
"Penguasa apakah saya bisa memulai menjalankan sekte pilar naga emas, saya berencana membagi tugas untuk semuanya, dari mulai perekrutan dan juga lainnya dan apakah Penguasa mempunyai syarat khusus untuk yang dapat bergabung dengan sekte kita ini" ucap master sekte Jima dengan hormat.
"Semua orang bisa menjadi hebat dan kuat, jangan batasi siapapun yang ingin belajar kultivasi, lupakan batasan batasan kuno dengan hanya memilih yang berpotensi karena semua akan memiliki potensi besar jika diberikan kesempatan, hanya satu syarat ku yaitu berhati baik" jawab Long Tian dengan ramah.
"Baik Penguasa, pesan anda akan selalu kami ingat" ucap master sekte Jima dengan hormat.
"Lupakan status sosial setelah masuk ke dalam sekte karena biar bagaimana pun persaudaraan diantara kalian semua harus jadi yang utama" ucap Long Tian dengan ramah.
"Benar Penguasa hamba sangat setuju dengan hal itu, hamba akan menulis peraturan itu dan mengingatkan nya selalu" jawab master sekte Jima dengan hormat.
"Baiklah, aku akan membersihkan semua yang ada di dalam kubah perlindungan ku, dan nantinya tugas kalian adalah menjaga agar tidak ada lagi bibit bibit baru yang tumbuh dari para pengikut ras iblis darah itu" ucap Long Tian dengan ramah sambil berdiri dari duduknya.
"Baik Penguasa" jawab semuanya dengan kompak sambil memberikan penghormatan kepada Long Tian.
Long Tian kemudian berjalan dan meninggalkan sekte pilar naga emas.
Di luar gerbang sekte Pilar naga emas Long Tian kemudian membuat segel perlindungan, segel pembalik serangan, segel kutukan darah dan juga segel penghapus jiwa yang menjadi sebuah kubah transparan menutupi seluruh area sekte Pilar naga emas.
"Aku masih penasaran dengan tiga desa itu sebaiknya aku mengunjungi mereka dahulu sebelum aku ke tempat lainnya" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil berjalan menuruni Gunung.
Waktu terus berlalu dan Long Tian tetap berjalan menuruni gunung yang menjadi sekte Pilar naga emas, dia beberapa kali berdecak kagum dengan alam yang sangat asri di hutan itu dan beruntung dia sudah membuat jalanan disana yang cukup lebar dengan batuan alam yang terbaik sehingga jalanan penghubung dari jalan utama ke sekte pilar naga itu kini sangat mulus dan nyaman di gunakan.
"Sebaiknya aku membuat banyak tempat duduk untuk beristirahat siapapun yang naik dan turun di jalanan ini" ucap Long Tian sambil berhenti dan dia baru setengah perjalanan untuk menuju jalanan utama dunia itu.
"Alam buatkan banyak kursi dan gazebo di kiri dan kanan jalanan ini" ucap Long Tian sambil fokus berkomunikasi dengan semesta dan terlihat jika bumi mulai bergetar kembali, pepohonan yang ada di kiri dan kanan jalan mulia bergerak mundur ke dalam hutan, batuan batuan alam mulai keluar dari dalam tanah dan membuat banyak gazebo dan kursi kursi sepanjang jalan itu.
Lima belas menit berlalu dan kini getaran tanah itu sudah tidak lagi terjadi, terlihat jika di kiri dan kanan jalanan kini setiap lima puluh meter ada gazebo gazebo dari batuan alam dan ada banyak kursi kursi di sepanjang jalanan itu baik di sebelah kiri dan kanan, sehingga siapapun yang melintasi jalanan itu bisa untuk beristirahat atau sekedar menikmati indahnya alam dari kursi kursi itu maupun dari dalam gazebo.
"Alam buatkan gapura yang megah dengan ukiran naga emas sebagai tanda bahwa ini jalanan menuju ke arah sekte pilar naga emas" ucap Long Tian sambil berkomunikasi dengan semesta dan masih melayang lima ratus meter di atas jalan utama sekte pilar naga emas itu.
Tanah kembali bergetar dan perlahan muncul batuan batuan alam yang langsung membentuk sebuah gapura megah dengan ukiran naga emas yang melingkar di tiang kiri dan kanannya.
Tidak hanya disitu kini terlihat batuan batuan alam itu mulai membentuk dua patung naga di kiri dan kanan gapura memanjang hampir menutupi seluruh areal gunung itu yang terus melingkar sampai ke puncak gunung dengan kepala Naga di atas gapura itu yang terbuka bagian mulutnya sedangkan ekornya tepat berada di ujung jalan depan gerbang masuk ke dalam Sekte pilar naga emas.
"Siapapun yang melihatnya akan tahu jika disini adalah jalan masuk menuju ke sekte pilar naga emas dan sebaiknya aku memberikan mereka perlindungan extra agar seluruh area gunung ini lebih aman untuk mereka tidak ada lagi orang berhati jahat yang bisa bersembunyi di dalam hutan ini nantinya" ucap Long Tian sambil menggerakkan tangannya dan menunjuk ke atas kepalanya.
Cahaya emas transparan berlapis cahaya merah kehitaman melesat keluar dari jari telunjuknya lalu menyebar di atas kemudian membentuk sebuah kubah cahaya berwarna emas transparan berlapis cahaya merah kehitaman yang menutupi seluruh area pegunungan itu saja.
"Sudah ada tiga kubah perlindungan di sini, semoga tiga lapis perlindungan ini bisa membuat sekte pilar naga emas menjadi satu satunya sekte yang bisa bertahan sampai ratusan bahkan jutaan juta tahun lamanya" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil terbang turun ke atas tanah dan berdiri di depan gapura masuk ke jalanan menuju sekte pilar naga emas nya.
"Ternyata selain indah dua patung naga yang melingkari gunung ini juga sangat mendominasi dan sangat gagah, sebaiknya aku membuat ini juga di bukit belakang istana merah atau di gunung dunia naga" ucap Long Tian sambil tersenyum puas dengan pemberian alam itu.
"Baiklah kesana arah kota jadi sebaiknya aku melewati jalanan arah sana saja yang akan menuju sebuah desa yang belum sempat aku kunjungi" ucap Long Tian sambil berjalan menuju arah kota namun tidak memasuki kota melainkan terus berjalan di samping tembok kota itu.
Langkah demi langkah kaki Long Tian lalui dia benar benar tidak mau untuk berteleportasi ataupun terbang karena dia ingin benar benar bisa menikmati suasana alam yang masih pagi ini.
Dua jam sudah berlalu dan kini Long Tian sudah melihat sebuah desa yang cukup besar bahkan lebih mirip sebuah kota kecil.
Desa itu dikelilingi oleh pepohonan pepohonan besar yang seakan akan menjadi tembok atau pagar pertahanan desa itu.
"Sepertinya desa ini sudah sangat Tua, jika dilihat dari besar dan tingginya pepohonan di sekeliling desa ini, namun aku benar benar takjub dan kagum dengan penduduk desa ini yang mempertahankan besaran desa ini demi tidak memotong satu pun pepohonan besar itu" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil terus berjalan mendekati desa besar itu.