semuanya langsung berdiri dan bekerja sama, tampak sangat kompak bahkan tidak ada batasan yang terlihat sampai kaisar Hun Si juga ikut membantu yang lainnya.


"Indahnya kebersamaan seperti ini, sudah lama aku tidak melihatnya" ucap Long Tian pelan sambil melihat mereka semuanya.


"Penguasa kami sebentar lagi akan sampai di Ibukota dan langsung memulai penghapusan dan Pembersihan ibukota dan istana." Ucao Xuan Li bertelepati.


"Lakukan dengan tepat dan kurangi kerusakan yang tidak perlu" ucap Long Tian sambil menggunakan mata emasnya dan melihat kapal kapal perangnya kini sudah memasuki langit ke arah ibukota dan istana Hun Si.


"Kalian nikmatilah suasana ini, Para bawahanku sudah datang dan akan menghapus semua yang menyakiti kalian dan para penduduk" ucap Long Tian yang di dengar oleh semuanya.


Mereka semua mengangguk karena sibuk dengan mengolah daging rusa.


"Penguasa Terima kasih atas semua yang anda lakukan untuk kami" ucap  Kaisar Hun Si sambil memotong kepala rusa.


Long Tian hanya tersenyum melihat mereka yang sangat kompak itu dan kemudian dia melihat ke arah kapal kapal perangnya.


"Xuan Li, berapa banyak yang kau bawa" ucap Long Tian melalui telepati karena melihat jumlah kapal perangnya yang melebihi milik pasukan Xuan Li.


"Semua yang sedang ada di lapangan militer dunia naga saya ajak, entah ada berapa saya lupa jumlah mereka, jenderal Long Pang dan Huo Zhen juga ikut bukan hanya kedua kucing itu saja" jawab Xuan Li melalui telepati.


"Xuan Li ini benar benar jadi penyemangat semua orang" ucap Long Tian dalam hatinya.


"Penguasa, maaf kami akan mulai membakar rusa rusa ini namun arah angin  akan membuat asapnya mengenai anda" ucap salah satu wanita disana dengan ramah dan senyum penuh warna.


"Tidak apa apa, bakar saja" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah dan membuat wanita wanita disana salah tingkah.


Mereka mulai membakar daging daging rusa dan ternyata asap pembakaran itu tidak mengenai Long Tian melainkan mengarah langsung ke atas dan tentunya ini dilakukan oleh Long Tian.


Long Tian kini sudaj tidak menggunakan kekuatan 100 galaksi jadi dia tidak lagi berbeda dengan semua yang ada disana, dia kemudian berdiri dan melangkah ke dekat kuil naga.


Long Tian menggunakan kekuatan aura naga memindahkan patung naga emas yang ada di dalamnya ke depan kuil itu sehingga kini patung itu seakan menyambut siapapun yang hadir kesana.


"Pengendalian alam, buatkan kursi dan meja untukku" ucapnya pelan dan perlahan kuil itu bergetar dan dari lantai itu naik beberapa bagian dan menjadi meja bulat dan dikelilingi kursi dan di kiri dan kanan juga kini terdapat banyak kursi, ini sesuai dengan apa yang di banyakan oleh Long Tian.


Semua yang sedang mengolah daging rusa dan membakarnya menjadi semakin takjub dan kagum kepada sosok Long Tian, sang legenda yang di ceritakan setiap malam oleh para leluhurnya.


Long Tian duduk di salah kursi ciptaannya di dalam kuil, dia melihat jika kuil kuno ini benar benar di buat sudah ratusan juta tahun, era dimana dia sudah meninggal dunia dalam penantian untuk reinkarnasi.


"Ini benar benar takdir langit, aku yang dulu terlalu sibuk dengan galaksi surgawi dan ras iblis darah sampai melupakan para penduduk yang selalu berdoa untukku, semoga kedepan aku bisa lebih memperhatikan mereka semua" ucapnya dalam hati sambil memandangi mereka yang masih mengolah daging bakar.


"Penguasa, penghapusan di ibukota masih berlangsung dan mereka ternyata disini adalah pengikut ras iblis darah, dan kami menemukan beberapa altar persembahan untuk iblis darah namun sudah kami hancurkan berikut para pemiliknya serta jiwanya" ucap Xuan Li melalui telepati


"Bagus, periksa dengan teliti dan jangan sampai ada yang tersisa" ucap Long Tian melalui telepati.


"Hun Si, kemarilah" ucap Long Tian memanggil Kaisar Hun Si dengan ramah.


"Penguasa" ucap Kaisar Hun Si sambil duduk di dekat Long Tian


"Hun Si apakah kau tau jika semua di ibukota adalah pengikut ras iblis darah" ucap Long Tian dengan santai.


"Hamba tidak mengetahuinya Penguasa, karena tidak ada sekte sekte di dunia ini" ucap Kaisar Hun Si dengan wajah serius.


"Apakah selama ini suka ada laporan kehilangan anak perempuan yang masih perawan" ucap Long Tian 


"Benar Penguasa, sudah sejak lama setiap malam bulan purnama ke tiga selalu ada satu anak perawan yang menghilang, namun tidak pernah ditemukan keberadaannya maupun jenazahnya" jawab kaisar Hun Si.


"Itu karena mereka digunakan sebagai tumbal pengorbanan darah oleh para pengikut ras iblis darah" ucap Long Tian sambil melihat Kaisar Hun Si dengan ramah.


"Penguasa, ternyata hamba selama ini telah benar benar gagal sampai kalangan istana disusupi sejauh ini" ucap Kaisar Hun Si sambil menunduk.


"Masa lalu itu kelam lebih baik agar dimasa depan kita berjaya, ingatlah untuk selalu berbuat tegas dan hapus sampai akar, baik kepada yang baik, memaafkan yang pantas dimaafkan, jika tidak maka hapuslah" ucap Long Tian sambil melihat Kaisar Hun Si dan nada suara sangat tegas mendominasi.


"Penguasa, hamba mengerti selain hamba harus sering turun dan bertemu dengan para penduduk hamba juga harus lebih peka dengan sekitar hamba" jawab Kaisar Hun Si


"Benar jadikan mereka saudara namun tetap waspada" ucap Long Tian lagi sambil kembali melihat mereka yang sedang sibuk mengolah daging bakar yang sebagian sudah matang dan sudah di simpan di atas meja buatannya.


"Penguasa, dunia ini sangat luas apakah ada cara agar hamba dapat mengawasi mereka semua" ucap Kaisar Hun Si dengan penuh rasa ingin tahu.


"Kita tidak bisa mengetahui hati semua orang namun jika kau bisa menjadi sosok yang pantas mereka contoh maka perlahan mereka akan sangat terbuka untukmu, ingatlah juga perut yang lapar akan membuat banyak pikiran negatif jadi jangan biarkan rakyat mu merasa lapar selalu pastikan mereka mendapatkan apa yang harus mereka dapatkan, nanti kau akan tau bagaimana aku mengelola dunia naga dari kitab yang ku tulis yang sudah ku berikan untukmu" ucap Long Tian