
Anak anak kecil itu juga mulai memakan hidangan mereka dengan tertib tanpa berbicara sepatah kata pun bahkan mereka benar benar fokus dengan makanan mereka agar bisa mendapatkan koin emas dari Long Tian.
Sepuluh menit berlalu dan kini semua hidangan itu sudah habis semuanya bahkan poci teh pun sudah kosong, kelima anak anak kecil itu bersamaan menghabiskan makanan mereka.
"Kalian semua apakah sudah kenyang" ucap Long Tian sambil tersenyum ke semuanya
"Sudah Tuan muda" ucap anak laki laki tergemuk di antara semuanya.
"Baiklah jika demikian masing masing ambil lima Keping Koin Emas ini" ucap Long Tian sambil memberikan masing masing lima koin emas.
"Terima kasih Tuan muda, akhirnya aku bisa membantu orang tua ku yang sedang tidak memiliki uang" ucap salah satu anak laki laki dan di angguki kepala oleh semuanya.
"Paman apakah yang di bungkus sudah siap semua, saya kebetulan hendak ke rumah adik kecil ini untuk mengobati kakek dan neneknya" ucap Long Tian ke pria sepuh pemilik kedai makan yang datang untuk membersihkan meja mereka itu.
"Sudah tuan muda, sebentar saya bersihkan meja ini dulu" ucap pria sepuh itu sambil tersenyum dan tetap membersihkan meja itu lalu kembali ke dapurnya.
Pria sepuh itu kemudian kembali lagi dengan membawa sepuluh bungkusan yang kemudian di simpan di atas meja itu.
Long Tian hanya tersenyum melihat wajah anak anak itu yang berbahagia karena akan membawa makanan enak untuk orang rumah nya
Pria sepuh pemilik kedai makan itu sengaja memberikan langsung kepada mereka satu persatu agar tidak tertukar.
"Tuan muda semuanya jadi 8 keping emas saja" ucap pria sepuh itu dengan ramah setelah selesai membagikan semua hidangan itu.
"Tuan sisanya untuk anda saya, mari adik kecil kita ke rumah mu untuk mengobati kakek dan nenek mu, dan kalian semua langsung pulang ya agar orang rumah kalian bisa menikmati hidangan enak ini" ucap Long Tian sambil berdiri dan di ikuti oleh semuanya.
Mereka kemudian berpisah dan Long Tian bersama anak perempuan itu kemudian ke rumah anak perempuan itu untuk melihat kakek dan nenek dari anak perempuan itu.
"Tuan muda ini rumah ku, mari kita masuk ayah ibu ku ada didalam pasti mereka senang jika tahu Tuan muda adalah tabib" ucap anak perempuan itu sambil membawa dua kantong yang berisi makanan untuk keluarga nya dan dibalas senyuman oleh Long Tian.
"Ayah ibu aku pulang, ini aku bersama tuan muda yang akan mengobati kakek dan nenek, tuan muda juga membelikan makanan di kedai" ucap anak perempuan itu bersemangat saat memasuki rumahnya dan Long Tian melihat ada sepasang suami istri di ruang tamu rumah itu yang sedang duduk berbincang.
Kedua orang tua anak perempuan itu langsung berdiri dan mereka kemudian mendekati Long Tian.
"Tuan muda apakah benar anda seorang tabib, dan terima kasih atas kebaikan anda sudah memberikan makanan untuk kami" ucap ayah anak itu dengan hormat.
"Benar, mari kita lihat yang sakit nya, siapa tahu saya mampu mengobati mereka" ucap Long Tian dengan ramah.
"Ibu ini berat, bantu aku" ucap anak perempuan itu sambil memperlihatkan kantong yang berisi makanan itu.
"Tuan muda mari silahkan, ayah dan ibuku ada di dalam kamar mereka" ucap ayah anak itu dengan hormat sambil mengajak Long Tian memasuki salah satu kamar di rumah itu yang tidak terlalu besar.
Di dalam kamar itu Long Tian melihat jika ada dua orang sepuh yang sedang terbaring lemah namun masih sadarkan diri dan mereka berdua bukan sakit karena penyakit namun karena kekurangan asupan makanan dan minuman.
"Ayah dan ibu anda kekurangan makanan dan minuman, kenapa bisa seperti ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil berdiri di dekat tempat tidur itu.
"Tuan muda kami di rumah ini fokus untuk anak hamba saja" ucap ayah anak perempuan itu dengan hormat.
Long Tian kemudian melangkah menuju meja yang ada di kamar itu lalu mengeluarkan sebuah Poci Teh Herbal buatannya beserta dua gelasnya lalu menuangkannya ke gelas gelas itu.
" Bantu saya berikan ini ke mereka berdua agar mereka bisa segera sembuh" ucap Long Tian dengan ramah.
"Baik Tuan muda" ucap ayah anak perempuan itu dengan hormat sambil mengambil satu gelas giok itu dan kemudian meminumkannya ke ayah nya lalu ke ibunya.
Perubahan drastis terjadi kedua sepuh itu secara instan terlihat membaik bahkan mereka berdua terlihat lebih segar bahkan keriput mereka kini sudah tidak ada lagi.
Long Tian langsung duduk di kursi yang ada di kamar itu sambil menunggu keduanya terbangun dari tempat tidur, dan tidak memerlukan waktu lama untuk keduanya bangun lalu duduk di kursi di depan Long Tian demikian juga ayah anak perempuan itu.
"Tuan muda terima kasih atas bantuan anda, maaf jika saya dan keluarga saya membuat anda menjadi susah" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat.
"Kalian berdua kenapa sampai seperti ini, kekurangan makanan dan minuman begini" ucap Long Tian dengan ramah.
"Desa kami ini sudah lama gagal panen karena hujan sudah sangat jarang terjadi, dan sungai yang mengalir di belakang desa sudah surut jadi kami menghemat persediaan makanan kami untuk cucu kami satu satunya" ucap pria sepuh itu dengan ramah dan memang waktu di atas awan Long Tian melihat ada sungai lebar di belakang desa yang sudah surut.
"Jadi karena itu, baiklah ini saya tinggalkan disini dan saya menitipkan ini untuk di bagikan ke semua penduduk desa ini agar tidak ada lagi yang kelaparan ya" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan satu cincin dimensi yang berisi satu juta keping koin emas.
"Tuan muda apakah ini tidak berlebihan, kami tidak bisa menerima kebaikan anda ini karena akan membuat anda kehilangan banyak uang" ucap pria sepuh itu setelah melihat isi cincin dimensi yang diberikan oleh Long Tian itu sambil berusaha mengembalikannya.
"Tuan maaf saya tidak menerima penolakan dan jangan khawatir dengan saya, saya masih memiliki cukup untuk perjalanan saya" ucap Long Tian dengan ramah sambil berdiri.
"Tuan muda terima kasih atas kebaikan anda semoga sang pencipta selalu menjaga anda, lalu anda akan kemana setelah ini" ucap pria sepuh itu sambil ikut berdiri demikian juga yang lainnya.
"Saya ingin melanjutkan perjalanan saya dan mengenai hujan seharusnya nanti akan turun" ucap Long Tian dengan ramah sambil hendak melangkah untuk meninggalkan kamar itu dan rumah itu.
Long Tian di ikuti oleh semuanya sampai halaman rumah mereka dan kemudian Long Tian meninggalkan desa itu tapi melalui gerbang belakang desa yang menuju sebuah sungai besar.