
Hari mulai gelap dan kini terlihat jika pasukan perangnya sudah kembali mengeluarkan kapal perang, mereka memilih beristirahat di dalam kapal perang karena lebih aman untuk mereka dengan adanya segel pertahanan dan segel pembalik serangan.
Kini langit bukan hanya di hias oleh bintang dan bulan namun kapal kapal perang juga menghiasi langit dunia itu.
"Penguasa apakah anda masih didunia ini" ucap Xuan Li bertelepati kepada Long Tian.
"Saya masih di dunia ini belum pergi, apa ada masalah" ucap Long Tian melalui telepati juga namun ia sudah melihat Xuan Li dengan mata emasnya yang sedang melihat sebuah artefak menara.
"Penguasa saya mendapatkan sebuah artefak menara namun tidak tau ini artefak apa" ucap Xuan Li melalui telepati.
"Xuan Li segera kau gunakan segel pembatas mu ke menara yang kau pegang itu" jawab Long Tian melalui telepati.
Xuan Li langsung menyimpan artefak menara itu di depannya dan dia melakukan gerakan tangan membuat segel pembatas di menara itu agar tidak ada yang bisa keluar dari menara itu.
"Penguasa sudah, lalu apa yang harus saya lakukan dengan menara ini" ucap Xuan Li melalui telepati
"Simpan saja di cincin dimensi mu dulu, ada dunia kecil di dalam artefak menara itu dan isinya adalah ras iblis darah" jawab Long Tian melalui telepati.
"Penguasa, apakah anda bisa membuat pintu masuk untuk masuk ke dalamnya, agar bisa hamba kosongkan dunia kecil ini, hamba sudah lama tidak memiliki dunia sendiri" ucap Xuan Li kembali melalui telepati.
"Bisa, tapi tidak malam ini juga, apa kau tidak kasihan dengan prajurit mu seharian berperang" jawab Long Tian melalui telepati.
"Penguasa tenang saja, mereka bisa berbulan bulan berperang tanpa henti karena hamba melatihnya seperti itu" ucap Xuan Li melalui telepati.
"Nanti jika dunia ini sudah benar benar bersih maka akan ku buatkan pintu masuk ke dunia kecil dalam artefak menara mu itu" jawab Long Tian melalui telepati.
"Baiklah besok pagi saya bersihkan mereka sampai benar benar bersih" ucap Xuan Li lagi melalui telepati tapi tidak ada jawaban lagi dari Long Tian.
"Menurut perkiraan ku yang membuat ras iblis darah ini masih ada di 100 galaksi ini adalah karena adanya artefak menara itu, yang memiliki dunia kecil jadi mereka bisa berkembang biak dan mempersiapkan peperangan di masa depan" ucap Long Tian berbicara sendiri.
"Seandainya ada cara untuk bisa menemukan menara menara itu, tapi sampai saat ini aku belum pernah mendengar ada alat atau ilmu untuk mendeteksi artefak" ucap Long Tian sambil melihat kapal kapal perangnya.
Long Tian kemudian berdiri dan menggerakkan tangannya dia kini membuat tempat tidur dari awan.
"Malam ini aku tidur disini saja" ucap Long Tian sambil menaiki tempat tidur awannya dan mulai merebahkan tubuhnya.
"Kalian semua bergeraklah jangan sampai matahari besok pagi mengganggu mataku lagi" ucap Long Tian sambil menggerakkan awan agar menutup bagian atas tempat tidurnya.
"Malam ini aku ingin tidur" ucapnya sambil memejamkan matanya.
Malam itu sangat tenang tidak ada satupun yang terjadi, namun meski tenang prajurit di kapal perang bergantian berjaga karena mereka tidak ingin jika sampai mereka mendapatkan serangan saat tertidur pulas.
Waktu berlalu matahari pagi kini sudah bersinar dengan terangnya, semua kapal perang sudah tidak terlihat lagi dan semua prajurit termasuk para jenderal juga sudah kembali ke atas tanah.
