
"Pangeran Hinjo ini rela hidup susah selama ini dan sepertinya dia cocok untuk menjadi pemimpin benua ini, namun aku sedikit kecewa dengan orang orang yang ada di gunung terlarang jika mereka tidak ikut serta menjaga perdamaian dunia ini hanya fokus pada ras iblis darah dan peperangan antar benua saja" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil meminum teh herbal buatannya.
Malam semakin larut dan kini terlihat jika para prajurit sudah mulai membuat api unggun untuk membakar sebagian kecil Daging rusa hasil buruan mereka untuk menjadi makanan mereka semua malam ini.
"Tuan muda, mari silahkan bergabung dengan kami" ucap Pangeran Hinjo yang sedang duduk bersama para prajurit yang sedang membakar daging rusa itu ke Long Tian yang baru saja keluar dari tendanya.
"Tunggu sebentar saja akan membuat kubah perlindungan untuk kita disini, agar malam ini kita semua bisa beristirahat dengan nyaman tanpa adanya gangguan apapun" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat dan menggerakkan tangannya dengan cepat lalu menunjuk ke atas.
Cahaya putih transparan terlihat keluar dari jari telunjuknya dan langsung melesat ke atas dan menyebar membentuk sebuah kubah perlindungan berwarna putih transparan yang nyaris tidak terlibat menutup seluruh perkemahan mereka dalan radius satu kilometer dari lokasi Long Tian berdiri.
"Kalian semua malam ini sudah bisa beristirahat dengan nyaman dan tenang tidak akan ada gangguan apapun untuk kita semua disini, ingatlah tidak ada yang pergi jauh dari tempat ini karena kubah perlindungan ku hanya dalan radius satu kilometer saja dari sini" ucap Long Tian dengan ramah yang terdengar oleh semuanya.
Long Tian kemudian duduk di kursi yang ada di samping kanan pangeran Hinjo yang sudah disiapkan sebelumnya oleh para prajurit itu.
"Tuan muda Tian, kita akan terus melewati hutan, dan setelah satu minggu kita akan melewati sebuah kota dan setelah itu ada lima desa sampai kita berjalan di tengah hutan lagi" ucap pangeran Hinjo membuka obrolan mereka.
"Jadi masih satu minggu kita berjalan di hutan ini, baiklah jika demikian nanti bagikan lagi pakaian pakaian ini untuk menjadi pakaian ganti mereka semua termasuk untukmu juga, aku sudah menyiapkan masing masing sepuluh stel Pakaian cukup untuk kita melewati hutan ini dan memasuki kota nanti, di kota kita bisa membeli pakaian ganti untuk kita semua" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat dan memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi ribuan pakaian dan ini sudah stok terakhir nya di luar pakaian mewah dari galaksi ke delapan puluh tiga.
"Tuan muda Tian, harta ku tidak cukup jika harus membeli pakaian untuk kami semua, biarlah kami bertahan dengan pakaian pemberian anda ini saja" ucap pangeran Hinjo dengan ramah sambil memakai cincin dimensi itu ke jari manis di tangan kirinya.
"Jangan bilang kau juga tidak membawa harta mu saat melarikan diri dari istana mu" tanya Long Tian dengan ramah sambil tertawa ringan.
"Tuan muda Tian, saya hanya mendapatkan seribu Keping Koin Emas saja dari ayahanda selama ini perbulannya dan habis untuk keperluan saya saja jadi mungkin bisa di bilang saya adalah pangeran termiskin di dunia ini" ucap pangeran Hinjo dengan ramah sambil tertawa ringan.
"Haissssss kau ini kenapa tidak bilang dari tadi, terus selama ini kau tidak menghasilkan uang sama sekali" ucap Long Tian dengan ramah.
"Terima ini, masa calon Raja sampai tidak memiliki uang dan berikan mereka semua masing masing seribu keping koin emas dan satu tael emas untuk pegangan mereka" ucap Long Tian sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi lima juta keping koin emas dan satu juta keping tael emas.
"Tuan muda Tian, ini tidak perlu, anda sudah banyak membantu kami semua, kami tidak mau membuat anda jadi susah jika harus kehilangan uang sebesar ini" ucap Pangeran Hinjo dan berusaha mengembalikan cincin dimensi pemberian Long Tian itu namun ditolak oleh Long Tian.
"Anda bicara apa, sudah terima saja, saya tidak suka penolakan apapun namun ingat satu hal, saya hanya akan baik kepada orang yang berhati baik dan akan sangat jahat kepada mereka yang berhati jahat." Ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Pangeran Hinjo.
"Terima kasih Tuan Muda Tian, semoga sang pencipta selalu melindungi anda dan memberikan banyak kemudahan untuk anda" ucap Pengeran Hinjo sambil Menggerakkan tangannya memanggil Jenderal Po.
"Yang mulia apakah ada yang bisa saya bantu" ucap Jenderal Po yang sudah berdiri di samping kiri Pangeran Hinjo.
"Jenderal anda ambil seribu keping koin emas dan satu Tael emas lalu berikan ke mereka semua sejumlah yang sama, ini pemberian dari Tuan muda Tian untuk pegangan kita selama perjalanan kita ini" ucap Pangeran Hinjo dengan ramah sambil memberikan sebuah cincin dimensi.
"Dan bagikan masing masing sepuluh stel pakaian yang ada di dalam cincin dimensi ini saya sudah memindahkan sepuluh pakaian untuk saya, ini juga pemberian Tuan muda Tian" ucap Pangeran Hinjo kembali sambil memberikan cincin dimensi pemberian Long Tian yang berisi pakaian.
"Baik Yang mulia saya akan langsung membagikannya kepada mereka semua" ucap Jenderal Po dengan hormat sambil kemudian meninggalkan Pangeran Hinjo dan juga Long Tian yang masih duduk menikmati api unggun.
Jenderal Po membagikan sendiri kepada semua bawahannya itu dan kemudian mengambilkan cincin dimensi yang masih berisi kepingan koin emas dan Tael emas kepada Pangeran Hinjo.
"Tuan muda Tian, mewakili semua bawahan saya, saya mengucapkan banyak banyak terima kasih atas bantuan anda berulang kali kepada kami semua, semoga sang pencipta selalu menjaga anda dan memudahkan perjalanan anda" ucap Jenderal Po dengan sangat hormat sambil membungkukkan badannya di samping kanan Long Tian setelah dia mengembalikan cincin dimensi ke pangeran Hinjo.
"Jenderal Po dan Pangeran Hinjo, aku menaruh harapan besar untuk kalian berdua dan juga semua prajurit ini untuk bisa menciptakan perdamaian di benua ini bahkan di dunia ini nantinya, jadi anggap saja itu sebagai gantinya, oleh karena itu janganlah kalian semua merasa tidak enak kepadaku, kalian semua juga ada apa apa jangan sungkan untuk berbicara kepada ku, selama aku mampu aku akan membantu kalian, namun jika aku tidak mampu maka kita cari solusinya bersama sama" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke semuanya yang kini melihat kepadanya.