
Long Tian kemudian menyentuh segel kuno itu yang memang dia ketahui dengan sangat baik dengan jari telunjuknya dan cahaya emas keluar dari jari telunjuknya dan menyebar dengan cepat menutupi segel kuno itu dan kini terlihat jika segel kuno itu memiliki tulisan tulisan kuno yang berbeda.
"Kalian berdua teteskan darah kalian ke segel ini jadi hanya kalian yang bisa memasuki ruangan harta ini" ucap Long Tian dengan ramah.
Keduanya langsung menggigit ujung telunjuknya dan menempelkan ujung telunjuknya yang mengeluarkan darah ke segel yang menutupi pintu masuk ke ruang harta itu.
Segel itu kini bercahaya terang dan langsung meredup kembali.
"Kalian masuklah, tugas saya di sini sudah selesai dan hari juga sudah malam jadi saya mohon diri" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda apakah anda tidak ingin menginap di rumah kami ini, ada banyak kamar kosong disini" ucap ibu wanita muda itu dengan ramah dan tampak tidak ingin berpisah dari Long Tian.
"Nyonya, saya akan memberikan kalian segel perlindungan di tembok pagar kalian dan juga pintu masuk kediaman kalian ini nantinya hanya orang orang yang berhati baik saja yang bisa memasuki kediaman kalian ini, saya akan mencari penginapan saja untuk malam ini, terima kasih atas tawaran anda" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum.
"Tuan muda menginaplah disini, anggap saja sebagai ucapan terima kasih kami ke tuan muda" ucap ibu wanita muda itu dengan ramah dan tersenyum mesra ke Long Tian.
"Tuan muda, Ibu benar kediaman kami ini sangat besar jadi anda bisa tinggal disini, Ibu pergilah temani Tuan muda ke paviliun belakang, tadi saya sudah berpesan ke bibi untuk membersihkannya, saya akan masuk untuk melihat ruang harta ini dahulu" ucap wanita muda itu sambil tersenyum dan memasuki ruang harta keluarga nya.
"Tuan muda mari kita ke paviliun belakang" ucap ibu wanita itu dengan sangat ramah dan senyuman mesranya.
"Anakku ibu akan menemani Tuan muda ini dahulu" ucap ibu wanita itu melalui telepati ke anaknya.
"Iya ibu saya memahaminya" jawab wanita muda itu melalui telepati.
"Tuan muda sudah anda tidak perlu menolaknya mari kita ke paviliun belakang" ucap ibu wanita itu sambil berjalan dan mengajak Long Tian untuk mengikutinya.
"Ada ada saja, baiklah malam ini aku akan disini dulu saja" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melangkah mengikuti wanita dewasa itu.
Mereka berjalan menelusuri lorong lorong di rumah itu dan sampai di sebuah paviliun besar yang ada di bagian belakang rumah itu.
"Nyonya sebentar, biar saya memasang segel perlindungan dahulu untuk kediaman kalian ini" ucap Long Tian saat mereka masih di halaman paviliun itu.
Long Tian kemudian mengangkat tangan kanannya dan menunjuk ke atas, cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat ke atas kediaman besar itu lalu menyebar dan membentuk sebuah kubah cahaya yang berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman melindungi kediaman itu.
"Nyonya sekarang kalian sudah aman, tidak akan ada seorang pun yang berhati buruk dapat memasuki kediaman kalian ini, dan Kalian juga tidak perlu menggunakan penjaga lagi" ucap Long Tian sambil tersenyum dan mendekati wanita dewasa itu yang sedang menunggunya di teras rumah itu.
"Tuan muda terima kasih" ucap Wanita dewasa itu sambil memeluk Long Tian dengan sangat erat saat Long Tian sudah di depannya.
"Tuan muda sepertinya ada keras" ucap wanita dewasa dengan bukit giok kembar yang mirip sebuah gunung kecil menempel erat di tubuh Long Tian karena memang tinggi mereka yang sama.
"Nyonya saya mohon lepaskan pelukan anda" ucap Long Tian berbisik di telinga wanita dewasa itu yang semakin menjepit tombak nya.
Wanita dewasa yang merupakan ibu wanita muda itu kemudian melepaskan pelukannya.
"Tuan muda mari ikuti saya, saya akan memperlihatkan kamar anda" ucap wanita dewasa itu sambil tersenyum mesra dan melangkah memasuki paviliun itu.
Long Tian mengikuti wanita itu dan mereka kini memasuki sebuah kamar besar yang memiliki ruang tamu tersendiri.
Long Tian duduk di kursi yang ada di kamar itu demikian juga wanita itu yang duduk di sampingnya.
"Nyonya, bisakah anda ceritakan saat penyerangan itu terjadi, mungkin akan membuka luka lama anda karena kehilangan suami anda namun mungkin saya bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan kalian" ucap Long Tian dengan ramah sambil mengeluarkan satu poci teh sedang dan dua gelasnya lalu menuangkannya.
"Tuan muda, kami waktu itu dalam perjalanan kembali dari pertemuan semua keluarga bangsawan yang ada di kota sebelah, tidak ada hal penting atau membahayakan selama perjalanan kami saat berangkat namun saat kami arah pulang ternyata ada banyak perampok yang menghadang kami, mereka semua memang buronan pihak kekaisaran,
Saya dan suami saya demikian juga para pengawal yang kami bawa melakukan perlawanan namun karena kami kalah jumlah dan kalah tingkat kultivasi alhasil hanya saya yang bisa selamat karena suami saya menteleportasikan saya ke kediaman saya ini,
saat itu saya juga sudah terluka cukup parah, akhirnya saya meminta para prajurit kediaman ini untuk kesana dan mereka hanya bisa membawa jenazahnya saja.
Saya sempat memakamkan jenazah suami saya dan sepuluh bulan sesudah itu luka saya semakin parah, saya tidak ingat apapun lagi sampai anda menyembuhkan saya" ucap wanita itu menjelaskan kejadiannya.
"Nyonya anda sudah di tingkat pencipta surgawi tahap akhir dan jika saya boleh tahu apa tingkat kultivasi almarhum suami anda" ucap Long Tian dengan ramah.
"Almarhum suami ku di tingkat pencipta setengah abadi tahap awal dan saya tau maksud tujuan anda, pemimpin perampok itu memiliki kultivasi pencipta setengah abadi tahap menengah" ucap wanita itu dengan sangat mesra.
"Apakah banyak yang di tingkat pencipta setengah abadi di dunia ini" ucap Long Tian dengan ramah dan sama sekali membiarkan sikap manja wanita di sebelahnya itu.
"Setahuku hanya beberapa orang saja, tapi aku tidak tau siapa dia karena mereka semua memakai pakaian hitam dan menggunakan penutup muka warna hitam juga" ucap wanita itu sambil kemudian meminum teh herbal di gelasnya.
"Tingkat Pencipta tertinggi yang ada di dunia ini apa?" Tanya Long Tian sambil mulai bersandar di kursinya.
"Setahuku hanya kaisar saja yang memiliki kultivasi tingkat pencipta setengah abadi tahap akhir" ucap wanita itu sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Long Tian.
"Nyonya saya sudah memiliki banyak istri dan tidak berniat menambah lagi" ucap Long Tian sambil tersenyum dan mengangkat kepala wanita itu agar tidak bersandar di bahunya.