
Kapal dunia naga melesat dengan cepat di ruang hampa yang sangat tenang dan keluar di galaksi ke Tujuh puluh tiga.
"Hari sudah sangat malam namun entah kenapa aku benar merasa panggilan ini tidak bisa ditunda lagi" ucap Long Tian sambil berteleportasi secara acak dengan menyerahkan keberadaannya kepada semesta.
Long Tian muncul di sebuah jalanan besar dekat sebuah kota dan dia pun langsung berjalan ke arah gerbang masuk kota tersebut.
"Tuan muda, biaya masuk kota senilai sepuluh keping koin emas kecuali anda memiliki medali kota ini atau ibukota" ucap seorang prajurit dengan ramah dan memiliki kultivasi tingkat pencipta bumi tahap awal.
"Maaf saya tidak memiliki medali jadi saya akan membayar saja dan sisanya untuk anda dan kawan kawan yang berjaga di sini saja" ucap Long Tian dengan ramah dan memberikan lima puluh keping koin emas.
"Tuan muda silahkan masuk, apabila anda mencari penginapan bisa lurus saja ada banyak penginapan di sana namun jika anda ingin mencari rumah makan bisa melalui jalanan itu" ucap prajurit itu dengan ramah sambil menunjuk ke arah jalanan di dalam kota itu.
"Terima kasih" ucap Long Tian sambil tersenyum dan melangkah memasuki kota itu menuju jalanan yang mengarah ke rumah makan.
"Kota ini masih sangat ramai dan disini bahkan tidak ada tingkat Dao semuanya tingkat pencipta" ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya dan dia merasakan jika kota ini memiliki hal yang berbeda dengan kota lainnya yang pernah dia kunjungi selama ini.
Bangunan bangunan besar di kota itu menunjukan jika kota ini sangatlah maju dan juga sangat besar.
"Rumah makan ini sangat ramai, sebaiknya aku mengisi perut ku dahulu" ucap Long Tian sambil tersenyum dan melangkah memasuki rumah makan di depannya.
"Nona, apakah masih ada meja yang kosong" ucap Long Tian dengan ramah ke seorang wanita muda yang berjaga di depan pintu masuk rumah makan itu.
"Tuan marj ikuti saya" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil melangkah memasuki rumah makan itu dan menunjukkan sebuah meja kecil dekat jendela yang hanya memiliki dua kursi berhadap hadapan dan hanya meja itu saja yang kosong.
"Nona apakah saya bisa memesan hidangan terbaik anda dan teh hangat" ucap Long Tian dengan ramah.
"Baik, sebentar saya siapkan dahulu" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil kemudian melangkah memasuki bagian belakang rumah makan itu.
"Apakah kita akan membuat pembalasan dengan sekte racun darah" ucap seorang pria sepuh yang duduk di samping Long Tian.
"Tentu saja kita harus membalas mereka, sebelum aliansi aliran hitam itu terbentuk maka harus kita habisi sekte racun darah itu" ucap pria sepuh di seberang nya.
"Besok hari terakhir turnamen dan kita harus benar benar bersiap jika sampai mereka menyerang kota ini lagi seperti tadi siang" ucap pria sepuh lainnya.
"Aku tidak habis pikir bisa bisanya mereka menyusup menjadi peserta dan penonton" ucap pria sepuh lainnya.
"Setidak tidaknya kita tahu penawar racun mereka itu sekarang" ucap pria sepuh di meja lainnya.
"Portal ke dunia kecil beberapa hari lagi akan terbuka di kota ini jadi wajar saja jika aliran hitam banyak yang masuk ke kota ini, bisa saja mereka ada diantara kita saat ini mana kita tahu" ucap seorang pria sepuh yang berpakaian layaknya tetua suatu sekte.
"Itu benar dan sekte ku sekte pedang tunggal akan setia melawan mereka semua jika mereka mengacau lagi" ucap pria sepuh lainnya namun tidak menggunakan pakaian sekte.
