
Wanita sepuh itu membuka matanya dan melihat Long Tian yang sedang mengobatinya, Long Tian pun kemudian menurunkan wanita sepuh itu dan menghilangkan cahaya emas regenerasi miliknya.
"Jangan bangun dahulu, otot otot mu baru di pulihkan jadi berikan mereka waktu untuk menyesuaikan diri dahulu" ucap Long Tian dengan ramah sambil menghilangkan kekuatan 100 galaksi lalu mendarat di lantai kamar itu.
"Kalian berdua bangunlah, dan apakah sudah meminun pil penyembuh tingkat pencipta itu" ucap Long Tian sambil membantu pria sepuh dan anaknya untuk kembali berdiri.
"Maaf Penguasa kami belum meminumnya karena luka kami tidak terlalu parah untuk pil penyembuh semahal itu" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan hormat sambil melihat ke Long Tian yang duduk di kursi yang ada di kamar itu karena memang ada satu meja bulat dengan empat kursi kayunya.
Long Tian kemudian mengeluarkan satu poci teh besar dengan empat gelas gioknya dan menuangkan untuk ke empat gelas itu.
"Tuan, sudah telan saja saya sudah memberikannya kepada anda setelah itu minum teh ini dan bantu istrimu untuk meminum teh ini juga" ucap Long Tian dengan ramah.
"Baik Penguasa" ucap pria sepuh itu sambil mengeluarkan kedua pil penyembuh tingkat pencipta yang sebelumnya di berikan oleh Long Tian lalu memberikannya satu butir kepada anak perempuannya itu.
Mereka berdua menelan Pil Penyembuh tingkat pencipta itu dan merasakan khasiatnya dimana semua luka mereka menghilang dan kulit mereka kembali mengencang, semua kerutan di tubuhnya juga menghilang sehingga mereka tampak lebih muda lagi.
"Penguasa terima kasih" ucap anak perempuan pria sepuh itu dengan sangat hormat sambil membungkuk di depan Long Tian demikian juga pria sepuh itu juga ikut membungkuk untuk menyampaikan rasa terima kasih mereka.
"Kalian berdua duduklah dan minumlah teh buatan ku ini agar kalian lebih fresh lagi dan bantulah ibumu untuk meminumnya juga" ucap Long Tian dengan ramah sambil kemudian meminum teh di gelas gioknya.
Ayah dan anak itu pun langsung duduk di depan Long Tian dengan sopan dan meminum teh herbal buatan Long Tian, mereka merasakan jika vitalitas tubuh mereka semakin prima bahkan kulit mereka semakin kencang, lautan Qi mereka menjadi semakin luas dan stabil.
"Penguasa teh herbal buatan anda ini sangat berkhasiat, terima kasih sudah berbagi dengan kami" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan hormat sedangkan anak perempuannya mengambil gelas yang untuk ibunya lalu membantu ibunya untuk meminumnya.
"Kultivasi mu jauh dari rata rata penduduk ibukota ini dan sepertinya jika anda dulu tidak sesusah seperti saat ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat pria sepuh itu yang memiliki kultivasi tingkat pencipta semi abadi tahap akhir.
"Penguasa, dahulu banyak sekali orang kuat seperti hamba bahkan lebih dari hamba karena banyak sekali tingkat pencipta abadi tahap akhir di dunia ini namun sejak ras iblis darah serigala mulai berkembang biak dengan sangat cepat dan mereka bahkan sampai masuk di pemerintahan semuanya menjadi bencana, kota ini dahulu hanya sebesar perkampungan kami ini saja namun kemudian menjadi ibukota kekaisaran karena di Goa yang ada di bukit belakang istana kami duga merupakan sumber masuk ras iblis darah ke dunia ini" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan hormat.
"Trus apakah masih ada lagi tahap pencipta semi abadi dan abadi di dunia ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke istri dan anak perempuan pria sepuh itu yang kini sudah duduk di depannya.
"Penguasa, di kota lain tidak tahu, tapi di ibukota hanya kami saja yang tertinggi dalam kultivasi demikian juga dengan warga perkampungan ini semuanya di semi abadi" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan hormat.
"Kami hanya tinggal dua ribu orang saja penduduk asli ibukota ini" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Long Tian.
"Apakah ada tempat untuk aku bertemu mereka semua sekaligus tanpa diketahui oleh pihak lain" ucap Long Tian kemudian.
"Penguasa kita bisa ketemu di kota Jenderal Jee kebetulan tidak jauh hanya seratus lima puluh kilometer saja dari sini" ucap pria sepuh itu sambil menunjuk ke arah kota yang di pimpin oleh Kyung bawahannya.
"Baiklah berapa lama kalian bisa sampai disana" ucap Long Tian dengan ramah sambil kembali menuangkan Poci Teh Herbal ke gelas gelas yang Sudah kosong termasuk gelas miliknya.
"Terima kasih Penguasa, Paling lama besok pagi kami sudah semuanya sampai di sana" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan hormat sambil kemudian meminum teh herbal buatan Long Tian di ikuti oleh anak dan istrinya yang terlihat ketagihan dengan teh herbal itu.
"Lalu apakah ada lagi yang sakit" ucap Long Tian sambil mencoba mengedarkan kesadaran jiwanya untuk memeriksa semua bangunan di sekitar rumah pria sepuh itu.
"Penguasa, semuanya seperti hamba sebelumnya meskipun mengalami sedikit luka namun masih bisa beraktivitas" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan hormat.
"Baiklah ambillah ini dan berikan untuk mengobati mereka semua sesuai penglihatan ku pil penyembuh tingkat dewa sudah cukup untuk mengobati mereka semua dan berikan saja satu gelas teh herbal buatan ku itu untuk mereka, sampaikan ke Jenderal Jee untuk mengabari ku jika kalian semua sudah sampai di sana" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat dan memberikan satu cincin dimensi yang berisi dua ribu lima ratus pil penyembuh tingkat dewa dan sepuluh drum kayu teh herbal buatannya.
"Penguasa ini sangat banyak sekali" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan hormat sambil memegang cincin dimensi itu.
"Simpan saja untuk mu sisanya, siapa tau akan bermanfaat untuk kalian di masa yang akan datang dan sepertinya istri dan anakmu ketagihan dengan teh herbal buatan ku ini" ucap Long Tian sambil tertawa ringan melihat ke anak dan istri pria sepuh itu dan membuat keduanya menunduk dengan pipi memerah.
"Baik Penguasa, hamba akan segera membagikan mereka masing masing satu pil penyembuh tingkat dewa dan satu gelas teh herbal buatan anda" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan hormat.
"Baiklah ini kenang kenanganku untuk kalian berdua, manfaatkan dengan bijaksana" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan dua cincin dimensi yang berisi masing masing lima ratus keping koin emas dan sepuluh perhiasan mewah di tiap cincin dimensi itu.
"Penguasa terima kasih" ucap anak pria sepuh itu dengan sangat berbahagia sambil memegang cincin dimensi itu.
"Penguasa anda sangat dermawan, terima kasih sudah menyelamatkan nyawa saya dan juga terima kasih atas hadiah ini" ucap istri pria sepuh itu dengan sangat sopan dan nampak bahagia sambil memegang cincin dimensi yang diberikan oleh Long Tian.