Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Kota 100 Galaksi part 3


"Kakek Gi ternyata benar anda ada disini, kita sudah mau berangkat bersama sama ke kuil dewa naga emas apakah kakek jadi ikut" ucap seorang pemuda yang tadi juga ada di kedai teh.


"Tabib Rang kami akan ke kuil dewa naga emas apakah anda mau ikut, kami semua penduduk hendak berdoa disana, siapa tau kali ini doa kita terkabulkan agar kota kita ini tentram kembali" ucap Kakek Gi ke tabib Rang.


"Tentunya ayo semuanya, kita kesana" jawabnya sambil membereskan alat alat pengobatan.


"Tuan muda mari kita bersama sama ke kuil dewa naga" ucap kakek Gi dengan ramah ke Long Tian.


"Mari" ucap Long Tian singkat sambil melangkah mengikuti yang lainnya.


"Ternyata benar benar semua penduduk kota ikut" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melihat sekelilingnya.


Semua usia terlihat berjalan ke bagian belakang kota itu yang memiliki sebuah gunung besar dan tinggi.


Satu jam sudah Long Tian berjalan dan sampai di puncak gunung, ia melihat sebuah kuil kuno dengan luas hampir satu kilometer dan tinggi 500 meter dengan patung naga emas di gapura masuk kuil kuno itu dan areal itu juga sangat luas hampir seluas lima kilometer


"Aku terlalu fokus dengan melihat kota jadi tidak melihat kuil ini saat di atas awan" ucap Long Tian dalam hatinya.


"Tuan muda ini kuil dewa naga emas, dan kami semua akan berdoa disini, tuan muda bisa menunggu di pendopo itu, silahkan" ucap kakek Gi saat mereka memasuki melintasi gapura pintu masuk areal kuil dewa naga emas dan menunjuk salah satu dari 100 pendopo di bagian terluar areal kuil dewa naga emas.


" Baik silahkan lanjutkan, saya akan menunggu di pendopo" ucap Long Tian dengan ramah sambil melangkah menuju pendopo.


Long Tian memasuki pendopo terdekat nya dan duduk di salah satu kursi yang menghadap ke kuil kuno itu.


Long Tian warga kota semua usia ada disana dan mereka langsung berlutut di dalam Kuil Naga Emas dan area sekitarnya.


"Saudaraku semua penduduk kota 100 galaksi, setelah sekian lama kita hidup merdeka di kota kelahiran kita semua, saat ini mendapatkan cobaan dan gangguan keamanan, bahkan tiga hari yang lalu ada beberapa pembunuh yang mencoba membunuh ku, namun mereka gagal berkat kalian semua prajurit kota ini.


Pihak kerajaan meminta kepada saya agar kota dan area gung suci ini menjadi basis militer mereka dan kalian para pemuda diminta untuk ikut wajib militer, namun saya menolak dan sata diberikan pilihan lain yaitu membayar pajak kepada kerajaan,


Saya setelah berdiskusi dengan banyak orang dan sepakat untuk meminta kalian membayar pajak senilai 5 persen namun kini mereka pajak 10 persen, hal ini pastinya akan memberatkan kita semua, jadi ayo kita semua berdoa disini,


Kita memohon agar dewa naga emas dapat membantu kita mengembalikan kita 100 galaksi kembali menjadi wilayah netral dari semua kerajaan dari kekaisaran.


Percayalah bahwa Dewa Naga Emas pasti akan membantu kita dengan caranya sendiri dan memberikan kita kemudahan seperti yang selama ini kita dapatkan." Ucap seorang pria sepuh yang berdiri di bagian dalam Kuil Dewa Naga Emas itu dengan menggunakan Qi mendalamnya sehingga Long Tian ikut mendengarkan.


"Kalian semua sepercaya itu kepadaku, meskipun aku belum pernah ke dunia ini di masa lalu" ucap Long Tian dalam hatinya.


Semua yang ada disana bersujud dan mengucapkan doa mereka masing masing sambil menangis, mereka meminta kehadiran atau bantuan dari Long Tian.


"Kalian semua begitu percaya dengan ku, kalian begitu yakin aku akan membantu kalian, Kalian semua bangkit dan duduklah, aku terima hormat kalian semua, dan terima kasih atas doa kalian semuanya" ucap Long Tian yang terdengar sangat menenangkan dengan menggunakan kekuatan semesta dan memfokuskan hanya mereka yang ada disana yang mendengarkan.


Semua penduduk itu mendengar suara Long Tian namun merasa bahwa suara itu hanya ada di kepala mereka sehingga tetap bersujud namun seorang anak perempuan berusia 10 tahun bangun dan melihat Long Tian dan langsung membalikkan badannya dan berlutut di depan Long Tian sambil menarik narik pakaian ibunya.


"Ibu dewa datang,,, dewa datang" ucap anak itu berbahagia sambil menarik pakaian ibunya.


Ibu anak perempuan itu bangun dari sujudnya dan menoleh ke Long Tian.


"Dewa engkau benar benar datang" ucap ibu anak perempuan itu sambil membalikkan badannya dan suaranya terdengar oleh yang lainnya dan mereka mulai menengok kearah ibu anak itu yang sudah bersujud berlawanan arah.


Mereka menengok kebelakang dan melihat Long Tian yang melayang di belakang mereka semua.


Kepanikan terjadi saat semuanya bangkit dan langsung bersujud ke Long Tian.


"Kalian semua bangkitlah dan duduklah" ucap Long Tian dengan ramah.


Mereka semua kemudian bangkit dan duduk dengan rapi, terlihat jelas sebagian besar penduduk kota itu terutama kaum wanita yang menangis sambil melihat Long Tian.


"Aku sudah hadir untuk kalian semua, apa yang bisa aku lakukan untuk kalian semua" ucap Long Tian sambil duduk dengan sikap lotus di atas lingkaran cahaya nya dan melayang satu meter di atas tanah.


Jubah dan mahkota Long Tian tampak sangat mempesona semua yang ada disana, ditambah wajah nya yang sangat tampan dan kulit seperti Giok membuat semua yang melihatnya merasa sangat nyaman.


Terutama para wanita yang sangat terpesona oleh penampilan Long Tian, mereka banyak yang merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dan pipi mereka memerah.


Kakek Gi atau pria sepuh pemilik kedai Teh, Tabib Rang dan para prajurit yang diselamatkan Long Tian berdiri dan berjalan mendekati Long Tian, lalu mereka semua bersujud tiga kali di depan Long Tian.


"Penguasa ternyata anda sudah datang, maafkan kami semua jika kami ada tidak sopan terhadap anda" ucap kakek Gi dengan sangat ramah yang kini dia dan yang lainnya berlutut sambil menunduk di dekat Long Tian.


"Kakek Gi dan kalian semua tidak ada salah kepadaku, justru aku bangga dengan kalian semua yang sangat peduli dengan yang lainnya" Ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.


Para wanita semakin merasakan detak jantung mereka berdebar lebih cepat saat melihat senyum Long Tian.


"Apakah ada yang kalian semua inginkan dengan kehadiran ku selain menjadikan kota kalian lepas dari semua kerajaan dan kekaisaran" ucap Long Tian dengan ramah suaranya sangat menyejukkan hati semua orang.


" Penguasa hanya itu saja yang kami inginkan, dengan adanya pajak maka kami harus mencari harta lebih sedangkan kami biasa hidup dalam kesederhanaan" ucap seorang pria sepuh yang duduk di belakang kakek Gi.