Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Hao Wenji


Waktu berjalan dan kini mereka melihat jalan setapak dan memilih untuk beristirahat sejenak.


"Gege, dunia ini bernama sama dengan dunia kekuasaan ku, tapi aura tempat ini berbeda, meski sumber Qi disini sangat melimpah tapi aura pembunuhan sangat terasa" ucap Hao Ling yang duduk di samping Long Tian


"Itu benar, seakan akan di dunia ini telah terjadi peperangan" ucap Long Tian sambil mengedarkan kesadaran jiwanya memeriksa daerah itu dan tidak menemukan manusia lain selain dirinya.


Long Tian mengeluarkan seekor kelinci dari dunia kecilnya dan langsung menyembelih serta menguliti kelinci itu, kelinci ini hampir seukuran anak Sapi karena semua yang ada di Dunia kecil sudah bermutasi akibat masa hidup yang sudah ribuan tahun.


Dia membuat api unggun, tiga puluh menit membakar ia kelinci tersebut dan mereka berdua menikmati daging kelinci dengan sangat lahap.


Long Tian mengeluarkan sebuah artefak rumah kecil dan mereka kemudian bermalam di rumah tersebut, di pagi harinya mereka pun sarapan dengan sisa daging kelinci bakar semalam yang di panaskan kembali oleh Long Tian.


Mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka, mereka sengaja tidak terbang karena mereka ingin mengetahui setiap detail dunia ini.


Memerlukan waktu satu minggu untuk mereka keluar dari hutan tersebut dan kini mereka melihat sebuat desa dan mereka pun berjalan ke arah desa tersebut.


Long Tian dan Hao Ling berjalan memasuki desa tersebut dan di gerbang desa tertulis nama desa itu *Desa Pandan*


Mereka melihat beberapa warga desa dengan kesibukan nya masing masing, beberapa saat kemudian mereka melihat ada sebuah kedai yang sepi dan tanpa pembeli, dan Long Tian mengajak Hao Ling ke kedai tersebut.


Kedai itu hanya memiliki satu lantai, Mereka duduk di dekat jendela sambil memandangi desa tersebut yang kondisi nya mulai ramai karena hari sudah cukup sore.


"Tuan muda ingin memesan makanan atau minuman, biar Bibi siapkan" ucap seorang Wanita paruh baya yang seperti nya pemilik kedai ini.


" Bibi tolong disiapkan makanan terbaik disini, dan minumnya air Teh saja" ucap Hao Ling.


Wanita paruh baya tersebut kemudian pergi ke bagian dapur dan menyiapkan pesanan mereka, kira kira 30 menit kemudian wanita paruh baya tersebut kembali dengan membawa pesanan mereka.


Mereka menikmati masakan kedai tersebut yang meskipun sepi masakan di kedai ini tidak kalah dengan masakan istana mereka.


Melihat masakan nya di habiskan oleh Long Tian dan Hao Ling wanita paruh baya itu kembali ke meja mereka.


"Tuan dan Nona Muda apakah ingin menambah pesanan" ucap Wanita paruh baya tersebut.


"Bibi bisakah saya bertanya, masakan bibi ini sangat enak kenapa kedai ini sepi" tanya long Tian.


"Tuan muda, di desa ini semua rumah memasak jadi tidak ada yang makan di kedai Bibi selain mereka yang berasal dari luar Desa, dan sejak akses desa ini terputus sangat jarang ada yang melewati desa kami ini" ucap Wanita tersebut.


Wanita paruh baya itu kemudian menutup Pintu kedainya dan juga jendela kedai dan kemudian dia duduk di dekat Hao ling dan Long Tian.


" Puluhan tahun lalu dunia ini sangat damai dan tidak pernah ada permasalahan apapun, apalagi peperangan tidak pernah terjadi, tapi ketika Sang Kaisar mulai sakit dan sampai saat ini masih tidak sadarkan diri, kedua pangeran mulai sering berperang, pangeran kedua berbeda dengan pangeran pertama, pangeran kedua haus akan kekuasaan dan menghalalkan segala cara dan juga sangat tidak pernah memikirkan Rakyat, berbeda dengan pangeran pertama yang sangat mencintai Rakyat." Ucap wanita tersebut.