"Aku dengar Baginda Kaisar sudah sampai di kota ini, semoga saja para prajurit nya bisa membuat kota ini semakin aman." Ucap pria sepuh lainnya.
"Sudah beberapa bulan manusia gunung menyerang desa dan kota di pinggiran hutan apakah menurut kalian ini semua ada kaitannya dengan sekte aliran hitam yang hendak membuat aliansi" ucap pria sepuh lainnya disana.
"Entahlah aku tidak tahu tapi yang jelas aku jadi ingat kejadian lima puluh tahun yang lalu saat kita membinasakan semua ras iblis darah di dunia ini, peperangan demi peperangan terjadi dan saat itu diawali dengan keluarnya manusia manusia gunung" ucap pria sepuh lainnya dengan tingkat kultivasi pencipta semesta tahap akhir.
"Patriark Han apakah menurut anda kita harus menyisir hutan seperti dahulu lagi" ucap pria sepuh lainnya.
"Kita fokuskan dahulu dengan turnamen dan juga dengan portal dunia kecil yang hanya bisa dimasuki oleh kalangan muda, ingat masa depan kita ada di tangan mereka semua para penerus kita" ucap pria sepuh yang dipanggil Patriark Han itu.
Wanita muda yang merupakan pelayan rumah makan itu mendekati Long Tian dengan membawa beberapa piring yang berisi makanan dan ada seorang lagi yang datang dengan membawa satu poci teh kecil dan satu gelas gioknya.
Kedua wanita itu menyajikan hidangan pesanan Long Tian dengan ramah dan langsung di nikmati oleh Long Tian.
"Daging rusa ini sangat empuk dan bumbu nya sangat pas, rumah makan ini benar benar menyajikan hidangan terbaik mereka untukku" ucap Long Tian dalam hatinya sambil terus menikmati hidangan itu tanpa memperdulikan sekitarnya sama sekali.
Membutuhkan hampir lima belas menit untuk Long Tian menghabiskan semua makanan itu dan dia benar benar menikmati hidangan rumah makan itu.
"Teh hijau ini seperti teh hijau yang aku nikmati di desa galaksi ke lima puluh delapan benar benar masih sangat segar" ucap Long Tian dalam yang kini sedang menikmati teh hijau sajian rumah makan itu.
Satu persatu pengunjung rumah makan itu sudah meninggalkan rumah makan itu dan kini setelah satu jam hanya tinggal Long Tian yang ada disana.
"Tuan muda maaf kami sudah mau tutup karena hari sudah sangat larut" ucap seorang wanita muda dengan ramah.
"Nona berapa saya harus membayar untuk semua hidangan enak yang anda berikan" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda semuanya hanya tujuh keping emas saja, apakah anda kesini untuk menonton turnamen" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil membereskan semua piring di meja Long Tian.
"Saya hanya kemalaman saja dan perut saya kebetulan minta diisi, ini sisanya untuk anda saja" ucap Long Tian sambil memberikan sepuluh keping koin emas dan langsung berdiri hendak meninggalkan rumah makan itu.
"Tuan muda sepertinya semua penginapan sudah penuh namun anda bisa coba di penginapan angsa putih" ucap wanita muda itu dengan ramah.
"Nona, bisakah saya mengetahui arah penginapan angsa putih itu" ucap Long Tian yang berdiri dekat wanita muda itu.
"Anda duduklah sebentar, saya akan mengantar anda kesana setelah menutup rumah makan saya ini" ucap wanita muda itu dengan ramah dan langsung membawa piring piring kosong bekas Long Tian ke bagian belakang rumah makan itu.
Long Tian pun kemudian duduk kembali di kursinya namun sebelumnya dia menutup dan mengunci jendela dekat mejanya yang hanya tinggal jendela itu saja yang masih terbuka.
"Tuan muda mari saya antar kesana kebetulan rumah saya searah dengan penginapan angsa putih" ucap wanita muda itu sambil tersenyum ramah ke Long Tian dan berdiri di dekat Long Tian.
"Nona silahkan" ucap Long Tian dengan ramah sambil berdiri dan melangkah menuju keluar dari rumah makan itu.