Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 29


"Baik Gege berhati hatilah" ucap Li Lian melalui cincin komunikasi itu.


Membutuhkan waktu sampai satu jam untuk kapal dunia naga keluar dari poros emas di galaksi ke 29 dan kini sudah melayang di angkasa dekat dengan poros langit galaksi ke 29.


"Setidaknya galaksi ke 29 ini hanya memiliki satu dunia dengan satu semesta saja" ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya yang di terlihat banyak sekali planet planet kecil.


Long Tian kemudian mengaktifkan semua segel kapal dunia naga dan langsung berteleportasi ke atas awan satu satunya dunia yang ada di galaksi ke dua puluh sembilan itu.


"Meski hanya ada satu dunia, tapi dunia ini sangat besar meski hanya ada satu benua disini dan sisanya adalah lautan saja" ucap Long Tian sambil melihat dengan menggunakan kekuatan mata emasnya.


"Tidak ada tanda tanda iblis darah di dunia ini sama sekali dan dunia ini juga tidak memanggil ku" ucap Long Tian sambil terus mengawasi bawahnya.


"Kakek Yu, apa laporan dari pasukan bayangan yang ada di dunia galaksi ke dua puluh sembilan" ucap Long Tian melalui cincin komunikasi ke Long Yu.


"Penguasa, tidak ada hal menarik di dunia galaksi ke dua puluh sembilan, dunia itu menganut sistem kerajaan dan hanya ada satu raja disana, bahkan menurut laporan pasukan bayangan disana penduduknya sangat makmur" ucap Long Yu melalui cincin komunikasi.


"Baiklah jika demikian, terima kasih kakek Yu" ucap Long Tian kembali melalui cincin komunikasi.


"Penguasa para jenderal sudah sampai di galaksi ke 26 dan mereka masih membersihkan dunia itu" ucap Long Yu kembali melalui cincin komunikasi.


"Lanjutkan saja, biarkan mereka tetap melakukan tugas mereka" ucap Long Tian kembali melalui cincin komunikasi.


"Baik Penguasa" ucap Long Yu melalui cincin komunikasi.


Long Tian kemudian berteleportasi ke sebuah jalanan dekat gerbang masuk sebuah kota yang ada di dekat lokasinya berada dan mengeluarkan Leiji.


"Penguasa" ucap Leiji dengan merdu sambil tersenyum hangat melihat Long Tian.


"Leiji bagaimana dengan adik adikmu" ucap Long Tian dengan ramah.


"Penguasa mereka semua rajin membaca di menara ilmu bersama ku dan maaf jika sebelumnya kami semua sudah tidak sopan di depan penguasa, karena kami tidak tahu jika hal itu tidak pantas untuk kaum wanita manusia tidak menggunakan sehelai benang pun di depan laki laki yang bukan pasangan hidupnya" ucap Leiji dengan merdu sambil tersenyum ramah.


"Leiji sudahlah itu sudah terjadi, kita akan memasuki kota itu dan berbelanja di kota itu untuk membeli kebutuhan kalian di dunia kecil" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menunjuk ke arah kota yang berjarak lima ratus meter dari tempat mereka berdua berada.


"Baik Penguasa" Jawab Leiji dengan suara merdunya sambil tersenyum hangat.


"Leiji panggil aku Gege saja, agar tidak ada yang mengetahui jika aku penguasa 100 galaksi" ucap Long Tian sambil melangkah menuju gerbang kota itu.


"Baik Gege" jawab Leiji sambil berjalan di samping kiri Long Tian.


"Tuan muda dan nona mohon perlihatkan medali ada, jika anda tidak membawanya anda harus membayar lima keping koin emas per orang" ucap seorang prajurit yang berjaga di gerbang kota.


"Maaf kami lupa membawa medali kami" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan lima belas keping koin emas kepada prajurit itu.


"Tuan muda ini terlalu banyak" ucap prajurit itu dengan sopan dan berusaha mengembalikan lima keping koin emas ke Long Tian namun di tolak oleh Long Tian.


"Tuan untuk anda saja" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda terima kasih, silahkan masuk" ucap prajurit itu dengan hormat mempersilahkan Long Tian memasuki kota itu.


Long Tian langsung memasuki kota itu dengan Leiji di samping kirinya.


"Gege, kota ini bagus sekali" ucap Leiji dengan suara merdunya.


