Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 73 part 6


"Baik Penguasa" ucap Patriark Han yang langsung maju ke depan dan membuat kuda kuda lalu tangan kanannya dia arahkan ke depan badannya dengan telapak tangan menghadap ke depan.


Api berwarna merah keluar dari telapak tangan kanannya itu dengan cepat menyembur membakar semua patung patung es iblis darah itu.


Tiga puluh menit berlalu dan tampak jika Patriark Han sudah kecapean lalu dia menghentikan jurusnya dan menghadap ke Long Tian sambil menunduk.


"Penguasa, es ini benar benar es abadi bahkan elemen api saya tidak mampu membakar atau melelehkan es ini." Ucap Patriark Han sambil menunduk dan hanya dibalas anggukan kepala oleh Long Tian.


Long Tian kemudian memeriksa sekelilingnya dan tidak menemukan satupun iblis darah di kota itu sejauh pengamatan nya menggunakan mata emasnya.


"Patriark Han berdirilah di belakang ku" ucap Long Tian dengan ramah dan Patriark Han langsung bergegas berjalan ke kebelakang Long Tian.


Long Tian kemudian menunjuk ke tanah di depan patung es iblis darah terdepan.


Cahaya emas keluar dari jari telunjuknya dan melesat mengenai tanah yang di inginkan oleh Long Tian yang langsung menyebar dan membuat sebuah kotak cahaya berwarna emas transparan untuk melindungi semua patung patung es iblis darah itu.


"Patriark coba anda kirimkan serangan terkuat anda ke kotak pelindung ini" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.


Patriark Han langsung membuat kuda kuda dan kemudian dia meninju ke arah kotak perlindungan patung patung es iblis darah, siluet tinju berwarna merah melesat dengan cepat dan sangat bertenaga.


Booooooooooooooooooom


Ledakan keras terdengar saat serangan tinju Patriark Han mengenai kotak perlindungan patung patung es iblis darah itu.


Asap hitam terlihat menutupi area ledakan dan perlahan mulai menghilang memperlihatkan jika kotak perlindungan dan patung patung es iblis darah itu masih berdiri dengan kokoh.


Long Tian menghilangkan cangkang cahaya emas di tubuhnya dan tubuh Patriark Han demikian juga dengan kubah hitam yang menutupi kota ini.


"Jadi bagaimana Patriark apakah menurutmu akan ada yang bisa merusak semua patung es iblis darah ini" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat tingkah Patriark Han yang kecapean.


"Penguasa serangan terkuat ku saja tidak bisa merusaknya bagaimana mungkin patung patung es iblis darah ini bisa rusak" ucap Patriark Han dengan nafas yang memburu.


"Apa kau mengantuk" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tidak Penguasa" ucap Patriark Han dengan ramah yang kini sudah bisa menstabilkan nafasnya.


"Seberapa jauh kediaman tuan kota ini dan apakah kaisar dan raja raja itu tinggal di kediaman tuan kota" ucap Long Tian dengan ramah.


"Dekat penguasa, mari saya antarkan, dan benar semuanya tinggal disana" ucap Patriark Han dengan ramah sambil melangkah ke arah kediaman tuan kota di ikuti oleh Long Tian.


"Patriark besok tolong buatkan saya tugu di depan patung patung es iblis darah itu yang bertuliskan bahwa *inilah iblis darah musuh kita semua*, buatlah tulisan yang besar agar semuanya bisa membacanya" ucap Long Tian sambil berjalan di samping kanan Patriark Han dengan tetap mengawasi semua bangunan dengan mata emasnya.


"Baik Penguasa, hamba akan melaksanakan perintah Penguasa" ucap Patriark Han dengan ramah sambil terus melangkah.


Bangunan bangunan besar yang gelap gulita bahkan terlihat beberapa orang yang bertugas berjaga di depan toko toko besar pun dengan pulasnya tidur di teras toko itu.


