
"Jadi di puncak gunung ke dua ini sumber airnya" ucap Long Tian sambil melihat sebuah danau di puncak gunung yang sangat besar namun sedikit surut.
Long Tian turun ke pinggir danau itu dan mengawasi semua bagian danau itu namun tidak menemukan masalah apapun.
"Jadi danau ini surut dikarenakan alam yang memang kekurangan stock airnya bukan karena ada masalah apapun hanya saja puncak gunung ini sudah lama tidak mendapatkan air hujan" ucap Long Tian sambil tangannya menyentuh tanah pinggir danau itu.
"Hujan turunlah" ucap Long Tian sambil fokus berkomunikasi dengan semesta.
Awan banyak berkumpul di atas puncak gunung itu dan semuanya awan yang hitam sehingga puncak gunung itu kini sudah mulai gelap, petir bersahut sahutan terdengar dengan sangat kencang.
Air hujan turun dengan sangat deras dan juga di sertai oleh petir namun hujan hanya terjadi di gunung itu saja dan dengan puncak gunung yang merupakan sebuah danau itu yang lebih deras.
Long Tian yang masih di pinggir danau melihat secara langsung air danau yang kini perlahan mulai naik dan mulai sedikit demi sedikit mengalir ke sungai itu.
Long Tian sudah mengatur agar hujan terus mengguyur danau dan hutan itu selama satu bulan agar air benar benar meresap kedalam tanah dan dia juga mengatur agar hujan juga secara rutin mengguyur dunia itu setiap malamnya.
"Apakah hanya aku yang jika hujan tidak akan terkena sama sekali air hujan ini" ucap Long Tian sambil tertawa ringan dan berteleportasi ke atas awan dimana pertarungan para prajurit wanita sedang terjadi.
Di atas awan gunung pertama Long Tian kemudian membuat singgasana awan dan melihat pertarungan di bawahnya dengan mata emasnya.
"Mereka benar benar terlatih dan sangat kompak, bahkan mereka tidak asal menyerang melainkan mereka masih bisa menjaga kanan dan kiri mereka" ucap Long Tian yang melihat jika pasukan wanita itu tidak menyerang sendiri sendiri melainkan membentuk sebuah formasi dan mereka bisa meminimalisir kerugian di pihak mereka sendiri.
Tiga jam sudah berlalu dan pihak prajurit wanita Long Tian sudah selesai melakukan tugas mereka juga sudah membersihkan semua yang berharga di sekte wanita iblis itu.
"Suami, kami sudah selesai, bagaimana cara kami kembali ke dunia merah" ucap Leiji melalui telepati dan suaranya terdengar sangat merdu.
Long Tian langsung berteleportasi ke depan Leiji yang sedang membariskan semua prajuritnya demikian juga semua kapal perang juga sudah dijadikan artefak kembali dan disimpan oleh para prajurit wanita itu.
"Leiji lewat sini saja" ucap Long Tian sambil mendirikan sebuah gerbang dimensi lintas galaksi.
Satu per satu mulai memasuki gerbang dimensi yang ditujukan ke depan istana merah karena merupakan areal terluas yang selama ini Long Tian ketahui.
100 orang tersisa termasuk Leiji yang belum memasuki gerbang dimensi lintas galaksi itu dan seratus orang wanita ini merupakan Leiji dan adik adik angkatnya.
"Kalian kenapa tidak segera masuk" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah dan melihat mereka semua.
"Suami bagaimana jika kita bersenang senang dahulu bersama, aku ingin tahu apakah kau kuat dengan kami semua" ucap Leiji dengan suara merdunya sambil menggoda Long Tian dengan mendekatkan bukit giok kembarnya ke depan Long Tian.
"Kalian sebelum pergi ingat goda dulu suami kita agar dia segera pulang ke istana merah" ucap Leiji melalui telepati ke sembilan puluh sembilan wanita yang merupakan adik angkat nya lalu bergeser ke samping kanan Long Tian.
"Suamiku, kau sudah melihat punya ku, jadi kapan aku melihat ini" ucap seorang adik angkat Leiji sambil mendekati Long Tian dan meremas tombak besar nya dan memainkannya sebentar lalu melangkah memasuki gerbang dimensi.
"Suami aku tahu kau pengen, ayolah ikut kami" ucap adik angkat Leiji lainnya sambil memeluk mesra Long Tian lalu memasuki gerbang dimensi lintas galaksi.
"Suami, ayolah ikut biar aku melemaskan tombak mu yang tegang ini" ucap satu lagi adik Leiji yang memainkan tombak Long Tian dengan santai lalu memasuki gerbang dimensi lintas galaksi.
Long Tian hanya berdiri dan tidak membalas satupun perkataan mereka semua karena sembilan puluh sembilan wanita itu semuanya memainkan tombak nya sebelum mereka memasuki gerbang dimensi dan kini hanya dia dan Leiji yang masih ada di hutan itu.
"Suami apakah kau tidak mau melemaskan ini, ayolah bukankah kita bisa ke kuil naga emas atau kau mau dilemaskan di dunia merah bersama mereka" ucap Leiji dengan suara merdunya sambil meremas tombak besar itu dan masih berdiri di samping kanan Long Tian.
"Leiji aku masih memiliki banyak tugas di dunia ini, kau kembalilah du……" ucapan Long Tian terhenti karena Leiji langsung ******* lidahnya dan memeluk erat Long Tian lalu melepaskan pelukannya dan lidahnya.
"Oke suami, jika kau sudah santai pulanglah ke istana merah, karena ada seratus tiga wanita yang merindukan mu dan akan berkultivasi ganda dengan mu" ucap Leiji sambil tersenyum mesra dan melangkah memasuki gerbang dimensi.
Long Tian yang melihat kepergian Leiji hanya menggelengkan kepalanya dengan kelakuan Leiji lalu menyimpan kembali gerbang dimensi lintas galaksi itu ke dalam cincin dimensi miliknya.
"Mereka semua termasuk Leiji benar benar membuat kepala ku pusing tapi juga membuat hidupku penuh warna" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil menarik nafas dalam dalam.
Cincin komunikasi nya bersinar terang saat Long Tian hendak melangkah menuju sebuah bangunan besar di area hutan milik bekas sekte wanita iblis dan langsung diberikan sedikit Qi olehnya.
"Suami, kata Leiji dan adik adiknya tombak besarmu sudah sangat tegang kenapa kau tidak pulang saja agar kami lemaskan" suara Li Lian terdengar dari dalam cincin komunikasi nya.
"Suami segeralah pulang, biar tombakmu kita lemaskan" terdengar suara Li Mei dari dalam cincin komunikasi.
"Suamiku, ingat aku istrimu jadi aku yang pertama melemaskannya, kami menunggu mu disini sayangku" terdengar suara Hao Ling melalui cincin komunikasi nya.
"Kalian bertiga lagi kenapa, bukankah kalian yang melarang kenapa sekarang jadi mengijinkannya, aku masih ada urusan disini jadi tahun depan saja aku pulangnya" ucap Long Tian melalui cincin komunikasi ke mereka bertiga.
"Suamiku aku hanya membantu mu saja, bukankah kau sudah lelah bekerja untuk dunia biarkan kami saja jadi hadiah untukmu" ucap Hao Ling melalui cincin komunikasi dan terdengar jika banyak wanita yang tertawa terbahak bahak di belakang nya.
"Mereka ini bisa sekali menggoda ku, sebaiknya aku beristirahat disini saja dulu sampai aku bisa menenangkan pikiran ku" ucap Long Tian sambil melangkah menuju bangunan terbesar satu satunya yang tersisa di hutan itu.