
"Bangunlah semuanya" ucap Long Tian dengan ramah namun sangat mendominasi lalu duduk di singgasana yang sebelumnya di duduki oleh kaisar itu.
Semuanya langsung berdiri dan duduk kembali di kursi mereka termasuk dengan pangeran Hinjo dan Kaisar itu duduk di kursi yang ada depan sebelah kanan Long Tian.
"Buat kalian yang belum mengenalku namaku Long Tian aku penguasa 100 galaksi" ucap Long Tian sambil berdiri kembali dan menggunakan kekuatan 100 Galaksinya.
Semuanya tanpa terkecuali langsung kembali berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian sambil tetap berlutut di depan Long Tian.
"Hormat kalian aku teringat, duduklah kembali ada hal yang harus aku bicarakan serius dengan kalian semua" ucap Long Tian dengan ramah sambil menghilangkan kekuatan 100 galaksi dan duduk kembali di singgasana itu.
Mereka kembali berdiri dan duduk di kursi mereka masing masing dengan sangat sopan dan terlihat sangat menjaga sikap mereka.
"Aku tahu kalian menjaga perdamaian ketiga benua ini namun kalian aku minta mulai saat ini turun dari gunung ini, habisi semua orang sekte aliran hitam, habisi juga semua orang yang berhati jahat, kalian semua bekerja sama lah dan mulai bangun kembali dunia ini' ucap Long Tian dengan santai namun terdengar sangat mendominasi karena memang dia menggunakan kekuatan seratus galaksi.
"Baik Penguasa" ucap mereka semua kompak.
"Kalian bagi tiga pasukan dan aku ingin jika pangeran Hinjo bisa menjadi seorang raja jadi bantu dia" ucap Long Tian lagi dengan sangat mendominasi kembali.
"Baik Penguasa" ucap mereka semua dengan kompak.
"Baiklah, lakukan dengan segera aku yakin kalian bukan anak kecil yang harus aku atur satu persatu, buktikan jika kalian semua yang memiliki kultivasi tingkat pencipta abadi tahap akhir ini benar benar kuat dan bisa aku andalkan" ucap Long Tian dengan sangat mendominasi.
"Baik Penguasa" ucap semuanya sambil berdiri dan langsung memberikan penghormatan kepada Long Tian lalu meninggalkan aula utama itu demikian juga dengan pangeran Hinjo namun tidak dengan sosok kaisar itu yang kini malah berlutut di depan Long Tian.
"Hamba sudah lalai dan mohon pengampunan dari Penguasa" ucapnya dengan sangat sopan dan hormat.
"Long Haen sudah lama tidak berjumpa" ucap Long Tian sambil membantu sosok kaisar itu untuk kembali berdiri dan langsung memeluknya dengan erat lalu melepaskan nya kembali.
"Penguasa sudah lebih dari lima ratus juta tahun hamba menunggu anda disini, dan kediaman anda masih saya jaga dengan sangat baik di puncak gunung" ucap Long Haen atau sang kaisar dengan sangat sopan dan juga hormat.
"Terima kasih ayo kita lihat kesana" ucap Long Tian dengan ramah sambil melangkahkan kakinya dan langsung di ikuti oleh Long Haen.
Mereka berdua keluar dari aula besar itu dan langsung terbang melesat ke arah puncak gunung yang berjarak satu kilometer dari kawasan istana Long Haen.
"Penguasa lihatlah, semuanya masih sama seperti saat anda meninggalkan istana naga ini" ucap Long Haen sambil melayang seratus meter dari puncak gunung berdampingan dengan Long Tian.
"Terima kasih atas kerja kerasmu naga perak Long Haen, aku benar benar bangga dengan mu" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat istana megah yang ada di puncak gunung itu.
Sementara itu semua pria sepuh yang sebelumnya ada di aula utama istana kekaisaran Long Haen sedang membagi tugas dan mereka membuat tiga pasukan untuk tiga benua.
Semuanya tampak bersemangat karena setelah sekian lama akhirnya bisa bertemu dengan sosok idaman mereka yaitu Long Tian.
"Kalian semua ingatlah bahwa penguasa ingin kita membersihkan dunia ini jadi buktikan kepada penguasa jika kita memang bisa diandalkan dan pangeran Hinjo kau ikut dengan ku, aku akan memastikan sendiri kau menjadi seorang Raja seperti perintah dari Penguasa" ucap seorang pria sepuh yang sebelumnya mengantarkan Long Tian dan Pangeran Hinjo ke aula utama istana.
Mereka langsung berangkat melaksanakan tugas mereka masing masing dan hanya satu juta orang yang berjaga di kawasan gunung terlarang sedangkan pasukan pasukan itu memiliki jumlah yang sangat banyak yaitu lima juta orang dengan kultivasi tingkat pencipta abadi tahap awal sampai akhir.
Hanya pasukan yang menemani pangeran Hinjo saja yang sedikit lebih banyak karena memang Hinjo pun datang dengan membawa pasukannya sendiri.
Kembali ke Long Tian saat ini sudah duduk dengan tenang di kursi yang ada di taman belakang istana nya bersama dengan Long Haen.
"Long Haen aku benar benar tidak menyangka jika istana ku ini masih ada setelah sekian lama aku meninggalkannya" ucap Long Tian dengan ramah.
"Penguasa, hamba selama ini yakin jika anda akan kembali kesini dan hamba mohon berikan kontrak jiwa kepada hamba" ucap Long Haen dengan sangat sopan dan hormat sambil berlutut dan membuka pertahanan jiwanya.
Long Tian Kemudian memberikan kontrak jiwa kepada Long Haen karena memang Long Haen adalah naga perak yang sebelumnya dia jadikan pemimpin dunia di galaksi ke seratus ini.
"Terima kasih penguasa" ucap Long Haen dengan sangat hormat dan sambil tersenyum hangat ke Long Tian lalu duduk kembali di kursinya.
"Terima ini, dan nanti kau pelajari saja kitab yang sudah aku tulis di dalamnya" ucap Long Tian sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang sudah disiapkan untuk para bawahannya.
"Terima kasih Penguasa, sekali lagi hamba mohon maaf jika selama ini hamba terlihat membiarkan dunia ini dan fokus menyiapkan pasukan untuk anda" ucap Long Haen dengan sangat sopan dan juga hormat.
"Sudahlah, aku yakin bawahanmu bisa membersihkan dunia ini dan saat ini bawahan bawahanku yang lain sedang membersihkan Galaksi galaksi yang lain, aku juga tidak akan lama tinggal disini karena aku akan mengambil alih galaksi surgawi" ucap Long Tian dengan ramah dan tersenyum hangat ke Long Haen.
"Baik Penguasa, jika demikian maka saya akan menemani penguasa ke galaksi surgawi saja" ucap Long Haen dengan sangat sopan dan hormat serta sangat bersemangat.
"Terima kasih atas dukungan mu, namun untuk sementara waktu kau bertahan disini saja tunggu semua bawahan ku datang ke sini, kita jadikan dunia ini sebagai pusat dunia di seratus galaksi.
"Baik Penguasa hamba siap dengan tugas hamba" jawab Long Haen dengan sangat bersemangat.
"Kakek Yu apakah kau senggang aku akan menarik mu ke sini jika kau senggang" ucap Long Tian melalui telepati sambil mengeluarkan poci tehnya dengan dua gelas giok lalu menuangkannya untuk kedua gelas itu.