Mereka tidak membuang waktu dan kembali menyisir dunia itu sampai benar benar kosong dari ras iblis darah.
"Xuan Li kenapa kalian selalu menyimpan kapal perang kalian?" Tanya Long Tian melalui telepati.
"Penguasa mengawasi dari atas dan dari bawah berbeda, jika dari atas kami akan melewatkan detail dunia ini, kami tidak akan tahu jika ada dari mereka yang bersembunyi di lubang tikus" jawab Xuan Li melalui telepati.
"50 kilometer di depanmu itu adalah ibukota dunia ini dan istana mereka juga ada disana, jadi perkuat pasukan mu" ucap Long Tian melalui telepati sambil melihat ke arah ibukota
"Baik Penguasa" jawab Xuan Li melalui telepati.
Long Tian menggerakkan awan di bawahnya sehingga singgasana awannya juga ikut bergerak mengarah ke arah ibukota dunia itu.
Tiga jam berlalu dan kini semua pasukan yang dipimpin oleh Xuan Li sudah mengepung ibukota itu bahkan kapal kapal perang juga sudah melayang di atas mereka untuk menjaga ada yang melarikan diri.
"Penguasa saya akan menyerang ibukota ini tapi ada segel perlindungan kuno dan ini membuat pasukan ku tidak bisa memasuki ibukota ini" ucap Xuan Li melalui telepati.
"Penguasa bisakah anda membantu kami lagi, ada segel kuno menghalangi kami menyerang ibukota dunia ini" ucap Shi Ju melalui telepati.
Long Tian yang mengetahui bahwa ibukota itu memiliki segel perlindungan sengaja tidak langsung menghancurkannya karena ingin mengetahui apakah Xuan Li bisa atau tidak menghancurkan segel perlindungan itu.
Masih dalam posisi duduk di singgasana awan Long Tian menggerakkan tangannya dan kemudian menunjuk ke arah segel perlindungan yang membentuk kubah dan melindungi ibukota itu.
Cakram langit melesat dan melayang beberapa mili diatas segel perlindungan ibukota itu dan langsung mengeluarkan jutaan cakram langit lainnya sehingga kini yang terlihat oleh semua pasukan bukanlah segel perlindungan berwarna merah melainkan segel cakram langit.
Booooooooooom
Ledakan keras terdengar, namun tidak berdampak apapun ke pasukan Long Tian tapi berdampak ke ibukota itu, dinding ibukota itu dan banyak bangunannya hancur demikin juga ras iblis darah yang berjaga di tembok dan gerbang ibukota mereka kini menjadi kabut darah.
Cakram langit perlahan menghilang dan terlihat oleh semuanya jika segel perlindungan ibukota itu juga hilang demikian juga tembok dan gerbang ibukota juga sudah terlihat.
"Sepertinya aku terlalu keras menekan segel perlindungan kuno itu" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil tertawa kecil.
"Seraaaaaaaaaaang" ucap Xuan Li dengan menggunakan Qi mendalamnya dan sampai terdengar oleh Long Tian
Semua prajurit perang dan Jenderal di bawah komando Xuan Li langsung melesat ke dalam ibukota dan tanpa memberikan ampun mereka langsung menghabisi semua musuh yang terlihat maupun yang bersembunyi di dalam bangunan bangunan disana.
Long Tian melihat jika areal istana ada di tengah ibukota itu dan juga memiliki segel perlindungan kuno yang kini mulai aktif dan membentuk kubah cahaya berwarna merah pekat seperti darah.
Dia langsung menggerakkan tangannya dan membuat segel cakram langit lalu mengirimkannya ke segel perlindungan istana itu, kembali terlihat jika segel cakram langit menutup segel perlindungan istana dan
Booooooooom
Ledakan keras kembali terjadi dengan hancurnya segel perlindungan istana itu, bahkan daya ledaknya juga sangat besar membuat hampir setengah istana itu hancur menjadi puing.