Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 83 part 16


"Jadi ini makam naga perak" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil melihat ke arah kotak batu tua tersebut dengan mata emasnya.


"Tidak ada kolam darah naga disini, jadi naga perak ini tidak sempat mengamankan darahnya, bahkan kini di dalam makam batu itu hanya tersisa tulang tulangnya saja" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil terus mengawasi makam kuno itu dengan ilmu mata emasnya.


Long Tian kemudian mendekati kotak batu kuno tersebut dan dia langsung memegang dinding kotak batu yang ukurannya sangat besar itu.


"Hukum penciptaan, regenerasi" ucap Long Tian berbicara sendiri dan tampak jika Cahaya emas regenerasi miliknya keluar dari telapak tangannya lalu menyebar menutup kotak batu kuno yang merupakan makam naga perak bawahannya di masa lalu.


Cahaya emas regenerasi itu juga menyebar ke seluruh bangunan kuil segi delapan itu.


Long Tian tidak meregenerasi makhluk bernyawa melainkan dia meregenerasi makam dan kuil segi delapan itu agar kembali ke bentuk awalnya lagi seperti saat pertama kali di buat ratusan juta tahun yang lalu.


Batu batu kuno yang menjadi makam tersebut terlihat berubah demikian juga dengan bangunan kuil kuno tersebut kini terlihat seperti jika bangunan dan makam itu baru saja di buat.


Long Tian menghentikan hukum penciptaan regenerasi nya dan dengan tangan yang masih menempel di dinding makam dia kemudian mengeluarkan cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman dan langsung menyebar kembali menutupi seluruh bagian kuil kuno serta makam naga perak tersebut.


"Baiklah setidaknya ini yang bisa aku lakukan untuk jasa jasa mu kepada ku" ucap Long Tian dengan ramah sambil menarik tangan kanannya itu.


Long Tian kemudian mundur tiga langkah dan dia membungkuk untuk menghormati sosok naga perak yang dimakamkan di kuil kuno tersebut lalu melesat kembali ke kuil naga emas miliknya.


Long Tian yang kini berdiri di teras kuil naga emas kemudian menunjuk ke atas dan cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat keluar dari jari telunjuknya lalu menyebar dan membentuk kubah perlindungan yang menutupi seluruh areal gunung naga, dia ingin menjaga gunung naga itu tetap asri dan makam tersebut tetap ada selamanya tidak tergerus oleh zaman.


"Alam buatkan delapan jalan dari puncak ke bawah dan buatlah gazebo dan kursi setiap dua ratus meter, jadikan gunung ini sebagai destinasi wisata sejarah untuk mengingat naga perak ini, buatlah juga patung naga perak melingkari gunung ini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil fokus berkomunikasi dengan semesta dan dunia tempat dia berada saat ini.


Alam langsung merespon dan terlihat jika gunung itu bergetar dan pepohonan banyak sekali yang bergeser membuka jalan untuk menuju ke kuil kuno yang menjadi makam naga perak.


Batuan alam juga melakukan tugasnya dengan melapisi jalanan itu, serta membuat banyak gazebo dan kursi dari batuan alam, patung naga perak juga terlihat mulai terbentuk melingkari gunung itu seolah olah jika naga perak itu sangat besar dan sangat mendominasi.


"Baiklah waktunya melanjutkan perjalanan dan melihat dunia ini lebih detail lagi" ucap Long Tian berbicara sendiri kembali sambil mengarahkan kuil naga emas untuk kembali bergerak tanpa menunggu perubahan di gunung naga itu.


Kuil naga emas kembali bergerak melayang di langit dunia itu dengan perlahan dan Long Tian tetap mengedarkan kesadaran jiwanya untuk memeriksa semua yang ada di bawahnya dan mengarah kembali ke kota yang di pimpin oleh Kyung dengan melewati arah yang berbeda.


"Jadi ini ibukota kekaisaran ternyata sangat dekat dengan kota yang di pimpin oleh Kyung" ucap Long Tian yang berbicara sendiri sambil melihat ke arah ibukota kekaisaran dan dia juga bisa melihat kota yang di pimpin oleh Kyung ada di jarak seratus lima puluh kilometer dari ibukota kekaisaran itu.


"Baiklah kita lihat ibukota kekaisaran itu" ucap Long Tian sambil berteleportasi ke jalanan yang mengarah ke ibukota kekaisaran itu dan muncul di jarak satu kilometer dari ibukota kekaisaran.


Long Tian berjalan mendekati ibukota kekaisaran dan dia tetap memperhatikan sekelilingnya dengan mata emasnya mencari apakah ada bahaya atau tidak yang mengancamnya atau penduduk lainnya.


Tidak memerlukan waktu yang lama untuk Long Tian sampai di depan pintu masuk ibukota kekaisaran itu.


"Tuan muda silahkan perlihatkan medali anda karena jika tidak ada maka anda harus membayar lima keping koin emas untuk masuk" ucap seorang prajurit yang berjaga di pintu gerbang ibukota kekaisaran itu dengan ramah.


Long Tian melihat jika ada dua puluh lima orang yang berjaga di pintu gerbang ibukota itu.


"Saya kehilangan medali saya di perjalanan ke sini jadi ini saja dan sisanya untuk kalian semua yang berjaga saja" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan seratus lima Keping Koin Emas kepada prajurit penjaga pintu gerbang itu dan tindakannya ini menarik perhatian semua orang yang ada di sana.


"Tuan muda ini sangat banyak sekali, apakah anda benar benar ingin memberikan ini untuk kami" ucap prajurit itu dengan ramah sambil memegang koin koin emas itu.


"Benar itu untuk kalian saja, dan apakah saya sudah boleh memasuki ibukota ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat sekelilingnya dan dia melihat jika banyak sekali yang sudah mengantri di belakangnya sambil melihat ke arah nya.


"Tuan muda silahkan masuk maaf membuat anda menunggu terlalu lama" ucap prajurit itu sambil membukakan jalan untuk Long Tian.


Long Tian hanya tersenyum dan melangkah memasuki bagian dalam ibukota kekaisaran itu.


Bangunan bangunan besar nampak di kiri dan kanan jalanan utama ibukota kekaisaran dan tampak ada banyak sekali orang yang berlalu lalang di jalanan ibukota.


"Aku sudah kekurangan poci teh sebaiknya aku membelinya di toko ini saja" ucap Long Tian dalam hatinya sambil tersenyum melihat sebuah toko besar yang terlihat menjual banyak sekali peralatan makan dari giok.


"Tuan apakah anda menjual poci teh dan gelas gioknya" ucap Long Tian dengan ramah ke seorang pria sepuh yang terlihat duduk di belakang meja panjang dengan banyak tumpukan kertas di atasnya.


"Tuan muda anda ingin ukuran apa untuk poci teh nya" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Long Tian dan dia pun berdiri dari duduknya.


"Saya ingin membeli semua yang anda miliki karena saya memang membutuhkan jumlah yang banyak" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat ke pria sepuh itu.


"Baiklah jika demikian mari ikuti saya" ucap pria sepuh itu mengajak Long Tian untuk mengikutinya ke bagian dalam toko tempat dia menyimpan poci poci teh demikian juga gelas gioknya.