
Long Tian menggelengkan kepalanya dan mengangkat kedua bahunya.
"Dapatkah kepala desa menjelaskannya saya tidak pernah mendengar cerita itu soalnya" ucap Long Tian dengan ramah lalu mengeluarkan sebuah Poci Teh besar dan empat gelasnya yang terbuat dari Giok Putih.
Long Tian menuang teh herbal buatannya ke empat gelas itu dan memberikan mereka satu persatu.
"Nyonya cobalah ini buatan saya sendiri, sepertinya anda sedang sakit" ucap Long Tian
"Tuan muda jadi anda yang mengeluarkan Teh bukan kami, maafkan kami dan terima kasih" ucap istri kepala desa itu dan langsung meminum sedikit teh herbal buatan Long Tian namun saat ia merasakan khasiat nya dia langsung meminum habis teh herbal itu.
Keriput di wajahnya kini perlahan menghilang dan semua luka di tubuhnya juga menghilang, vitalitas nya kembali prima seakan dia masih wanita belia.
"Suamiku cobalah minum dulu siapa tau kau kembali tampan dan bisa setampan Tuan muda" ucap istrinya kepala desa bersemangat dan dia juga meminta anaknya meminum teh buatan Long Tian itu.
Kepala desa itu langsung meminumnya dan merasakan jika kulitnya kembali segar dan keriput keriput di wajahnya menghilang rambutnya juga kembali menghitam dia bahkan merasakan bahwa dia seperti usia 20 tahunan.
"Tuan muda terima kasih, mengenai Penguasa 100 Galaksi Dewa Naga Emas Long Tian adalah sosok legenda yang selalu di ceritakan oleh semua leluhur bahkan dulu orang tua saya juga menceritakannya bahwa Dunia kami ini memiliki pelindung yaitu sang penguasa 100 galaksi Dewa Naga Emas Long Tian, dan meski leluhur kami belum pernah melihatnya namun kami yakin dan percaya jika beliau benar benar ada, dan kami selalu berdoa agar suatu hari Dewa Naga Emas datang kesini dan membantu kami warga desa ini, terutama di masalah penculikan ini, kata leluhur kami Penguasa 100 Galaksi memiliki mahkota bercahaya, memiliki jubah bercahaya dan ada lingkaran cahaya di bawah kakinya jadi beliau tidak pernah menginjak tanah untuk menjaga kesuciannya" ucap kepala desa itu menjelaskan dengan sopan dan ramah.
"Tuan kepala desa bisakah anda sekarang menunjukan lokasi hilangnya anak perempuan itu" ucap Long Tian sambil berdiri dan dia sebenarnya kaget mengenai hal ini karena dia di kehidupan lamanya tidak pernah ke dunia ini.
"Aku benar benar jadi legenda, semoga aku bisa benar benar jadi penolong mereka semua yang percaya kepadaku" ucapnya dalam hati sambil menunggu keputusan dari kepala desa itu.
"Ayah jika ayah tidak mau antar aku saja yang antar Tuan Muda" ucap anak perempuan Kepala desa itu.
"Tuan muda mari saya antarkan, dan kalian berdua masuklah dulu kedalam rumah sampai semuanya benar benar aman" ucap kepala desa itu sambil berdiri lalu melangkah keluar rumahnya.
Long Tian berjalan ke arah belakang desa itu bersama dengan kepala desa.
"Tuan muda sore itu anak perempuan yang hilang terakhir disini sendirian karena dia sedang diminta ibunya memetik rempah rempah ini, namun dia tidak pernah kembali dan hanya ada tulisan bahwa harus menyiapkan 1000 koin emas untuk dibawa ke depan Goa dan anak itu akan selamat dan dikembalikan ke desa kami" ucap kepala desa sambil menyerahkan sebuah kulit kayu yang berisi tulisan itu.
Long Tian melihat kulit kayu itu dan tidak ada petunjuk apapun disana, dia pun mengembalikan kulit kayu tersebut.
Long Tian Kemudian berjongkok dan memegang tanah mencoba berkomunikasi dengan dunia itu.
"Tuan kepala desa apakah ada kejadian aneh di desa ini sebenarnya" ucap Long Tian sambil berdiri.
"Setau saya tidak ada, kami disini hanya bertani dan berkebun saja, kadang kami berburu di hutan untuk kam konsumsi dan kami jual saja" ucap Kepala desa itu.
"Tidak ada Tuan muda, semua di desa ini sudah turun temurun tinggal disini dan yang menikah juga rata hanya beda desa saja namun kami kenal semua" ucap kepala desa itu.
" Jika anak ini dibawa paksa maka seharusnya ada perlawanan namun disini tidak terlihat adanya bekas perlawanan apapun" ucap Long Tian sambil memeriksa beberapa herbal disana dan tidak ada yang rusak.
"Tuan muda ini kejadian pertama di desa kami ini, makanya ini benar benar menjadi teror untuk semua warga disini" ucap kepala desa.
" Saya bisa memahami hal itu dengan baik namun kemana anak ini pergi, sepertinya hanya ada satu cara" ucap Long Tian sambil melihat ke arah hutan.
"Mohon bantuannya Tuan muda" ucap Kepala desa itu yang mengira Long Tian akan terbang ke dalam hutan.
"Pengendalian Alam, tanah buatkan tanda kemana anak ini pergi" ucap Long Tian sambil menghentakkan kaki kanannya pelan
Tanah kini mulai bergetar sampai kepala desa itu terjatuh dan terduduk di tanah, getaran ini juga dirasakan oleh semua warga desa.
Tanah di depan Long Tian bergerak naik setengah meter dengan lebar satu meter dan terus memanjang mengarah ke dalam hutan seakan tanah itu sengaja dibuat untuk pagar.
"Kepala desa anda mau ikut atau anda mau kembali ke rumah anda" ucap Long Tian sambil berdiri di tanah yang sudah naik seperti pagar itu dan berjalan di atasnya
"Tuan muda saya ikut saja" ucapnya sambil berdiri dan ikut berjalan di belakang Long Tian.
"Kepala desa apakah ini arah ke Goa yang anda maksud" ucap Long Tian sambil terus berjalan.
"Bukan Tuan Muda ini seharusnya menuju air terjun" ucap kepala desa yang berjalan mengikuti Long Tian.
Sudah 20 menit mereka berjalan dan kini mereka benar benar sampai di air terjun, namun jalan yang buat oleh tanah yang naik itu tidak berhenti melainkan berputar sebentar di kolam air terjun dan dia kemudian kembali mengarah ke dalam hutan.
"Ini seharusnya menuju ke Goa itu" ucap kepala desa itu
Lima belas menit kemudian mereka sampai di mulut Goa dan Masuk kedalamnya namun kembali keluar dari Goa itu dan jalan tanah itu kemudian mengarah ke tempat kepala desa menaruh 1000 koin emas lalu menuju ke dalam Hutan lagi menjauhi desa itu sendiri.
"Disini saya menyimpan koin emas itu namun sekarang sudah tidak ada" ucap kepala desa yang berhenti demikian juga Long Tian berhenti dan membalikan badannya.
"Tuan kepala Desa, kita akan segera mengetahui jawabannya di ujung jalan tanah yang terangkat ini, ayo kita lanjutkan perjalanan kita, dan karena hari sudah mulai gelap jadi tolong anda tidak terlalu jauh, saya tidak mau jika harus mencari anda juga" ucap Long Tian sambil tertawa ringan.