Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Tongkat Emas


Tidak ada suara apapun tapi jiwa jiwa yang menabrak Segel Penghapus Jiwa langsung menjadi abu, semua jiwa yang terlanjur melesat langsung menjadi abu.


Jiwa pria tua itu memerintahkan jutaan jiwa untuk mundur dan pergi dari depan Long Tian semua jiwa itu langsung melesat ke segala arah dengan cepat menghindari Long Tian termasuk Jiwa pria tua itu.


"Kalian sudah datang tidak diundang pulang juga maen kabur saja tanpa pamit" ucap Long Tian sambil menggerakkan tangannya dan kemudian dia kembali mengangkat tangan kanannya dengan telapak tangan terbuka.


Bola cahaya emas yang merupakan Segel Penghapus Jiwa itu membesar dan semakin membesar dan kemudian langsung hancur menjadi jutaan cahaya emas berbentuk jarum dan mengenai jutaan jiwa jiwa yang melarikan diri dan langsung merubah jiwa jiwa itu menjadi abu.


"Kalian itu sudah mati saja masih menyusahkan, untung saja kalian tidak bisa menggunakan gerbang keluar jika kalian semua keluar  bisa bisa dunia di luar itu tinggal pepohonan saja" ucap Long Tian.


Long Tian kemudian melayang 100 meter di atas reruntuhan kuno itu. 


" Kita lihat bangunan ini dulunya istana coba aku lihat apakah tebakanku benar" ucap Long Tian sambil menggerakan tangannya dengan cepat.


"Hukum penciptaan, Terciptalah kembali" ucap Long Tian sambil mengangkat kedua tangannya ke atas.


"Batu batu yang merupakan reruntuhan bangunan kuno itu kini mulai bergerak sendiri dan melayang dan satu persatu mulai turun kembali seakan akan ada yang menyimpan nya.


Lima menit berlaku dan proses masih terjadi batuan batuan yang melayang itu perlahan satu persatu masih turun ke tempatnya semula.


Satu jam berlalu dan sebuah istana megah telah tampak di depan Long Tian yang masih melayang.


"Istana yang bagus dan besar" ucap Long Tian sambil menggunakan ilmu mata emasnya.


"Dan ruang hartamu juga tidak kosong" ucap Long Tian sambil melihat sebuah ruangan bawah tanah yang terisi harta istana kuno itu.


Long Tian kemudian turun perlahan dari langit dan mendarat di halaman istana itu, dia melangkahkan kakinya menuju ruang harta bawah tanah yang ada di bawah bangunan utama istana itu yang dia kira adalah aula utama istana.


"Jika istana ini masih utuh sepenuhnya akan sangat megah dan mewah dengan ukiran ukiran kuno ini" ucap Long Tian sambil berjalan menulusuri lorong yang menuju ke ruang bawah tanah.


"Ruang harta ini sangat luas hampir seluas istana ini, seharusnya ruang hartaku juga seluas ini" ucap Long Tian yang sudah mulai memasuki ruang harta istana kuno itu.


"Jutaan kotak Giok dimensi"ucap Long Tian pelan dengan sangat bergembira.


"Coba kita lihat apa isi kotak ini" ucap Long Tian sambil membuka penutup kotak giok besar yang ada di depannya.


Long Tian kemudian menggunakan kekuatan jiwanya untuk melihat isinya karena memang kotak giok dimensi jika dilihat mata saja akan kosong seperti cincin dimensi yang jika dilihat oleh mata hanya cincin biasa.


"Aku benar benar beruntung, satu kotak ini berdiameter 10 kilometer dan isinya semua koin dan tael emas dan juga perhiasan, Ling-er jika melihat ini pasti sibuk sendiri" ucap Long Tian kegirangan.


"Tapi aku simpan dimana ini semua, ruang harta istana dunia jiwa ku sudah penuh kecuali aku buka ruang lagi" ucap Long Tian sambil menutup kotak giok dimensi itu kembali.


"Ini juga tidak cukup ruangnya" ucap Long Tian sambil melihat sisa ruang di cincin dimensinya.


Long Tian yang sudah berada di ruang harta dunia jiwa menggelengkan kepalanya melihat ruang hartanya yang sangat penuh itu.


"Pengendalian Alam, ruang tercipta lah" ucap Long Tian sambil mendorongkan tangannya ke depan, samping kiri kanan dan belakang nya.


Ruang hartanya kini sangat luas bahkan seluas areal istananya dan kini harta hartanya berada di tengah dan terlihat hanya sedikit saja.


"Baiklah sudah cukup dan masih sisa ruang lebih banyak" ucap Long Tian sambil berteleportasi kembali ke ruang harta istana kuno.


Satu persatu kotak giok dimensi berukuran besar itu dia teleportasikan ke area yang kosong di ruang harta dunia jiwa.


"Gulungan apa ini? Kenapa bercahaya putih begini" ucap Long Tian sambil melihat tumpukan gulungan kuno dan kitab kuno.


Long Tian kemudian mengambilnya dan menyimpannya di cincin dimensinya dan dia kemudian memasukkan sisanya ke ruang kerjanya di dunia jiwa.


”hanya tinggal gunungan artefak kuno ini saja" ucap Long Tian sambil menteleportasikan artefak artefak itu ke ruang penyimpanan artefak di istana dunia jiwa.


Long Tian melihat semuanya sudah kosong dan tidak tersisa apapun, dia pun kemudian berteleportasi ke halaman istana kuno itu.


Long Tian kembali melayang dan menggunakan mata emasnya dan mencari hal lainnya.


"Hanya tinggal satu lagi disini, memindahkan kebun herbal itu saja" ucap Long Tian yang melihat sebuah bukit yang merupakan kebun herbal.


Long Tian terbang melesat menuju bukit tanaman herbal itu dan tiba dalam sekejap mata.


Long tian kemudian turun dan berdiri di tanah lapang dan melihat jika semua yang tumbuh di bukit itu adalah herbal ratusan juta tahun yang sangat langka seperti miliknya namun ada beberapa yang tidak dia miliki.


Long Tian berjongkok dan tangannya menyentuh tanah dan bukit herbal itu menghilang dari pandangan dan muncul di samping kebun herbalnya dan membuat kaget penduduk dunia jiwa yang sedang merawat kebun herbalnya.


Long Tian kemudian berdiri dan melesat ke arah istana itu kembali dan turun di depan istana itu tepat di dia masuk.


"Seharusnya tiang batu ini adalah ini dunia ini" ucap Long Tian sambil melihat sebuah tiang batu yang berdiri kokoh di depan istana kuno dan persis di tempat dia tiba di dunia itu.


Long Tian kemudian mempelajari tulisan tulisan kuno di tiang itu dan kemudian dia langsung meneteskan darahnya ke tiang itu dan tiba tiba tiang besar itu bercahaya dan berubah menjadi sebuah tongkat emas dan dunia itu tiba tiba bergetar selama beberapa saat.


"Tongkat emas ini inti dunia ini" ucap Long Tian sambil mengambil tongkat emas dan langsung berteleportasi ke dalam Goa tempat dia masuk.


"Tiang dimensi ini sangat langka jadi sebaiknya aku pelajari dahulu" ucap Long Tian sambil memasukan kedua tiang itu ke ruang penempaan miliknya di dunia jiwa.


Long Tian lalu berteleportasi kembali ke pinggir danau dan di pinggir danau dan melihat jika air danau itu masih membelah.


"Pengendalian alam, air menutup lah" ucapnya sambil menghentakkan kakinya pelan.