"Leiji, kota dunia naga lebih bagus dari ini dan nanti kau akan mengetahuinya pada saatnya" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat.


Mereka berdua terus berjalan dan kemudian mereka memasuki sebuah toko pakaian besar yang pertama mereka temui.


"Leiji pilihlah semua pakaian yang kau sukai dan ambilkan juga untuk yang lainnya" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat dan duduk di sebuah kursi yang ada disana.


Satu jam sudah Long Tian dengan sabar menunggu Leiji berbelanja di toko itu.


"Leiji apakah sudah selesai" ucap Long Tian dengan hangat.


"Gege sudah semuanya, tapi belum aku bayar karena koin emasku kurang" ucap Leiji sambil tersenyum dan berdiri di depan Long Tian.


Long Tian langsung berdiri dan melangkah menuju tempat pembayaran dan membayar semuanya.


Mereka berdua telah keluar dari toko pakaian itu dan melanjutkan perjalanan mereka di kota itu.


"Gege bisakah Gege membelikanku buah buahan itu" ucap Leiji sambil menunjuk ke sebuah kios yang menjual buah buahan di depan mereka berdua.


Long Tian hanya tersenyum dan kemudian melangkah mendekati kios buah buahan itu.


"Bibi, bisakah saya membeli semua buah buahan ini" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda apakah benar anda akan membeli semuanya" jawab wanita tua yang menjual buah buahan itu dengan ramah.


"Bibi hitunglah berapa semuanya biar saya yang menyimpan semuanya" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.


"Tuan muda semuanya ini hanya sepuluh koin emas saja" ucap wanita tua penjual buah itu dengan ramah.


Long Tian tersenyum ramah dan memasukan semua buah itu ke satu cincin dimensi yang kosong dan memberikan cincin berisi buah ke Leiji dan memberikan dua puluh keping koin emas ke wanita tua penjual buah buahan itu.


"Tuan muda ini terlalu banyak" ucap wanita tua itu berusaha mengembalikan sepuluh keping koin emas ke Long Tian namun di tolak oleh Long Tian dengan ramah.


"Bibi, untuk bibi saja" ucap Long Tian sambil melangkah pergi meninggalkan kios itu dan di ikuti oleh Leiji.


"Tuan muda terimakasih" ucap wanita tua itu dengan sangat sopan.


"Leiji apakah ada lagi yang kau inginkan" ucap Long Tian sambil tetap berjalan di samping Leiji.


"Gege, bisakah membelikan ku peralatan untuk memasak dan membelikan bahan bahan makanan, kami ingin belajar memasak makanan sendiri agar seperti wanita manusia pada umumnya.


Long Tian hanya tersenyum mendengarnya dan terus melangkah karena dia sudah mengetahui lokasi pasar di kota itu.


Mereka berdua menghabiskan sampai lima jam untuk berbelanja semua kebutuhan Leiji dan yang lainnya dan kini mereka berdua sedang berada di sebuah rumah makan dan menikmati hidangan terbaik rumah makan itu.


"Gege, apakah aku bisa bersama dengan Gege dulu" ucap Leiji dengan suara merdunya dan tersenyum mesra ke Long Tian.


"Leiji apakah masih kurang seharian ini kita bersama" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.


"Gege" ucap Leiji sambil menunduk.


"Leiji aku akan melanjutkan perjalanan jadi kau berlatihlah terus di dunia kecil, kelak aku akan membutuhkan kekuatan mu dan semua adik adik angkat mu itu" ucap Long Tian dengan hangat sambil melihat wajah Leiji lalu kemudian berdiri bersiap pergi.


"Baik Gege, kami akan berlatih keras agar kami tidak mengecewakan Gege" ucap Leiji sambil berdiri dan mendekati Long Tian.


Mereka berdua langsung keluar dari kota itu dan Long Tian mengirim kembali Leiji ke dunia kecil dan dia memilih untuk kembali ke atas awan.


Long Tian kemudian membuat singgasana awan dan langsung mendudukinya sambil menikmati hari yang sudah mulai memasuki sore itu.


"Dunia ini benar benar tenang" ucap Long Tian sambil terus memeriksa setiap bagian dunia itu dan tetap tidak menemukan apapun yang mencurigakan.


Long Tian memilih untuk kembali ke kapal dunia naga dan melanjutkan perjalanan ke galaksi ke 30.