"Penguasa apakah racun ini membahayakan" ucap Patriark Han dengan wajah khawatir karena melihat kota tempat nya tinggal kini seperti kota hantu yang sangat sepi.


"Jika kita tidak menghabisi ras Iblis darah di bangunan pertama dan juga Raja beserta semua Jenderal iblis darah maka bisa dipastikan mereka semua ini akan terbunuh karena tujuan mereka adalah menggantikan kalian sebagai penduduk kota ini jadi tidak ada satupun yang akan curiga" ucap Long Tian dengan ramah sambil terus berjalan.


"Penguasa apakah para penduduk akan tersadar kembali semuanya" ucap Patriark Han dengan wajah serius melihat banyaknya penjaga toko yang pulas tertidur bahkan ada serombongan prajurit kota yang pulas tertidur di jalanan.


"Saat matahari pagi bersinar terang maka mereka akan terbangun" ucap Long Tian dengan ramah.


Mereka berdua terus melangkah sampai akhirnya mereka sampai di depan sebuah kediaman besar yang sangat mewah dan terlihat jika ada banyak prajurit yang tertidur pulas di jalanan ataupun di halaman kediaman mewah itu.


"Penguasa, ini kediaman Tuan Kota" ucap Patriark Han dengan ramah sambil menunjuk ke depannya.


Long Tian hanya mengangguk dan dia menggunakan mata emasnya memeriksa dengan teliti semua isi kediaman tuan kota itu.


"Semuanya sudah binasa, dalam bentuk iblis darah, baguslah jadi aku tidak perlu repot repot lagi." Ucap Long Tian dalam hatinya.


"Patriark kembalilah ke kediaman anda tapi jangan masuk dulu karena ada segel perlindungan yang aku buat, ada yang harus aku urus di dalam kediaman ini soalnya" ucap Long Tian dengan ramah.


"Baik Penguasa, hamba akan menunggu di depan kediaman hamba" ucap Patriark Han dengan ramah dan langsung membungkukkan badannya lalu melesat kembali ke kediamannya seolah olah ada yang menakutinya.


Long Tian hampir tertawa melihat tingkah Patriark Han itu dan dia kemudian memasuki kediaman tuan kota itu.


Long Tian yang sudah mengetahui ruang harta di kediaman tuan kota itu langsung memasuki ruang bawah tanah yang ada di bawah kediaman tuan kota itu.


"Segel seperti ini kau pasang di pintu ruang harta, ada ada saja kau" ucap Long Tian yang kini berdiri di depan sebuah pintu yang tertutup oleh segel kuno.


Long Tian tidak mau menghilangkan segel itu jadi dia memilih berteleportasi ke dalam ruangan harta itu.


"Tuan kota ini benar benar memanfaatkan transformasi bentuk manusia nya" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memasukkan semua harta yang menumpuk di ruang harta tuan kota itu ke dalam ruang harta miliknya di istana dunia jiwanya.


"Baiklah satu selesai tinggal yang lainnya" ucap Long Tian sambil berteleportasi ke atas awan.


Di atas awan Long Tian kemudian mengeluarkan cahaya emas penariknya yang berjumlah jutaan.


Cahaya emas penariknya melesat ke seluruh bagian dunia itu dengan sangat cepat untuk menarik semua harta milik ras Iblis darah yang sudah terkena kutukan darah dan segel penghapus jiwa miliknya melalui Bola bola cahaya kecil saat menghilangkan nyawa raja iblis darah dan para Jenderal nya.


Satu persatu cahaya emas nya kembali dengan membawa harta milik ras Iblis darah dan langsung disimpan di halaman istana dunia jiwanya untuk dia bereskan nantinya.


Satu jam berlalu dan kini semua cahaya emas penariknya sudah kembali, di halaman istana dunia jiwanya Long Tian juga sudah menggunung harta hasil rampasan dari ras iblis darah yang sudah tidak bernyawa.