" Sejak sang kaisar sakit, pangeran pertama menjadi kaisar pengganti tapi di tolak oleh pangeran kedua, pangeran pertama pun sempat mengalah tapi pihak militer dan para penduduk menolak sehingga berujung Perang Tiada akhir" jelas wanita tersebut.


" Bibi Namaku Hao Ling dan ini suamiku Long Tian" ucap Hao ling dengan ramah, dia mengenalkan dirinya agar bibi kedai tersebut lebih terbuka padanya.


" Hao Ling, apakah ada tanda lahir bergambar Bulan di lengan kanan mu?" Ucap bibi kedai itu dengan suara bergetar.


" Bibi bagaimana bibi tau tanda lahir ku?" Jawab Hao Ling sambil melihatkan tanda lahir nya.


Long Tian langsung membuat segel pertahanan di dalam kedai tersebut, dia mengantisipasi apabila ada hal yang tak terduga terjadi.


" Nama Bibi ini adalah Hao Wenji, bibi ini dahulunya adalah kepala pelayan dari pangeran pertama Hao Jia dan Istrinya Hao Yui dan pangeran pertama memiliki satu anak bernama Hao Ling yang waktu usia 6 Bulan menghilang dari Dunia Bulan ini, dan sejak itu lah konflik antara pangeran pertama dan pangeran kedua terjadi" ucap Hao Wenji


" Bibi Wenji, bisakah bibi menceritakannya lebih details kejadian itu?" Ucap Hao Ling dengan ramah.


" Malam itu seperti malam yang lainnya tidak ada yang berbeda, dan istana tiba tiba menjadi sangat kacau dikarenakan Kaisar Bulan tiba tiba mendadak sakit saat sedang memimpin pertemuan dengan para pejabat kekaisaran, pangeran Hao Jia dan Istrinya Hao Yui bergegas ke aula pertemuan untuk melihat Kaisar yang tiba tiba tidak sadarkan diri" hao wenji menjelaskan dan menarik nafas dalam dalam…….


"Putri Hao Ling saat itu di jaga oleh Pelayan yang bernama Hao Fi yang merupakan anak Bibi……. Dan bibi sendiri saat itu sedang di dapur istana mempersiapkan makan malam untuk keluarga pangeran…….. saat pangeran kembali ke kediamannya pangeran tiba tiba berteriak memanggil nama Putri Hao Ling dengan sangat kencang, dan saat Bibi sampai ke kamar Putri Hao Ling….. yang ada hanya anak Bibi Hao Fi yang sudah meninggal Dunia dengan Luka pedang di dadanya dan putri Hao Ling sudah tidak ada" Hao Wenji menjelaskan sambil beberapa kali berhenti dan menarik nafas dalam dalam dan menahan tangisannya.


" Sejak saat itu permaisuri Hao Yui mendadak jadi pendiam, dan Bibi keluar dari istana karena kehilangan anak bibi satu satunya sangat berat untuk bibi" ucap Hao Wenji dengan menahan dirinya untuk tidak menangis tapi air mata perlahan menetes dari mata tua nya.


Hao Ling mengusap air mata Hao Wenji dan berusaha menenangkan Hao Wenji.


satu jam berlalu dan kondisi Hao Wenji sudah mulai terlihat tenang dan stabil.


Long Tian mengeluarkan bola kristal kenangan dan meminta Hao Wenji mengalirkan sedikit kekuatan jiwa nya.


Hao wenji tidak menolaknya dan setelah Hao wenji mengalirkan sedikit kekuatan jiwa nya bola kristal kenangan membesar dan memperlihatkan dengan jelas semua yang terjadi dan sesuai dengan cerita dari Hao Wenji.


Alasan Long Tian seperti ini karena memang dia berhati hati dan tidak mau jika dirinya dan istrinya dimanfaatkan atau dibohongi oleh siapapun.


Hao Wenji pun memaklumi dan memahami tindakan hati hati Long Tian tersebut, karena ia pun tidak akan menceritakan hal ini jika Hao Ling tidak memperlihatkan tanda lahirnya yang bergambar Bulan.